
Sophia menatap suaminya.
"Maafin aku Paman, aku tidak bisa ." ucap Sophia.."Kenapa kamu begitu kejam? dia adalah kakak kandung kamu." ucap Paman nya.
"Hanya status kakak kandung, namun tidak dengan sifat Nya kepada ku, aku seperti orang lain di mata nya, aku seperti bukan Adik nya." ucap Sophia.
"Dan sekarang paman meminta aku melepaskan kak Liam setelah apa yang dia lakukan pada suami ku?" ucap Sophia.
"Itu hanya karena hasutan ayah kamu, mana mungkin dia melakukan hal seperti itu." ucap Paman nya Terus membela Liam.
"Dari dulu di mata Paman kak Liam tidak pernah salah, kak Liam selalu menjadi kesayangan Paman." ucap Sophia.
"Kamu sendiri yang membuat paman membenci kamu. Kamu pergi menghilang Tampa ada kabar dan ternya kamu menikah Tampa ijin kepada paman." ucap Pamannya.
Sophia tersenyum. "Sejak kapan paman perduli kepada ku?? Menikah atau tidak, Mati atau hidup Paman tidak akan pernah perduli." ucap Sophia.
"Aku tidak perlu memberi tahu kepada paman aku menikah karena percuma saja Kalian tidak akan pernah perduli, jadi untuk apa aku meminta ijin?" ucap Sophia.
"Saya adalah Paman kamu, saya bertanggung jawab atas kamu." ucap Paman nya.
"Karena suami ku orang kaya? Apa karena Paman ingin mendapatkan keuntungan?" ucap Sophia.
"Jaga mulut mu Sophia! Jangan mentang-mentang kamu bisa melakukan semua nya kamu semena-mena berbicara kepada paman." ucap Paman nya marah.
"Sebaiknya Paman pergi dari sini! Jangan berani membentak istri saya!" ucap Gerwyn pada paman istri nya.
"Saya tidak bisa meminta tolong kepada keponakan saya sendiri, saya harap kamu sebagai suami nya bisa membantu saya." ucap Paman nya.
"Maaf Paman, sakit istri saya adalah sakit saya, penderitaan nya adalah penderitaan saya, kalau istri saya mengatakan tidak saya juga mengatakan tidak." ucap Gerwyn yang membuat paman nya terdiam.
"Sebaiknya bapak pergi dari sini." ucap Pengawal membawa paman nya pergi. "Sial!! Seharusnya aku tidak boleh melakukan itu kepada Sophia dulu, kalau aku tau dia akan memiliki suami Kaya aku akan menahan nya bersama ku." ucap Paman nya.
"Bagaimana Paman? Apa permintaan paman di penuhi?" tanya Bibi yang ternyata sudah berdiri di depan rumah Gerwyn.
"Kau yang membuat semua nya seperti ini! Sungguh pria yang tidak mempunyai hati." ucap Paman. Bibi tertawa.
"Paman mengatai diri paman sendiri." ucap Bibi. Paman nya pun langsung pergi mau meninggalkan Bibi karena itu akan membuat nya emosi.
"Berhenti paman..!" ucap Bibi.. Paman itu menoleh ke arah Bibi.
"Seandainya Saya menjadi paman saya tidak akan memiliki keberanian datang ke sini dengan wajah yang tidak bersalah, namun ternyata Paman cukup berani dan tidak memiliki urat malu." ucap Bibi.
"Jaga mulut mu!" ucap Paman nya langsung pergi begitu saja karena sudah sangat marah. Bibi tertawa.
__ADS_1
"Keluarga kalian akan berantakan atas perbuatan kalian selama ini." ucap Bibi. Di dalam Sophia dan Gerwyn berusaha membuat Mamah nya sadar.
Tidak beberapa lama dokter datang.
"Bagaimana bisa kamu di sini?" tanya Gerwyn pada Bibi. Bibi tersenyum ke arah Gerwyn.
"Melihat keadaan Loe." ucap Bibi.
"Kamu pasti bertemu dengan Paman nya Sophia.," ucap Gerwyn.
"Aku hanya mengatakan kata-kata yang mudah di kenang saja, kamu tidak perlu khawatir." ucap Bibi.
"Sebaiknya kamu berhenti ikut campur, aku takut kalau nanti mereka dendam dan juga membawa kamu ke Masalah ini." ucap Gerwyn.
Bibi Menghela nafas panjang.
"Aku tidak akan berhenti ikut campur sebelum mereka merasakan kejahatan nya." ucap Bibi.
Gerwyn Menghela nafas panjang. "Bagaimana keadaan Bu Linda?"' tanya Bibi.
Masih di periksa oleh dokter, mungkin dia pingsan karena bertemu langsung dengan saudara nya pak putra." ucap Gerwyn.
"Keluarga Sophia benar-benar keterlaluan." ucap Bibi. "Sudah tidak perlu membahas nya." ucap Gerwyn.
"Aku mau Makan malam di sekitar sini. Kebetulan aku lagi di rumah orang tua ku itu sebab nya dekat ke sini." ucap Bibi.
"Makan Malam dengan wanita kah? Lihatlah penampilan mu ini." ucap Gerwyn.
"Kenapa? Apa Masih kurang rapi?" tanya Bibi.
"Justru ini sangat rapi, tidak biasa nya. Aku bisa menebaknya. Kamu mau bertemu dengan wanita kan?" tanya Gerwyn.
Bibi tersenyum. "Tuh kan aku sudah bisa menebak apa nya." ucap Gerwyn.
"Wanita mana yang sudah berhasil membuat hati mu luluh? Ini tidak mungkin wanita nakal." ucap Gerwyn.
"Nanti juga kamu tau sendiri." ucap Bibi.
"Bagus deh kalau kamu sudah mau mencari wanita yang mau sama kamu, karena kalau kelamaan jomblo kamu semakin sulit mencari jodoh." ucap Gerwyn.
Bibi tersenyum. "Hufff aku jadi sangat penasaran Siapa wanita itu." ucap Gerwyn melihat wajah Bibi yang tidak berhenti tersenyum.
"Kamu nanti pasti tau." ucap Bibi.
__ADS_1
Di tempat lain..
"Yana ayo bantu Mamah masak." ucap mamah nya. "Bantu masak? Loh bukannya biasa Bibik?" tanya Yana.
"Kali ini ada Tamu yang akan ikut makan Malam bersama kita." ucap Mamah nya.
Yana tidak banyak tanya dia pun langsung membantu.
"Kenapa mamah Masak begitu banyak?" tanya Yana lagi.
"Mamah ingin tamu kita merasakan Masakan putri mamah yang enak." ucap Mamah nya..
Yana hanya bisa menghela nafas panjang, dia sangat pintar memasak walaupun dia anak tunggal namun orang tua mengajar kan banyak hal kepada nya.
Tidak terasa semua nya sudah selesai.
"Kamu mandi dan dandan Rapi yah." ucap Mamah nya.
Yana mengangguk.
"Mah apa ini tidak berlebihan?" tanya suami nya kepada istri nya.
"Mamah sangat tertarik kepada keberanian Pria itu Pah, jadi Mamah ingin melihat sifat dia lebih dalam lagi dengan cara memasak banyak seperti ini." ucap istri nya.
Papah Yana hanya bisa diam.
Tidak beberapa lama Yana turun ke bawah. Dia Kaget ternyata tamu nya adalah Bibi.
Dia bisa melihat kalau Hari ini Bibi benar-benar sangat Tampan sekali.
"Nah ini dia tamu kita Yana, papah dan mamah mengudang nya untuk makan malam bersama kita." ucap papah nya.
Yana terdiam sejenak.
"Ayo Makan sama-sama." Mereka pun makan. Bibi dan juga orang tua Yana sangat dekat sekali sehingga membuat Bibi kagum kepada Bibi.
Sifat nya yang humoris, dan juga keramahan serta sangat pintar mencari perhatian kedua orang tua nya.
Diam-diam juga Bibi membuat Yana baper karena Bibi menuang kan Air minum di saat dia batuk, memberikan tisu karena bibir Yana berantakan dan juga memberikan lauk kepada Yana.
Orang tua nya tidak melihat itu karena fokus bercerita. Suasana makan malam jadi lebih hangat karena ada Bibi. Biasanya hanya diam dan tidak ada pembicaraan.
Ayo dong Gaes mampir di karya baru ku, tinggalkan jejak yah, klik profil author dan ketemu deh cerita author di sana.
__ADS_1