Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Pinjam uang


__ADS_3

Sophia akhirnya mau, dia pun menemani Hena di rumah nya. Kebetulan juga besok hari Minggu, Ano di bawa ke rumah Hena.


Tidak beberapa lama akhirnya dokter datang melepaskan infus memberikan obat memberi tahu kapan kontrol kembali dan setelah itu mereka pun pulang meninggalkan rumah sakit yang sangat membosankan itu.


"Kamu yakin sudah bisa pulang kan Hen? Aku sangat khawatir, justru aku yang sangat ragu Sekarang." ucap Sophia.


"Aku tidak apa-apa kok.' ucap Hena.


"Ya udah bagus deh, kamu harus ingat sebentar lagi kita Akan ujian, kamu juga harus banyak membaca buku agar tidak lupa pelajaran." ucap Sophia.


"Baik Bu guru, bahkan aku baru pulang dari rumah sakit saja sudah di suruh belajar, kamu sungguh teman yang aneh. gila belajar banget." ucap Hena. Sophia tersenyum.


"Aku mau kita berdua sama-sama lulus." ucap Sophia.


"Aku paham kok. kita pasti lulus kok, aku pasti belajar lebih giat lagi. Kamu jangan khawatir yah Sophia." ucap Hena.


Sophia tersenyum.


Mereka sudah sampai di rumah.


"Ibu Ayah." ucap Hena memeluk ayahnya.


"Loh kamu kok sudah pulang nak? kenapa tidak mengabari Ayah dengan ibu?" tanya Ayah nya.


"Maaf Ayah aku tidak ingin merepotkan kalian, Lagian ada Sophia yang mau aku repotin terus." ucap Hena. Mereka tertawa kecil.


"Ayah sama ibu mau memeriksa dia ke rumah sakit namun dia tidak mengijinkan Kami ke sana. Bapak juga tau Salah nya di mana, intinya dia tidak mau di jenguk oleh orang tua nya yang sudah tua ini." ucap bapak.


"Maksud Hena baik Pak. Justru kalau bapak dengan ibu ke sana kita tau tau apa yang terjadi di jalanan, ini di kota sangat banyak orang jahat." ucap Sophia.


"Ya sudah ayo masuk dulu." ajak ibu Nya Hena.


"Hena sebenarnya ibu dengan Ayah harus pulang besok karena adik-adik kamu sekolah tapi ibu tidak tenang meninggalkan kamu di sini." ucap ibu nya.


"Gak apa-apa Bu, aku sudah baik-baik kok. Aku sudah sehat dan juga kuat. Ibu sama ayah Jangan khawatir kan aku." ucap Hena.


"Iyah Pak, Bu, lagian ada saya di sini untuk menemani Hena Sampai sembuh total." ucap Sophia.


Akhirnya mereka percaya dan menginyakan memutuskan untuk pulang di pagi hari.

__ADS_1


"Sophia aku boleh bicara sama kamu gak?" tanya Hena.


"Boleh ada apa?" tanya Sophia setelah sudah di kamar.


"Aku tidak tau di mana dompet ku sekarang. Semua uang dan ATM aku di situ. Aku mau pinjam uang kamu boleh!" tanya Hena.


"Ya boleh dong. kamu mau pakai untuk apa?" tanya Sophia.


"Aku mau ngasih Ongkos untuk orang tua ku, mereka pasti tidak punya uang untuk pulang." ucap Hena.


"Oohh ya udah nih Ambil aja Lima juta." ucap Hena.


"Terimakasih banyak yah." ucap Hena.


"Kalau kurang Bilang aja soal nya uang cash aku segitu saja." ucap Sophia.


Hena tersenyum sambil mengangguk.


"Oh iya kamu gao khawatir sama sekali dompet kamu hilang? semua data-data dan uang kamu ada di sana." ucap Sophia.


"Aku berfikir kalau Vano yang mengambil dan menyimpan nya. Karena malam itu aku di sewa oleh nya, aku tidak tau terjadi apa lagi seingat aku aku membawa tas dan sekarang tas tidak kembali pada ku." ucap Hena.


"Nah itu dia, aku mau minta tolong lagi sama kamu, aku sudah sangat malas berhadapan dengan dia." ucap Hena.


"Kalau aku yang ngomong dia pasti tidak Akan Jujur, lebih baik kamu sendiri saja. Tapi hari ini di tidak di sini, dia menyusul mas Gerwyn ke lapangan kerja." ucap Sophia.


"Oohh ya udah deh besok-besok saja. Aku mau nenangin fikiran dulu." ucap Hena. Sophia tersenyum.


"Kamu pasti kuat, kamu adalah teman ku yang paling tegar. Kamu adalah manusia yang sangat kuat. Ayo semangat." ucap Sophia. Hena tertawa.


"Semangat untuk kita." ucap Hena.


Mereka berdua terlihat sangat senang ketika saling menyemangati satu sama lain.


Sophia tidak lagi pulang ke rumah, melainkan Ano di suruh ke rumah Hena, tidak lupa membawa semua buku yang di perlukan oleh nya.


Ano yang sudah lama tidak bertemu dengan Hena dia merasa senang karena menginap di rumah Hena malam ini.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di sana di antar kan oleh supir.

__ADS_1


"Hay mbak Hena, bagaimana kabar mbak?" tanya Ano.


"Humm seperti yang kamu lihat dek, keadaan mbak sangat buruk sekali. Kamu bagaimana kabar nya? Kamu terlihat semakin tampan saja." ucap Hena.


Ano tersenyum.


"Alhamdulillah baik kok mbak. di rumah kak Gerwyn sangat nyaman. Semua yang Ano inginkan di beli sama kak Gerwyn." ucap Ano.


Hena tersenyum, dia sangat senang melihat Ano juga senang karena melihat Ano tersiksa dan menderita dari semenjak kecil membuat nya merasa sedih juga.


Mereka banyak berbincang-bincang sementara Sophia menelpon di luar.


"Nak Sophia lagi nelpon siapa?" tanya ibu nya Hena. Sophia sedikit terkejut namun dia menjawab nya.


"Lagi nelpon sama teman Bu. Maaf kalau mengganggu." ucap Sophia. "Enggak kok nak, tapi ini sudah Sore tidak Bain duduk di luar, ayo masuk, nelepon nya di dalam saja." ucap Ibu nya Hena.


Sophia mengangguk.


"Ya udah kamu masuk saja ke dalam yah, lagian benar kata ibu itu, tidak baik di luar sore-sore." ucap Gerwyn.


"Tapi aku sangat rindu kamu." ucap Sophia dengan nada manja.


"Jangan bertingkat manja seperti itu sayang, kamu membuat saya kefikiran kamu selalu." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.


"Ya udah kalau begitu Mas juga istirahat yah. Assalamualaikum.' ucap Sophia.


"Walaikumsalam." Panggilan telepon pun terputus.


"Ayo bantuin Ibu nyiapin Makan malam." ajak ibu nya Hena. Sophia mengangguk mereka ke dapur membawa masakan yang sudah selesai di masak oleh ibu nya Hena ke meja makan.


"Oh iya Sophia kamu kan sangat dekat dengan Hena, apa kamu melihat dia pergi dengan laki-laki? Ibu sama sekali tidak pernah melihat nya." ucap ibu nya Hena.


"Apa maksud ibu pacar?" tanya Sophia. ibu nya Hena mengangguk. "Pacar sih gak ada Bu, Tapi Kalau teman-teman cowok banyak banget kok." ucap Sophia.


"Oohh." ucap ibu itu.


"Emang kenapa yah Bu? Apa Hena tidak ada cerita?_ tanya Sophia.


"Dia tidak terbuka pada ibu atau bapak nya, dia selalu merahasiakan semua nya. Jadi ibu berfikir dia sudah punya pacar yang menemani dia di rumah sakit kemarin. Ibu juga senang kalau dia punya pacar ada yang perhatiin dia ada yang jagain dia."

__ADS_1


__ADS_2