Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 273


__ADS_3

"Nah itu dia yang sedang aku pikirkan Bi. Sophia bahkan tidak mau berbicara dengan dia karena marah. Aku yakin dia belum bisa move on itu sebab nya tidak mau berbicara." ucap Gerwyn.


"Seperti nya loe harus hati-hati." ucap Bibi. "Dasar loe yah! Bukan nya membuat saya tenang malah membuat semakin takut!" ucap Gerwyn kesal. Bibi hanya tertawa, dia sengaja hanya ingin mencairkan suasana.


Di sore hari nya Sophia tidak bisa tenang karena Ano tak kunjung pulang.


Hena datang seperti janji nya.


"Apa kabar Sophia?" tanya Hena. "Humm seperti yang kamu lihat, aku menunggu kamu dari semalam namun kamu tak kunjung datang." ucap Sophia.


"Ada Apa dengan raut wajah ini? Apa kamu sedang sedih?" tanya Hena. "Bukan hanya sedih lagi, tapi aku sangat khawatir." ucap Sophia.


"Khawatir kenapa?" tanya Hena. "Ano si bawa oleh Adit jalan-jalan Tampa seijin ku." ucap Sophia. "Adit? Apa dia di sini?" tanya Hena.


"Dia datang dan meminta maaf kepada ku, dia tidak percaya kalau aku sudah menikah." ucap Sophia. Hena kaget.


"Lalu kenapa kamu sedih?" tanya Hena. "Wajar lah aku sedih, dia pergi begitu saja meninggalkan aku beberapa bulan. Dan itu bukan kah hal yang sepele namun sekarang dia kembali di saat aku sudah memiliki Pria baru." ucap Sophia.


"Kamu yang sabar yah." ucap Hena memeluk Sophia. "Aku tidak bisa melupakan rasa sakit itu Hena." ucap Sophia.


"Tapi aku yakin kalau Adit sangat mencintai kamu, namun karena orang tua nya kamu harus menanggung semua ini." ucap Hena.


"Aku tidak ingin melihat nya lagi Hena." ucap Sophia.


Hena Mengelus pundak Sophia.


"Kamu sudah memiliki suami, dan kalian sangat mencintai, Tidak mungkin dia memaksa kamu, Adit bukan lah pria seperti itu." ucap Hena.


Sophia menangis di pelukan Hena. Cukup lama mereka berbincang-bincang. Hena harus segera pulang karena sudah jam lima sore.


"Aku harus segera pulang. Kamu gak apa-apa sendiri kan? Kamu tidak boleh terlalu memikirkan tentang masa lalu dan tentang Adit..Kamu hanya perlu fokus pada masa depan kamu yah." ucap Hena.


"Iyah Hen, terimakasih banyak sudah datang menghibur ku. Tidak terasa sudah hampir tiga jam kita berbincang-bincang." ucap Sophia.


Mereka berpelukan dan membuat janji juga akan mengambil raport sama-sama ke sekolah Besok.


Setelah Hena pergi Sophia duduk di depan menunggu adik nya.

__ADS_1


Tidak beberapa lama Gerwyn pulang. "Kenapa kamu duduk di luar? Ini udah magrib." ucap Gerwyn pada istri nya.


"Ano sampai sekarang belum pulang mas, aku tidak bisa tenang sama sekali." ucap Sophia. Gerwyn menoleh ke arah Mamah nya. Bu Linda hanya diam sambil mengangkat Pundak nya.


"Emang nya Ano kemana?" tanya Gerwyn. "Ano pergi dengan Adit!" ucap Sophia. "Kenapa bisa Sama Adit?" tanya Gerwyn.


"Aku gak tau mas, kamu malah banyak tanya." ucap Sophia.


"Ya udah saya minta maaf. Kamu tenang saja saya akan meminta orang-orang saya mencari Ano." ucap Gerwyn.


Gerwyn membujuk istri nya masuk namun tidak beberapa lama mobil Adit masuk ke dalam mobil.


Sophia melihat Ano turun bersama Adit.


"Maaf yah aku sama Ano pulang lebih lambat." ucap Adit pada Sophia.


Sophia menatap Adit. "Lain kali kalau membawa Ano Ijin dulu pada ku, jangan membawa nya Tampa ijin." ucap Sophia langsung membawa Ano ke pelukan nya.


"Bukan nya biasa nya aku tidak perlu ijin? Lagian aku membawa Ano jalan-jalan saja." ucap Adit. "Dulu dengan sekarang sangat berbeda, lain kali jangan mencoba membawa Ano." ucap Sophia.


"Sampai jumpa Besok lagi yah Kak, besok kita jalan-jalan yah." ucap Ano. Adit menganguk sambil tersenyum. Dia juga melambaikan tangan nya.


"Tunggu apa lagi kamu? Pergi dari sini!" ucap Gerwyn.


Adit menatap Gerwyn.


"Saya boleh berbicara dengan bapak?" tanya Adit. Gerwyn yang di panggil bapak merasa kesal.


"Ada apa?" tanya Gerwyn.


"Saya akan mendapatkan Sophia lagi ke pelukan saya. Dan orang seperti Bapak tidak pantas mendapatkan Sophia." ucap Adit.


"Apa maksud kamu?" ucap Gerwyn.


Adit menunjukkan ponsel nya penuh dengan foto-foto Gerwyn yang mabuk-mabukan, berduaan dengan perempuan.


"Ada apa ini? Kenapa kamu belum pulang juga?" ucap Bu Linda. Tiba-tiba Adit menutup handphone nya.

__ADS_1


"Orang yang jahat seperti bapak Akan mendapat kan resiko nya." ucap Adit. Gerwyn menahan rasa kesalnya.


"Apa masalah kamu dengan anak itu? Kenapa dia kelihatan nya sangat membenci kamu?" tanya Bu Linda.


"Biasa mah anak muda jaman sekarang." ucap Gerwyn. "Oohh ya udah ayo masuk, lupakan saja." ucap Bu Linda. Mereka masuk ke dalam.


"Dengerin Mbak Ano! Kamu tidak boleh pergi lagi dengan kak Adit!" ucap Sophia. "Kenapa mbak? Aku sangat merindukan kak Adit." ucap Ano.


"Pokoknya mbak tidak mengijinkan, kamu harus menolak setiap ajakan kak Adit." ucap Sophia.


"Aku tidak mau Mbak, yang bermasalah mbak dengan kak Adit bukan aku dengan kak Adit." ucap Ano. Sophia menghela nafas panjang.


"Sudah Sophia jangan memarahi Ano seperti itu, yang dia katakan benar. Kamu juga tidak boleh mengajar kan hal yang tidak baik pada nya." ucap Gerwyn.


Sophia melihat adiknya yang membelakangi dia. "Mbak hanya khawatir kalau dia membawa kamu pergi." ucap Sophia.


"Aku lebih senang dengan kak Adit kalau mbak selalu marah-marah." ucap Ano. Sophia Menghela nafas panjang.


"Sudah sayang.. Lebih baik tinggalkan dia sendiri, dia tidak melakukan kesalahan-kesalahan." ucap Gerwyn.


Sophia di bawa keluar dari kamar Ano.


"Lebih baik kamu mandi yah agar tidak emosi terus." ucap Gerwyn.


Sophia menginyakan di pun langsung mandi.


Gerwyn duduk di sofa kamar nya. Dia mengingat terus kata-kata Adit tadi. "Arghhhh!!" Dia sangat kesal.


"Bisa-bisa nya anak kecil mengancam ku seperti ini." ucap Gerwyn.


Adit baru saja sampai di penginapan nya. Tiba-tiba orang tua nya menelpon bertanya kapan dia akan kembali.. Namun Adit mengatakan masih lama.


Orang tua nya tidak bisa memaksa Adit untuk cepat pulang.


Setelah selesai berbicara dengan orang tua nya dia berdiri di balkon kamar nya sambil menikmati kopi yang dia Buat sendiri.


"Aku akan membalas kan perbuatan pria itu! Kalau bukan karena dia aku tidak Akan kuliah di luar negeri dan putus dengan Sophia. Dan pastinya aku sangat bahagia dengan Sophia Kalau tidak putus." ucap Adit.

__ADS_1


__ADS_2