Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Sophia tidak nyaman dengan adanya Lisa, namun karena mertua nya dia harus sabar


__ADS_3

"Huff akhirnya tidak sia-sia aku memaksa Air mata ku keluar. Aku juga tidak akan membiarkan Sophia lebih lama di sini." Batin Lisa, sambil tersenyum tipis namun terlihat sangat licik.


Bu Linda mengelus rambut Lisa.


Di depan kamar Ano dan Gerwyn saling bertatapan. Mereka tidak berani masuk ke dalam.


"Apa yang harus kita lakukan Ano?" tanya Gerwyn, Ano menggeleng kan kepala nya. Namun tiba-tiba pintu terbuka.


Sophia terkejut melihat mereka berdiri di depan pintu. "Apa yang kalian lakukan?" tanya Sophia. Gerwyn menoleh ke arah Ano. Tidak satu pun yang berani berbicara.


"Aku ingin lewat, kalian menghalangi jalan ku saja!" ucap Sophia melewati mereka mengambil sesuatu yang ada di ruangan sebelah.


Tidak beberapa lama dia kembali dan melihat Gerwyn dan Ano masih di depan pintu.


"Mbak Sophia aku minta maaf karena tidak mendengar kan kata-kata mbak tadi malam." ucap Ano.


Sophia menatap wajah Ano. "Saya juga minta maaf." ucap Gerwyn. Sophia memandangi wajah mereka secara bergantian.


"Yakin mau meminta Maaf?" tanya Sophia. "Kami tidak Akan mengulangi nya lagi." ucap mereka berdua dengan sangat kompak.


"Mbak jangan marah lagi, jangan diam kan aku sama kak Gerwyn." ucap Ano. Sophia Menghela nafas panjang.


"Saya minta maaf, saya tidak akan mengulangi nya lagi." ucap Gerwyn memegang tangan istri nya.


"Baiklah-baiklah aku maafin. Tapi kalau kalian mengulangi lagi, aku tidak akan perduli lagi." ancam Sophia. "Gak akan Mbak." ucap Ano. Mereka langsung memeluk Sophia.


Sophi tersenyum manis. dia mengelus kepala Adik dan suami nya.


"Aku sebenarnya tidak marah pada Kalian, hanya saja aku Kesal pada Lisa yang berbicara seperti aku tidak pernah perduli pada kalian." batin Sophia.


"Kamu gak marah lagi kan?" Tanya Gerwyn. Sophia tersenyum. Gerwyn langsung memberikan kecupannya di pipi istri nya. "Terimakasih sayang." ucap Gerwyn.


"Lebih baik kalian berdua mandi karena abu keringat." ucap Sophia. Mereka langsung menginyakan karena tidak ingin Sophia marah lagi.


Melihat itu Sophia hanya bisa tertawa kecil. "Mas Gerwyn kebanyakan bergaul dengan Ano sehingga seperti anak kecil." ucap Sophia.

__ADS_1


Dia pun masuk ke kamar bersama suami nya sementara Adik nya ke kamar nya sendiri.


Waktu Makan malam. Kali ini Gerwyn memesan makanan dari luar karena tau istri nya tidak akan sempat memasak, dia juga tidak mengijinkan Sophia kelelahan dia harus fokus belajar.


"Tumben-tumbenan banget kamu mesan makanan dari luar nak?" tanya Bu Linda.


"Mungkin dia sudah bosan dengan masakan Sophia yang kurang enak." ucap Lisa langsung.


Gerwyn yang tengah enak makan menjatuhkan sendok nya sehingga membuat semua nya terdiam.


"Aku ingin Sophia istirahat mah." ucap Gerwyn. "Humm Padahal Mamah lebih kenyang dengan memakan masakan Sophia." ucap Bu Linda.


"Aku besok pasti masak kok mah." ucap Sophia. Lisa hanya bisa memasang wajah melas.


Sophia sangat romantis bersama Gerwyn, Lisa yang melihat itu merasa sangat gerah sekali. Dia cemburu sehingga hanya diam saja.


Tidak beberapa lama setelah selesai makan. Lisa melihat Gerwyn Duduk sendirian sambil menonton TV.


"Minum dulu." ucap Lisa memberikan Kopi pada Gerwyn. "Terimakasih, tapi kamu tidak perlu repot-repot untuk membuat nya." ucap Gerwyn.


"Kamu sedang nonton apa?" tanya Lisa.


"Film binatang buas." jawab Gerwyn. "Wahh aku juga sangat suka tentang film binatang." ucap Lisa. Karena sangat asik menonton sehingga Gerwyn tidak sadar Lisa bersandar di bahunya.


"Mas!" panggil Sophia. Gerwyn menoleh ke arah istri nya. "Iyah sayang.." jawab Gerwyn. Namun tiba-tiba dia terkejut karena Lisa di samping nya.


Dia mengawas kan Lisa yang tidur di pundak nya.


"Kamu jangan salah paham dulu." ucap Gerwyn. Sophia Menghela nafas panjang.


"Santai saja, aku hanya ingin meminjam laptop kamu." ucap Sophia. Gerwyn terdiam sejenak dia menatap ke arah Sophia.


"Saya akan mengambil kan nya untuk kamu." ucap Gerwyn, Sophia menganguk. Sampai di kamar Gerwyn memegang tangan Sophia.


"Kamu jangan berfikir yang tidak-tidak, saya mohon." ucap Gerwyn. "Aku tau Lisa seperti apa mas, selagi dia ada di sini kita tidak akan pernah tenang, dia pasti merencanakan banyak rencana untuk memisahkan kita." ucap Sophia.

__ADS_1


Gerwyn terdiam. "Saya akan berbicara pada Mamah soal itu." ucap Gerwyn. Sophia Menggeleng kan kepala nya.


"Percuma saja Mas, seperti nya Mamah sangat sayang sekali pada Lisa." ucap Sophia. Gerwyn Menghela nafas panjang.


"Saya sama sekali tidak mempermasalahkan dia ada di sini, karena saya tidak perduli pada dia, namun saya tidak bisa membiarkan dia selalu membuat kamu tidak nyaman." ucap Gerwyn.


Sophia tersenyum dia mendekati Gerwyn melingkar kan tangan nya di leher Gerwyn. "Kita tidak perlu capek-capek membuat nya pergi dari sini mas, aku hanya ingin membuat nya pergi sendiri karena melihat keromantisan kita. Selain itu kamu juga bisa balas dendam sama perbuatan dengan beberapa tahun yang lalu." ucap Sophia.


Gerwyn menatap wajah suaminya. "Humm kenapa kamu berbicara seperti ini? apakah ini nyata istri dari seorang Gerwyn?" tanya Gerwyn.


Sophia tersenyum. "Kamu ternyata memiliki dua kepribadian yah." ucap Gerwyn, Sophia lagi-lagi tersenyum.


"Bagaimana dengan rencana ku?" Tanya Sophia. "Tapi saya rasa tampa ada rencana seperti ini, kita sudah terlalu romantis." ucap Gerwyn mengelus pipi istri nya.


"Huff aku rasa itu kurang membuat nya sadar mas, Aku juga ingin melihat bagaimana wanita seperti dia cemburu." ucap Sophia.


"Tidak perlu sayang. Saya bisa meminta nya sendiri Keluar dari sini." ucap Gerwyn. "Jangan lakukan itu mas, karena aku tau di luar dia pasti mengganggu kamu nanti nya." ucap Sophia.


Gerwyn menggeleng kan kepala nya. "Ternyata kamu sangat takut kehilangan ku." ucap Gerwyn.


"Aku takut kehilangan orang yang aku cintai lagi mas." ucap Sophia. "Lagi?" ucap Gerwyn. Sophia menganguk.


"Apa kamu masih belum melupakan pria itu?" tanya Gerwyn. Sophia menghela nafas panjang, bukan itu yang aku maksud." ucap Sophia.


"Aku sudah kehilangan Ibu ku, ayah dan keluarga ku. Untuk sekarang aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayang." ucap Sophia memeluk suaminya.


"Aku kehilangan semua yang ku punya selain Ano. Aku tidak ingin mengalami itu lagi." ucap Sophia sambil menangis.


"Jangan berfikir seperti itu Sayang, saya akan selalu ada di sini untuk kamu, tidak akan kemana-mana. Setia untuk kamu." ucap Gerwyn.


Sophia mendekap suami nya begitu erat.


"Tok!! Tok!! tok!!" Suara ketukan pintu membuat mereka terkejut dan langsung melepaskan pelukannya.


Gerwyn membuka pintu.

__ADS_1


__ADS_2