Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Apakah Gerwyn benar mencintai Sophia?


__ADS_3

Ano menatap Gerwyn dengan tatapan aneh.


"Ah sudahlah, kakak mau ke kamar dulu." ucap Gerwyn. Ano mengangguk dia melihat ke arah Sophia dan menyusul nya ke sana.


"Eh Ano, kamu di sini?" tanya Sophia.


"Iyah mbak. Mbak abis Ngomong sama siapa?" tanya Ano.


"Oohh ini mbak lagi nelpon sama mbak Hena tadi membahas soal tugas nya tadi." ucap Sophia.


"Oohh kirain." ucap Ano.


"Loh kok ngomong gitu? emang kamu kirain apa?" tanya Sophia. "Tadi kak Gerwyn seperti nya kesal pada mbak, dia meminta mbak untuk menghidangkan makanan di depan." ucap Ano.


"Huff kak Gerwyn sudah dari tadi kesal sama mbak, mbak juga gak tau apa yang salah, tapi ya sudahlah mbak juga tidak merasa Membuat kesalahan." ucap Sophia.


"Tapi tadi kak Gerwyn seperti marah-marah membahas soal mbak sama ibu." ucap Ano.


"Pasti masalah Kak Bibi bertemu dengan mbak di supermarket tadi. "Mbak tidak tau apa yang salah sama dia, tidak biasa nya seperti itu." ucap Sophia.


"Mbak bagaimana sih? aku saja anak kecil tau kalau kak Gerwyn sedang cemburu, dia tidak mau mbak dekat dengan pria lain." ucap Ano.


"Huss ngomong apaan sih? Kamu tau sendiri kan kalau kak Gerwyn tidak mencintai mbak, tidak mungkin dia cemburu, dia mempunyai pujaan hati nya sendiri." ucap Sophia.


Ano seketika tersenyum.


"Humm kalian sama saja! Aku tau kalau kalian mempunyai gengsi yang sangat kuat sehingga berpura-pura tidak sadar." ucap Ano.


"Anak kecil gak boleh sok tau yah, tidak baik seperti itu." ucap Sophia. "Aku bener anak kecil kok mbak, tapi tidak bodoh dalam membaca apa yang terjadi." ucap Ano.


Sophia diam.


"Mbak juga sudah suka kan sama kak Gerwyn?" tanya Ano. Sophia langsung menggeleng kan kepala nya.


"enggak! Mbak punya pacar." ucap Sophia.

__ADS_1


"Bagus deh kalau mbak tidak suka sama kak Gerwyn, karena aku gak setuju. Aku hanya ingin mbak dengan kak Adit saja, karena kak Adit baik, sopan dan tidak pernah marah sama Mbak." ucap Ano, Sophia tersenyum.


"Tapi menurut kamu sampai kapan mbak akan jadi istri pura-pura Kak Gerwyn?" tanya Sophia.


"Bisa jadi satu tahun, dua tahun, tiga tahun atau selama nya. Karena tidak ada yang tau apa yang akan terjadi kedepannya." ucap Ano.


"Seharusnya mbak dari awal membuat perjanjian sampai berapa lama." ucap Sophia. Ano Menatap wajah Sophia.


"Apa mbak melakukan ini demi Aku?" tanya Ano. Sophia menoleh ke arah Ano.


"Semua yang mbak lakukan demi kamu, mbak tidak ingin kamu menderita seperti mbak, jadi mbak ingin kamu belajar dengan rajin, bersekolah dengan sungguh-sungguh agar jadi orang sukses di kemudian hari." ucap Sophia.


"Aku berjanji akan jadi anak yang sukses mbak, mbak tidak Akan kesusahan lagi nanti." ucap Ano. Sophia tersenyum.


"Makasih yah sudah dengerin Mbak curhat." ucap Sophia memeluk Ano.


"Ya udah mbak jangan sedih lagi yah, aku mau tidur siang dulu, ibu Akan marah kalau melihat aku belum tidur." ucap Ano. Sophia mengangguk.


"Alhamdulillah Ano di sayang sama Tante Linda, aku sangat beruntung." ucap Sophia.


Tidak terasa sudah sore teman-teman buk Linda sudah pulang. "Sophia tolong Tante berjalan ke kamar, Tante merasa pusing." ucap buk Linda pada Sophia namun tiba-tiba Gerwyn datang.


Sophia dan buk Linda langsung terdiam.


"Kamu ngomong apa sih nak? mamah memang sudah pusing dari tadi, Lagian Mamah gak ngapa-ngapain kenapa kamu Malah nyalahin Sophia?" tanya buk Linda.


"Sudah lah mah, dia pasti tau kesalahan nya, mamah istirahat ke kamar yah." ucap Gerwyn. Sophia berdiri keheranan melihat tingkah Gerwyn.


"Humm sungguh manusia yang aneh." ucap Sophia dia pun membersihkan meja membawa semua yang kotor ke dapur.


Setelah selesai pekerjaan dia melihat Gerwyn baru keluar dari kamar buk Linda.


Sophia mendekati Gerwyn.


"Apa lihat-lihat?" tanya Gerwyn dengan nada yang sangat judes.

__ADS_1


"Bapak kenapa sih dari tadi marah Mulu sama ku? Aku salah apa?" tanya Sophia. Gerwyn menatap Sophia.


"Kamu belum sadar kesalahan kamu apa?" tanya Gerwyn. Sophia dengan polos nya menggeleng kan kepala nya.


"Sudah lah, tidak ada gunanya menjelaskan nya, kamu akan tetap seperti ini." ucap Gerwyn langsung pergi, namun tiba-tiba Sophia menahan tangan Gerwyn.


"Bilang saja apa yang membuat bapak marah, kalau seperti ini aku tidak enak pada Tante Linda, kalau kita berdua ada masalah jangan sampai Tante Linda tau juga." ucap Sophia.


Gerwyn diam.


"Kalau masalah aku dengan kak Bibi kami hanya tidak sengaja bertemu. Lagian tidak ada salah nya juga kan?" ucap Sophia.


"Aku lama karena membeli beberapa pakaian yang akan aku pakai besok semua kebutuhan yang mau aku pakai besok." ucap Sophia.


"Bapak tidak perlu cemburu kalau aku dekat dengan orang lain, bapak tidak mencintai aku kan? Aku juga harus berusaha menghilangkan rasa yang sebelumnya mulai tumbuh." ucap Sophia.


"Jangan! Jangan lakukan itu!" ucap Gerwyn. Sophia Heran dia menatap Gerwyn dengan tatapan penuh Tanda tanya.


"Humm maksud saya bukan seperti itu, maksud saya..."


"Bapak pasti khawatir kan kalau reputasi bapak rusak karena saya? Saya tidak mencari masalah kok pak, Lagian aku dengan kak Bibi sudah lama dekat, karena aku memikirkan nama baik bapak aku tidak sering keluar bersama pacar ku." ucap Sophia.


Sophia melepaskan tangan Gerwyn.


"Bapak tidak perlu melarang aku dengan siapa pun kalau bapak tidak mencintai aku, aku sebelum nya Kesal pada bapak pergi dengan wanita lain karena aku mencintai bapak, namun aku harus sadar diri, aku hanya lah istri pura-pura Bapak yang setiap bekerja di bayar sesuai perjanjian." ucap Sophia.


Kedua nya langsung diam. Gerwyn langsung pergi dia masuk ke ruang kerja nya, dia duduk sambil memegang kepala nya yang tidak pusing.


"Apa benar aku mulai menyukai Sophia? Kenapa aku tidak suka dia bersama pria lain? Sementara dulu aku biasa saja." ucap nya pada diri sendiri.


"Ini tidak mungkin, aku saj belum bisa melupakan Okta, aku tidak mungkin bisa membuka hati pada wanita lain apalagi anak kecil seperti dia." ucap Gerwyn menepis pikiran nya tadi.


Sophia membersihkan kamar karena sudah kotor.


Dia melihat foto Okta dengan Gerwyn yang terpajang di Dinding kamar.

__ADS_1


Tiba-tiba dia mengambil dan menyembunyikan nya di dalam laci.


"Aku tau dia bukan lah jodoh pak Gerwyn, dan tidak akan aku biar kan dia menjadi perusak suasana hati Pak Gerwyn." ucap Sophia.


__ADS_2