Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Berkunjung ke rumah Orang tua Bibi


__ADS_3

Sophia tersenyum.


"Ketika tersenyum seperti ini kamu sangat tampan, namun ketika marah kamu seperti singa yang siap menerkam orang yang mengganggu tidur nya." ucap Sophia. Gerwyn menarik tangan istrinya dan Sophia duduk di pangkuan suami nya.


"Hanya kamu yang bisa melihat saya seperti ini." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum dia mencium pipi suaminya dengan singkat..


Dia beranjak dari tempat paha suami nya karena ponsel nya berdering. karena di depan Gerwyn tersenyum itu adalah Vano.


Gerwyn mengambil dan langsung menjawab nya.


"Halo! Ada apa kamu menelpon Istri saya?" tanya Gerwyn dengan kasar.


"Ini Mamah nya Frans. Ini nomor nya Sophia kan? kenapa yang jawab laki-laki?" tanya suara ibu-ibu.


Gerwyn langsung terdiam. Sophia mengambil alih ponsel itu.


"Iyah Tante dengan saya sendiri ada apa ya Tante?" tanya Sophia.


"Ini Loh Ano sudah di rumah, nih Tante sama Vano nganterin ke rumah namun kata Bibik kamu belum di rumah." ucap mamah nya Frans.


"Iyah Bu, saya masih di luar. Terimakasih sudah mengantar kan Ano pulang yah Bu." ucap Sophia. Tidak beberapa panggilan t telepon pun terputus.


Sophia melihat wajah suaminya kembali datar. Dia tersenyum dan duduk di sofa berbaring di Sofa ruangan Gerwyn.


"Mamah nya Kak Frans mengabari kalau Ano sudah sampai di rumah hanya itu saja." ucap Sophia.. Gerwyn diam.


Tiba-tiba ponsel Sophia berdering lagi.. Gerwyn cepat-cepat melihat siapa yang menelpon sampai Sophia terdiam.


"Hena! Kenapa dia menelpon Kamu?" tanya Gerwyn.


"Kamu aneh banget sih mas? Hena adalah teman ku, jadi wajar lah dia menelpon ku." ucap Sophia.


Dia menjawab panggilan telepon.


"Ada apa Hena?" tanya Sophia.


"Aku hanya ingin menelpon kamu saja. Aku minta tolong untuk mengabari aku kalau nanti ada kegiatan yang menyangkut ujian kita besok." ucap Hena.


"Oohh, baiklah. Oh iya Vano bagaimana kabar nya?" tanya Sophia. "Sudah lebih baik kok. sekarang kamu di mana?" tanya Hena.


"Aku lagi di kantor nya mss Gerwyn." ucap Sophia. "Oohhh. Ya udah kalau begitu. Aku hanya mau mengatakan itu saja, kalau pak Gerwyn nanya tentang Vano bilang saja sudah Baikan." ucap Hena.


"Alhamdulillah kalau seperti itu. Tapi kamu sama dia baik-baik saja kan? Aku tau kalau hubungan kalian kurang baik, aku takut kamu di sana membuat keadaan nya semakin parah." ucap Sophia.

__ADS_1


"Enggak kok, kamu tenang saja." ucap ucap Hena.


"Kapan kamu akan pulang? Hanya sisa satu hari untuk kita libur." ucap Sophia.


"Besok aku sudah pulang kok, kamu jangan khawatir." ucap Hena.


Kebetulan Vano baru saja bangun dia mendengar kalau hena Akan pulang besok. Sementara dirinya butuh waktu tiga hari lagi untuk bisa pulang.


"Ya udah kalau begitu udah dulu yah, Vano sudah bangun." ucap Hena dia pun langsung mematikan sambungan telepon.


"Berbicara dengan siapa?" tanya Vano. "Kepo banget Sih! lebih baik kamu pikir kan kesehatan kamu." ucap Hena.


Vano mau duduk.


"Ini ada Makanan dari rumah sakit yang harus di makan. Kamu harus menghabiskan nya." ucap Hena. Hena menyuapi Vano.


"Bagaimana keadaan Vano?" tanya Gerwyn. "Kata nya sudah lebih mas. Emangnya mas gak nelpon sama Vano atau sama Bodyguard?" tanya Sophia.


"Saya sudah tau. Sebenarnya saya tidak mengijinkan teman kamu ke sana. Asal kamu tau dia terus memarahi dan memaksa Vano untuk makan. melakukan yang tidak bisa di lakukan oleh Vano." ucap Gerwyn.


"Huff Bukan nya yang dia lakukan baik? Justru mas dan juga Vano bersyukur Hena mau mengurus Vano di sana." ucap sophia.


Gerwyn Diam.


Gerwyn diam. "Saya sudah tidak bisa bekerja lagi, ini juga sudah jam tiga sore, lebih baik kita pulang saja." ucap Gerwyn.


"Loh kok cepat banget? bukan nya kamu masih memiliki jadwal?" tanya Sophia.


"sudah tidak ada lagi jadwal saya hanya untuk mencintai istri saya 24 jam." ucap Gerwyn.


"Mas bisa Saja." ucap Sophia memukul Dada Gerwyn.


"Tapi sebelum kita pulang, kita singgah dulu di rumah Bibi, dia mengundang saya datang ke rumah nya berbicara dengan ayah nya." ucap Gerwyn.


"Tidak masalah kok mas," ucap sophia. Mereka pun meninggalkan perusahaan.


"Sebenarnya pak Gerwyn lebih cocok dengan Nona Lisa dari pada wanita muda itu. Mereka seperti kakak adik." ucap Wanita yang duduk di kursi panjang.


Tiba-tiba Staf wanita yang menggantikan Vano lewat.


"Kalian mau bekerja atau menggosip?"


Semua nya langsung bubar.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga. Sophia dan Gerwyn memasuki rumah yang sangat megah itu.


"Ini yakin rumah nya kak Bibi mas? Ini sangat besar sekali." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.


"Kamu suka rumah besar seperti ini?" tanya Gerwyn.


"Hum aku suka banget mas, tapi aku tidak ingin tinggal di rumah seperti ini karena membersihkan nya pasti sangat lelah sekali." ucap Sophia.


Gerwyn tersenyum.


"Gerwyn, akhirnya kamu sampai juga." ucap bibi yang datang menyambut mereka.


Mereka bersalaman.


"Kamu ikut juga? Tumben banget? apa jangan-jangan Sekarang Gerwyn tidak mau meninggalkan istri nya karena takut di ambil orang lain?" ucap bibi.


Gerwyn memukul Bibi dengan tangan nya di bagian perut.


Sophia tertawa.


"Kebetulan aku tadi di kantor mas Gerwyn, sekalian saja ikut, karena ingin tau juga ayah nys kakak seperti apa." ucap Sophia.


"Yah seperti ayah pada umumnya." ucap Ayah nya Bibi datang.


Gerwyn menyalim tangan pria yang sudah lanjut usia, kelihatan nya Masih sangat sehat dan berbadan besar sama seperti Bibi.


"Sophia, akhirnya kamu datang juga ke sini. Kamu lebih cantik asli yah." ucap Ayah nya Bibi.


"Terimakasih Om. Tapi om kok sudah kenal saya?" tanya Sophia.


"Ya iyalah om kenal kamu, kedua pria ini tidak berhenti membahas kamu dan memperebutkan kamu." ucap ayah Bibi.


Sophia melihat Gerwyn dan juga Bibi. Ternyata di balik sifat cool, Maco dan tegas ada sifat kekanak-kanakan.


"Tapi nyata nya Gerwyn lebih tampan, dan akhirnya dia yang mendapat kan si gadis cantik."


Sophi tersenyum.


"Eh ada Tamu? Ayo masuk, kok gak masuk di ajak duduk?" tanya ibu nya Bibi.


"Oh iya Sophia kenalin ini Ibu ku. wanita paling cantik di dunia ini." ucap bibi.


Sophia tersenyum dia menyalim tangan Ibunya Bibi.

__ADS_1


"Anak ibu memang suka berbicara aneh-aneh, ayo masuk."


__ADS_2