
Akhirnya tidak beberapa lama Sophia pulang.
"Makasih sudah nganterin aku yah. Kamu hati-hati di jalan." ucap Sophia pada teman nya.
"Iyah sama-sama, byeee." teman nya mengendari motor nya meninggalkan rumah Gerwyn. Sophia melihat rumah sudah sepi dia langsung masuk begitu saja.
Di langsung ke kamar dan mengisi daya ponsel nya, namun tiba-tiba Gerwyn masuk ke dalam kamar.
"Loh bapak belum tidur?" tanya Sophia kaget.
"Kamu dari mana saja? kenapa tidak bisa di hubungi?" tanya Gerwyn. Sophia Membuka ponsel nya sudah banyak pesan masuk dari Gerwyn. Mendengar kan pesan suara.
"Seperti nya bapak sangat mengkhawatirkan aku." ucap Sophia. "Berhenti bercanda! Saya pikir kamu sudah di telan oleh Dunia." ucap Gerwyn.
"Aku minta maaf karena pulang larut malam tidak mengabari bapak.". "Dari mana kamu?" tanya Gerwyn.
"Kamu menyiapkan tugas bersama sampai larut malam, Belum lagi aku harus membantu Hena menyiapkan tugas nya karena dia tidak bisa datang." ucap Sophia.
Gerwyn menghela nafas panjang.
"Lain kali kalau Keluar beri tahu saya kemana pun kamu pergi." Ucap Gerwyn.
"Apa Bapak takut saya kenapa-kenapa?" tanya Sophia.
"Jangan kepedean kamu, Ano selalu bertanya kamu kemana, dia mengira kalau saya mengusir kamu." ucap Gerwyn.
Sophia langsung memasang Cemberut ketika Gerwyn menjadikan Ano alasan, karena Sophia mengira suami nya kah yang mengkhawatirkan dirinya.
"Kamu mandi lah dan setelah itu tidur. Saya masih ada kerjaan yang belum selesai." ucap Gerwyn langsung keluar dari kamar itu.
"Huff dia hanya bisa marah, marah dan terus marah. Aku Capek coba saja dia berbicara dengan nada yang baik bukan seperti itu dan memasang wajah datar." ucap Sophia.
Gerwyn duduk di kursi meja kerja nya. Dia bisa fokus setelah Sophia sudah di rumah dengan selamat.
Tidak terasa sudah jam 12 malam Sophia tidak bisa tidur karena Gerwyn belum balik ke kamar.. "Pak Gerwyn kemana sih? Kenapa dia belum kembali juga ke kamar?" batin Sophia.
Dia keluar melihat di ruang tamu tidak ada siapa-siapa dia sudah bisa pastikan kalau Gerwyn ada di ruangan kerjanya.
"Permisi pak." Sophia masuk pelan-pelan dia melihat Gerwyn yang ketiduran di atas kursi nya.
"Kok malah ketiduran di sini sih?" batin Sophia. Dia menutup laptop Gerwyn dan merapikan meja, namun tiba-tiba Gerwyn terbangun.
__ADS_1
"Maaf aku membangun kan Bapak." ucap Sophia. Gerwyn melihat jam sudah tengah malam.
"Kenapa kamu belum tidur? Kenapa kamu bisa di sini?" tanya Gerwyn.
Sophia mau menjawab namun tiba-tiba Gerwyn memegang tangan Sophia. "Ayo tidur, maaf aku ketiduran di sini karena menyelesaikan pekerjaan." ucap Gerwyn menarik tangan Sophia.
"Ada apa dengan jantung ku? Dia berdetak sangat cepat ketika pak Gerwyn berbicara dengan nada yang lembut dan tidak kasar. Kali ini dia merasakan genggaman Gerwyn yang lembut.
Setelah di kamar mata Gerwyn masih setengah terbuka, karena dia sangat mengantuk mungkin belum sadar seratus persen.
"Tidur yah." ucap Gerwyn menyuruh Sophia naik ke kasur duluan, menyelimuti nya dan dia naik Juga. Baru saja naik ke atas kasur dia langsung tidur dengan nyenyak.
Sophia menarik tangan Gerwyn agar dia bisa masuk kepelukan Gerwyn. Setelah dia bisa mencium wangi badan Gerwyn dia mulai nyaman dan akhirnya tertidur.
Keesokan harinya Sophia bangun lebih awal. Dia langsung di suguhkan pemandangan yang indah menurut nya yaitu wajah tampan suami nya itu.
"Ternyata pak Gerwyn wajah polos dan juga tidur terlihat sangat tampan dan terlihat sangat kalem." batin Sophia dia memegang alis Gerwyn yang sangat rapi. Turun ke hidung dan juga ke bibir Gerwyn yang merah bagaikan wanita.
Namun tiba-tiba Jari Sophia di gigit oleh Gerwyn.
"Ssstt, bapak sudah bangun?" ucap Sophia kaget.
"Saya sangat mengantuk, jangan ganggu saya dulu." ucap Gerwyn. sambil mempererat pelukannya pada Sophia.
Gerwyn membuka mata nya.
"Kemana kamu hari ini?" tanya Mile.
"Saya masuk magang hari ini Pak, ada apa?" tanya Sophia.
Gerwyn menghela nafas panjang.
"Kamu tidak tidur semalaman, lebih baik hari ini kamu libur." ucap Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Magang ku hanya sebentar lagi, aku tidak mau membuat nilai ku jelek." ucap Sophia. "Lepaskan aku," ucap Sophia berontak namun Gerwyn tetap menahan nya.
Dia mencium aroma rambut Sophia.
"Rambut kamu sangat Wangi, kamu pakai sampo apa? Rambut kamu juga sangat lembut." ucap Gerwyn memegang rambut Sophia.
"Aku memakai shampo biasa, bapak jangan mencoba mengalihkan perhatian ku, aku Akan tetap pergi dan masak." ucap Sophia.
__ADS_1
"Jangan lupa masak untuk suami mu ini juga, kamu harus melihat ini." ucap Gerwyn mengambil kotak makanan yang belum bersih memberikan nya pada Sophia.
"Habis kan?" ucap Gerwyn. Sophia mengangguk.
"Kamu bilang kalau itu habis, kamu harus masak tiap hari dan mengantar kan ke kantor saya." ucap Gerwyn.
Sophia menghela nafas panjang.
"Baiklah." ucap Sophia dia pun membawa bekal makanan itu keluar. Dia senyum melihat bekal itu kosong.
Namun sebelum ke dapur dia membangun Ano dulu, setelah menyiapkan pakaian Ano dia pun baru bisa masak. Kali ini dia Masak sama Bibik biar tidak lama.
Sudah jam Tujuh pagi Ano pun berangkat ke sekolah di anter oleh supir. Sementara Sophia siap-siap mau berangkat magang. Dia sudah siap namun Gerwyn belum juga bangun.
"Mau sampai jam berapa dia tidur? " ucap Sophia. Dia ngambil tas nya mau keluar namun tiba-tiba terhenti.
Dia pun membangun kan Gerwyn.
"Pak, pak, aku akan berangkat." ucap Sophia. Gerwyn terbangun dia melihat Sophia sudah rapi.
"Saya sudah bilang untuk libur lah sehari." ucap Gerwyn.
"Tidak bisa pak." ucap Sophia. Gerwyn menghela nafas panjang.
"Kamu tidak ingin menemani saya?" tanya Gerwyn, Sophia kebingungan, karena tumben-tumbenan Gerwyn seperti itu.
"Aku akan berangkat." Sophia pun langsung pergi.
"Huff begini lah kalau menikah dengan gadis yang masih sekolah." ucap Gerwyn. Dia kembali menarik selimut nya dan tidur.
Hari ini dia tidak Akan kemana-mana karena tidak ada jadwal apa pun.
Sudah siang hari. Gerwyn meminta Vano datang ke rumah.
Tidak beberapa lama Ano datang kebetulan Gerwyn lagi makan siang.
"Kamu tidak mau makan? Ini sangat enak." ucap Gerwyn.
"Terimakasih pak, saya sudah makan." ucap Vano.
Vano pun menunggu di ruang tamu. Tidak beberapa lama Gerwyn datang.
__ADS_1
"Ada apa dengan wajah seperti itu? Seperti nya ada masalah? kamu ribut lagi dengan papah kamu?" tanya Gerwyn sambil duduk di sofa depan Gerwyn.