
"Aku kehilangan semua yang ku punya selain Ano. Aku tidak ingin mengalami itu lagi." ucap Sophia sambil menangis.
"Jangan berfikir seperti itu Sayang, saya akan selalu ada di sini untuk kamu, tidak akan kemana-mana. Setia untuk kamu." ucap Gerwyn.
Sophia mendekap suami nya begitu erat.
"Tok!! Tok!! tok!!" Suara ketukan pintu membuat mereka terkejut dan langsung melepaskan pelukannya.
Gerwyn membuka pintu.
Dia melihat Lisa di Balik pintu. "Ada apa?" tanya Gerwyn, Sophia turun dari kasur melihat ada Lisa. "Aku mengganggu yah? Maafin aku." ucap Lisa.
"Kamu mau apa?" tanya Gerwyn.
"Aku mau membahas pekerjaan dengan kamu. Besok pagi aku sangat membutuhkan nya, sekalian aku juga mau pinjam laptop kamu boleh?" tanya Lisa.
Gerwyn baru ingat ada pekerjaan yang harus di diskusikan Oleh mereka berdua. "Kamu bisa memakai laptop yang tidak saya pakai di ruangan kerja saya." ucap Gerwyn.
"Loh laptop kamu yang biasa mana? Di sana juga banyak file yang harus di siapkan." ucap Lisa.
"Di pakai oleh istri saya." ucap Gerwyn.
Lisa menghela nafas panjang. "Kamu ke ruangan kerja saya terlebih dahulu. Saya akan segera menyusul." ucap Gerwyn.
"Aku penakut, aku tidak mau kalau sendirian ke sana, aku mau barengan saja." ucap Lisa. Gerwyn menghela nafas panjang.
Dia mengambil jubahnya agar tidak kedinginan dan juga tas kerja nya.
"Kamu tidur duluan yah sayang." ucap Gerwyn mencium kening Sophia dan meninggalkan nya. Lisa tersenyum sambil mengikuti Gerwyn.
"Nyebelin banget sih! Dasar wanita pelakor!" kata-kata jahat keluar dari mulut Sophia karena sangat greget. "Coba saja kalau tidak masalah pekerjaan, aku tidak akan membiarkan nya." ucap Sophia.
__ADS_1
"Akhirnya kita bisa kerja berdua lagi yah, kamu ingat gak waktu kita pacaran berada di ruangan seperti ini?" ucap Lisa berdiri di samping Gerwyn yang sibuk memeriksa laptop nya.
"Aku ingin mengulangi masa-masa itu, aku rasa kamu juga pasti sangat merindukan aku kan?" ucap Lisa. Gerwyn hanya diam saja.
"Kamu tidak perlu berpura-pura tidak perduli, aku tau kok kalau kamu dengan Sophia pasti kurang puas, anak kecil seperti dia tidak akan bisa membuat kamu puas." ucap Lisa.
Gerwyn tetap diam seakan tidak perduli. "Kamu lihat aku dulu." ucap Lisa menutup laptop Gerwyn dan memegang dagu Gerwyn agar melihat ke arah nya.
"Aku bisa melihat nya kok, kamu tidak perlu berbohong. Aku bisa membantu kamu kok."ucap Lisa. Gerwyn melepaskan tangan Lisa.
"Kamu ingin bekerja atau tidak? Kalau tidak kamu bisa keluar, saya bisa melakukan nya sendiri!" ucap Gerwyn.
"Galak banget sih sayang. Tidak perlu menahan diri seperti ini." ucap Lisa, dia menyentuh leher Gerwyn. Gerwyn mengawas kan Tangan Lisa dengan kasar.
"Keluar saya bilang!" ucap Gerwyn. "Aku tidak ingin keluar. Aku ingin di sini menemani kamu." ucap Lisa.
"Jangan mencoba mengungkit masa lalu Lisa! saya sudah melupakan nya. Kamu yang meninggal saya." ucap Gerwyn.
"Kamu bilang pada ku kamu hanya mencintai aku. Dan aku segala nya bagi kamu. Namun kamu sama sekali tidak pernah meluangkan waktu dengan ku, kamu selalu sibuk bekerja." ucap Lisa.
Gerwyn diam.
"Aku kurang kasih sayang dan pada akhirnya ada pria yang memberikan yang aku butuhkan. Namun ternyata aku salah aku hanya menjadikan dia pelampiasan. Aku menyesal sudah meninggal kan kamu." Ucap Lisa.
Gerwyn tertawa kecil. Lisa meletakkan telapak tangan nya di dada Gerwyn. "Hanya aku wanita yang bisa membuat kamu nyaman. Tidak ada yang lain, aku tau itu." ucap Lisa.
"Saya sudah memiliki Sophia, dia jauh lebih baik dari kamu, dia setia dan juga sayang kepada saya dan juga mamah." ucap Gerwyn.
"Kamu berbohong. Kamu tidak berani mengatakan itu menatap mata ku." ucap Lisa. "Kalau bukan karena mantan pacar kamu yang bernama Mona. Mungkin aku sudah kembali bersama kamu. Dia mengancam ku ketika mau kembali kepada kamu." ucap Lisa.
"Jangan membahas masa lalu Lisa. Ketika seseorang sudah memilih pergi dari hidup saya. Saya tidak akan pernah menerima nya kembali kecuali istri saya." ucap Gerwyn.
__ADS_1
"Kamu harus tau itu adalah prinsip hidup saya!" ucap Gerwyn. Lisa tersenyum dia mendekati wajah Gerwyn.
"Tapi aku harus merubah prinsip kamu itu." ucap Lisa. Gerwyn menjauhkan wajahnya dari Lisa. Dia menatap Lisa dengan tatapan tajam.
"Wanita murahan seperti kamu tidak pantas berada di sisi saya, kalau bukan karena orang tua kamu dan orang tua saya. Tidak akan mungkin kamu bisa di rumah saya saat ini." ucap Gerwyn.
"Rumah ini adalah rumah aku juga. Aku masih ingat kata-kata kamu kalau kamu bilang mau membeli rumah ini untuk kita setelah menikah." ucap Lisa lagi.
"Itu dulu Lisa!" ucap Gerwyn mulai emosi. Lisa tersenyum.
"Jangan emosi sayang." ucap Lisa memeluk Gerwyn. Gerwyn di berikan pelukan tidak menolak sama sekali.
Dia sangat suka pelukan Lisa karena menurut nya itu sangat nyaman itu sebab nya Lisa tau cara menenangkan Gerwyn.
Lisa duduk di pangkuan Gerwyn. "Apa yang kamu lakukan Lisa? Menjauh dari saya!" ucap Gerwyn.
"Aku akan membuat kamu rileks malam ini." ucap Alisa dengan Suara yang begitu lembut di telinga Gerwyn.
Di kamar Sophia sama sekali tidak bisa tidur. "Aku tidak bisa membiarkan ini begitu saja, aku harus di sana, karena Lisa tidak boleh di kasih peluang." ucap Sophia.
Dia mengambil buku dan berjalan ke arah ruang kerja suami nya.
"Huff aku tidak boleh membiarkan nya." ucap Sophia mau membuka pintu namun tiba-tiba Ano lewat. "Loh Ano kok kamu belum tidur?" tanya Sophia.
"Aku habis minum Mbak. Aku mau masuk ke kamar, mbak ngapain di sana?" tanya Ano.
"Oohh ini Mbak mau melihat kak Gerwyn kerja. Kamu masuk gih." ucap Sophia. Ano menganguk dia pun masuk ke dalam kamar nya.
Sophia Melihat pintu. "Aku masuk gak yah? Soalnya kalau mas Gerwyn bekerja tidak akan fokus kalau ada aku di sana, dia bisa tidak tidur kalau tidak menyiapkan nya malam ini." batin Sophia.
"Tapi aku tidak bisa membiarkan Mereka berduaan di dalam. Walaupun mas Gerwyn sudah membenci nya, Lisa wanita yang licik, dia pasti melakukan apapun demi mendapatkan apa yang dia mau." batin Sophia.
__ADS_1
"Di tambah lagi mas Gerwyn adalah Pria normal." ucap Sophia.
Dia memegang handle pintu. "Lebih baik aku tidak perlu mengganggu nya, aku harus percaya pada mas Gerwyn." ucap nya melepaskan tangan nya dari handle pintu.