
"Aku tidak berfikir seperti itu. Aku hanya sangat merasa bersalah." ucap Vano menenangkan Hena. "Kamu jijik kan sama aku? Kamu membenci aku kan?" ucap Hena. Vano menggeleng kan kepala nya.
"Aku mencintai kamu, aku hanya tidak berfikir pada perasaan kamu saat itu, Maaf kan saya." ucap Vano. Mereka pun berpelukan..Hena selalu Overthinking dengan hubungan nya.
Keesokan harinya Sophia dan Riki baru saja keluar dari kelas nya, Ujian baru saja selesai. "Sophia bagaimana keadaan kamu?" tanya Riki menahan tangan Sophia.
"Sudah baik kok Ki, terimakasih yah sudah mau membantu ku." ucap Sophia. "Iyah sama-sama. Nih tadi aku Minta Mamah ku masak bubur khusus untuk kamu. Kamu makan yah." ucap Riki.
"Kamu serius? Kebetulan sekali aku pengen cari bubur, namun kamu tau sendiri di sini tidak ada yang jual Bubur." ucap Sophia.
"Bagus deh kalau begitu, kamu harus menghabiskan ini." ucap Riki. "Kamu makan Pakai apa?" tanya Sophia.
"Aku bawa Bekal juga. Tapi sambal Ayam, kamu mau?" ucap Riki. Sophia menggeleng kan kepala nya.
Mereka pun makan di depan kelas bersama. "Seperti nya Hena belum keluar dari kelas nya yah." ucap Sophia. Riki hanya diam Sophia memerhatikan Vano.
"Kamu dengan Hena masih belum saling berbicara?" tanya Sophia. Riki menggeleng kan kepala nya.
"Kamu yang sabar yah Ki. Mungkin bukan jodoh kamu bersama Hena." ucap Sophia. "Aku sudah ikhlas kok. Aku bahagia kalau dia bahagia. Walaupun dia tidak bersama ku." ucap Riki.
Sophia tersenyum. "Dia berpacaran dengan sekretaris Pak Gerwyn. Mereka saling mencintai. Aku harap kamu bisa mengiklas kan dia." ucap Sophia.
"Insya Allah aku iklas kok. Hanya saja sekarang terasa sangat canggung sekali, aku hanya ingin kita berteman seperti kemarin-kemarin nya lagi. Seperti nya dia membenciku." ucap Riki.
"Siapa bilang aku membenci kamu?" Hena tidak berdiri di depan mereka berdua yang enak Makan. Riki kaget Sophia tersenyum.
"Aku tidak membenci mu, justru aku yang merasa tidak enak karena aku sudah mengabaikan kamu waktu itu Tampa menjelaskan apapun." ucap Hena.
"Kamu serius tidak membenci ku? Kita bisa berteman seperti kemarin lagi kan?" tanya Riki. Hena menganguk sambil tersenyum.
Riki tersenyum.
"Boleh ikut gabung makan gak?" tanya Hena.
"Boleh kok." jawab Sophia. Mereka pun makan sama-sama kebetulan Hena juga sudah membeli makanan dari kantin.
__ADS_1
"Sophia." panggil wali kelasnya. Sophia berdiri. "Iyah Bu?" jawab Sophia.
"Kepala sekolah manggil kamu, setelah selesai Makan kamu langsung ke kantor yah." ucap guru. "Baik Bu." jawab Sophia.
"Ada apa Sophia? Kenapa tiba-tiba di panggil ke kantor? Ada masalah apa?" tanya Hena. Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Ya udah kalau begitu aku ke kantor dulu yah." ucap Sophia. "Loh bubur nya gak di abisin?" Tanya Riki. "Aku akan menghabis kan nya nanti." ucap Sophia sambil menutup Bekal dan memasukkan ke dalam tas nya.
"Tok!! Tok!! Tok!!
"Masuk!"
"Permisi Pak. Apa bapak memanggil saya?" tanya Sophia pada kepala sekolah yang menunggu nya.
"Iyah benar, silahkan duduk." ucap Kepala sekolah. Sophia duduk di depan kepala sekolah itu.
"Beberapa Guru sudah mendengar kalau kamu sudah menikah, dan kemarin ada teman kamu yang melihat kamu Keluar dari klinik sehingga mereka mengatakan kamu hamil. Apa itu benar?" tanya kepala sekolah.
"Apa pak kepala sekolah tidak tau tentang aku dengan mas Gerwyn? Bukan nya mas Gerwyn cukup dekat dengan nya?" batin Sophia.
"Kenapa kamu diam saja? Jawab pertanyaan bapak." ucap Kepala sekolah.
"Oohh begitu. Bapak tidak mau karena satu murid nama sekolah ini jadi jelek." ucap pak kepala sekolah.
Sophia meminta maaf. Tidak beberapa lama akhirnya dia keluar.
"Apa yang terjadi Sophia?" tanya Hena.
"Guru sudah mendengar rumor aku menikah dan mereka salah paham karena melihat aku keluar dari klinik." ucap Sophia.
"Loh bukannya guru-guru sudah tau tentang kamu?" tanya Hena. "Nah itu dia yang membuat aku heran Hena." ucap Sophia.
"Ya udah deh kita pulang saja yok. Kamu juga harus istirahat, abaikan saja itu." ucap Hena. "Riki mana?" tanya Sophia. "Dia sudah pulang duluan karena orang tua nya." ucap Hena.
Mereka pun keluar dari sekolah itu. Namun setelah sampai di tempat Sophia dia kaget melihat Mertua nya menunggu di depan pintu.
__ADS_1
"Mamah kenapa bisa tau aku di sini?" tanya Sophia. Bu Linda melihat Sophia hampir menangis namun dia tersenyum.
Sophia menatap Hena.
"Kamu yang memberi tahu pada Mamah?" ucap Sophia.
"Bu Linda hanya ingin bertemu dan melihat keadaan kamu." ucap Hena.
"Aku sudah bilang jangan beritahu siapa pun, aku akan kembali sendiri kalau aku mau. Kamu tidak bisa di percaya." ucap Sophia mendorong Hena yang mencoba menjelaskan.
Dia meninggal pintu kamar itu. Namun Hena menahan nya.
"Bu Linda khawatir pada kamu, aku juga mengkhawatirkan kamu untuk tinggal sendirian di sini." ucap Hena.
"Sophia. Kamu pasti marah sama mamah, mamah minta maaf." ucap Bu Linda. Sophia terdiam sejenak. "Kalau bukan mamah yang mengajak Lisa menginap d rumah, semua nya tidak akan seperti ini." ucap Bu Linda.
Sophia memutar badan nya dia menatap Bu Linda.
"Ini tidak Salah Mamah. Mamah tidak tau apa-apa." ucap Sophia.
Bu Linda mendekati Sophia. "Mamah sangat mengkhawatirkan kamu, Mamah tidak bisa tenang." ucap Bu Linda.
Sophia tiba-tiba menangis ketika Bu Linda memegang tangan nya.
"Maafin aku Mah." ucap Sophia langsung memeluk mertua nya itu. Hanya Mertua nya tempat pengaduan dia satu-satunya sekarang.
Dia tidak bisa mengabaikan mertua nya itu.
"Kamu tidak salah nak. Maafin Gerwyn. Mamah paham kok apa yang kamu rasakan. Mamah sangat malu atas perbuatan Gerwyn dan Lisa." ucap Bu Linda.
Mereka pun masuk ke dalam. "Mamah dengar kamu sakit dari Hena. Apa kamu sudah berobat?" tanya Bu Linda.
"Sudah kok mah, Mamah jangan terlalu mengkhawatirkan aku." ucap Sophia. Bu Linda mengelus Rambut Sophia.
"Mamah tidak Akan memaksa kamu untuk pulang ke rumah, mamah juga tidak memaksa kamu untuk berbaikan dengan Gerwyn. Namun Mamah harap kamu jangan marah terlalu lama. Segera lah cari jalan keluar dari masalah kalian berdua." ucap Bu Linda.
__ADS_1
"Iyah Mah, aku mengerti kok." ucap Sophia. Bu Linda tersenyum. "Ano mana? Apa dia belum pulang?" tanya Bu Linda.
"Seperti nya belum mah, nanti kalau pulang dia akan di jemput gojek, aku tidak bisa menjemput nya sendiri." ucap Sophia.