Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Siapa kah wanita yang bersama Om Davit?


__ADS_3

Vano dan juga Enjel baru saja sampai di hotel yang lagi banyak pengunjung. Mereka ingin menikmati hidangan yang sering di bicarakan oleh orang-orang di sana.


"Kamu kok tau tempat ini sih? Sebelum nya sudah pernah bawa seseorang ke sini yah?" tanya Enjel. Vano menggeleng kan kepala nya.


"Lalu kenapa kelihatan nya kamu sering ke sini? bahkan kamu tau aja tempat yang sangat nyaman di sini duduk di Mana." ucap Enjel.


Vano mengingat beberapa Minggu yang kak terakhir kali dia mengikuti papah nya dengan Hena ke sini. Wajar saja jika dia tau.


"Sudah ayo nikmati makanan nya, kamu sendiri yang memilih ke sini." ucap Vano. Enjel mengangguk.


"Van, kamu berfikir gak sih untuk mencari pendamping hidup?" tanya Enjel. "Humm ada sih, tapi tidak terlalu juga karena aku ingin lebih fokus memperbaiki diri sendiri." ucap Vano.


"Wahh keinginan kamu Bagus juga yah." ucap Enjel.


"Lalu kamu sendiri bagaimana?" tanya Vano.


"Kalau aku sih ingin cepat punya pendamping hidup, tapi belum ketemu," ucap Enjel.


"Loh kamu sendiri yang salah, kenapa saat punya pacar kamu tinggal kan dia." ucap Vano.


"Itu jangan di bahas lagi, soalnya aku bukan hanya ingin pacaran saja, aku ingin memiliki hubungan yang pasti-pasti saja. Aku sudah bosan pacaran, aku ingin mencari yang serius saja yang menerima aku apa adanya. Aku lelah harus bekerja setiap hari hanya untuk kebutuhan diri sendiri." ucap Enjel.


"Huff papah sama. mamah kamu kaya, kamu juga bekerja di perusahaan papah kamu sendiri, bekerja atau tidak bekerja kamu Akan mempunyai uang." ucap Vano.


"Hummm... Kamu sok tau banget papah ku seperti apa, papah ku itu sama orang lain baik banget, giliran sama anak sendiri perhitungan banget." ucap Enjel. Vano tersenyum.


"Mereka melakukan itu demi kebaikan kamu juga. Bukti nya sekarang kamu bisa bertemu dengan orang-orang hebat, kamu juga mempunyai wawasan yang banyak, bisa bekerja dan mendapatkan posisi yang terbaik di perusahaan papah kamu walaupun tanggung jawab nya Tinggi sekali." ucap Vano.


Enjel tersenyum.


"Oh iya aku belum pernah mendengar kamu menyukai seseorang, apa kamu pernah menyukai seseorang Gak? Atau jangan-jangan kamu belum move on dari mantan kamu yang semasa kuliah itu?" tanya Enjel.


"Sudah lah tidak perlu di bahas lagi." ucap Vano.


"Kan iya gak bisa melupakan masa lalu." ucap Enjel. Vano tersenyum.

__ADS_1


"Humm bagaimana kalau aku bantuin kamu melupakan sesuatu yang membuat kamu trauma untuk membangun sebuah hubungan?" tanya Enjel.


"Bagaimana cara nya?" tanya Vano.


"Kencan Buta. Kamu akan berkenalan dengan wanita yang cantik dan juga baik, kalau merasa Cocok kalian akan menjalin hubungan." ucap Enjel.


"Jangan aneh-aneh deh, Kalau pak Gerwyn tau dia pasti akan sangat marah." ucap Vano.


"Kenapa hidup kamu berkaitan Sama Om Gerwyn sih? Kalian hanya sebatas atasan dan bawahan. Jadi masalah asmara atau urusan pribadi kamu tidak ada hubungan nya dengan Om Gerwyn." ucap Enjel.


Vano Menghela nafas panjang.


"Kamu benar juga sih. Tapi aku tidak mau melakukan ide konyol kamu itu." ucap Vano.


"Humm terserah kamu saja. Kalau kamu mau jomblo dan selalu kesepian selama nya." ucap Enjel.


"Kenapa aku harus kesepian? Aku ada banyak teman-teman di kantor, bahkan mereka sangat baik sekali dan juga ada kamu yang bakalan aku gangguin terus." ucap Vano.


Enjel Menghela nafas panjang.


"Huff sangat sulit berbicara dengan kamu. Pokoknya aku gak mau tau kamu harus ngaterin aku ke rumah Mamah kamu Besok." ucap Enjel.


"Kenapa hanya tiga hari?" tanya Vano. Enjel tertawa kecil.


"Jadi kamu nya berapa?" tanya Enjel.


"Hummm Mamah sangat senang ketika kamu datang, jadi aku ingin kamu bisa lama di sana, aku akan membayar kamu sesuai yang kamu minta." ucap Vano.


"Kamu tidak bisa membayar aku." ucap Enjel.


"Berapa yang kamu minta? Aku akan membayar nya." ucap Vano.


"500 juta dalam jangka waktu satu Minggu." ucap Enjel. "Baiklah aku akan membayar nya." ucap vano, Enjel tertawa.


"Aku hanya bercanda saja. Aku tidak bisa lama-lama sesuai keinginan ku karena papah pasti membutuhkan aku di sana." ucap Enjel.

__ADS_1


Vano terlihat sangat Sedih.


"Tapi ketika aku mempunyai waktu luang aku akan datang menemaninya teman ku yang sedang sedih ini." ucap Enjel. Vano memegang tangan Enjel yang di pundak nya.


"Tidak ada satu pun yang mengerti aku selain kamu, tidak ada yang bisa menghibur saya selain kamu juga. Kamu yang mau mengurus orang tua ku dalam keadaan seperti ini. Bagaimana bisa saya biar kan kamu pergi." ucap Vano.


Enjel tersenyum.


Namun dia terkejut karena melihat Om Davit datang bersama wanita.


"Van lihat deh itu bukan nya om Davit?" tanya Enjel. Vano langsung melihat ke arah tunjuk Enjel. Dan benar saja om Davit datang dengan wanita yang cantik sekali sangat muda bahkan mereka sangat romantis memesan meja yang dekorasi nya sangat romantis.


"Apa Om Davit selingkuh lagi dari Hena?" tanya Enjel. Vano tidak mengerti, dia pun mengambil foto diam-diam begitu juga dengan Enjel.


Enjel mengirimkan pada Sophia.


"Siapa yang ngirim pesan sayang?" tanya Gerwyn.


"Ini mas, Enjel ngirim foto kalau mereka sedang satu restoran dengan Om Davit serta ada wanita cantik bersama nya." ucap Sophia.


"Sudah tidak perlu di respon, kamu tidak perlu ikut campur." ucap Gerwyn, Sophia mengangguk dia juga pusing harus memikirkan itu.


"Enjel dari Dulu sangat perduli dari keluarga itu wajar lah dia sekarang seperti itu." ucap Gerwyn.


"Humm menurut mas Enjel suka yah sama Vano?" tanya Sophia. Gerwyn mengangguk.


"Namun dia tidak bisa jujur karena dia tau kalau Vano belum bisa move on, belum lagi kalau saya melarang dia untuk berpacaran." ucap Gerwyn.


"Oohh begitu yah." ucap Sophia. Gerwyn mengangguk.


"Tapi kalau di lihat-lihat, Vano seperti nya sudah mempunyai Gadis incaran nya sendiri deh mas, aku sih berfikir nya seperti itu, tapi aku tidak tau pasti nya seperti apa." ucap Sophia.


"Nih Makan." ucap Gerwyn menyuapi istri nya.


setelah selesai makan mereka memandangi Danau yang begitu luas itu.

__ADS_1


"Aku sebelum nya tidak pernah berfikir kalau aku akan bisa menikah dengan idola ku sendiri. Dan bisa bersama sampai sekarang. Tapi Tuhan sangat baik pada ku walaupun sebelumnya banyak sekali cobaan." ucap Sophia.


"Jangan di bahas lagi, kamu membuat saya sangat merasa bersalah." ucap Gerwyn.


__ADS_2