Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Sudah hari H


__ADS_3

Ano tidak ingin mbak nya tambah marah akhirnya dia pun langsung ke kamar mandi mencuci tangan dan kaki nya dan makan ke ruang tamu.


Sophia baru saja Selesai membersihkan dapur, dia ke ruang tamu namun makanan yang di pesan nya tadi masih utuh tidak ada berkurang sama sekali karena dia memesan cukup banyak.


"No! Ano." panggil Sophia.


Sophia mencari ke kamar namun tidak ada ternyata dia duduk di luar.


"Ano! Apa yang kamu lakukan di sana? Kenapa tidak makan kata nya lapar." ucap Sophia. Ano hanya diam saja.


"Ayo buruan makan!" ajak Sophia.


Mereka pun akhirnya makan berdua tanpa perbicangan sama sekali.


Setelah itu Ano tidur sementara Sophia tidak bisa tidur sama sekali.


Tiba-tiba dia kefikiran sudah empat hari ini Gerwyn tidak bertemu dengan nya, Gerwyn juga tidak menghubungi nya sama sekali.


"Ada apa sebenarnya yang terjadi? kenapa jadi begitu senyap? Apa jalan-jalan pernikahan di batal." ucap Sophia.


"Tapi tidak mungkin, uang nya sudah banyak aku pakai, dia pasti tidak mau Rugi." batin Sophia.


Keesokan harinya Sophia tidak ke sekolah namun mencari Gerwyn. Mencari ke apartemen nya tidak ada di sana.


Dengan nekat dia pun ke rumah Gerwyn.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai dia langsung menekan bel rumah.


"Iyah! Siapa yah pagi-pagi seperti ini datang bertamu?" ucap Bu Linda sambil membuka pintu.


Dia seketika menghela nafas panjang melihat Sophia di Balik pintu.


"Apa lagi sih anak kecil kamu ke sini? Kamu masih berharap anak saya menikah dengan Anak seperti kamu?"


"Bukan itu Tante, saya datang ke sini mau menanyakan di mana keberadaan calon suami saya?" tanya Sophia.


"Kamu tidak perlu tahu! Kamu sudah di tinggal kan oleh nya." ucap Bu Linda.


Sophia menghela nafas panjang.


"Anak Tante sangat mencintai saya, tidak mungkin dia meninggal kan saya begitu saja."


"Ada apa kamu ke sini?" tanya pria yang baru saja datang dan ternyata itu adalah Gerwyn.


"Akhirnya kamu pulang juga nak, lebih baik usir anak kecil ini dari sini, Mamah tidak suka melihat nya." ucap bum Linda.


"Mamah masuk saja, aku mau bicara sama dia!" ucap Gerwyn.

__ADS_1


"Usir dia!" ucap buk Linda dan setelah itu pergi.


Gerwyn menatap Sophia.


"Kenapa kamu datang ke sini? Apa uang yang saya berikan sudah habis?"


Sophia menghela nafas panjang.


"Sudah lah tidak mungkin aku membahas soal pernikahan, lebih baik dia tidak ingat sama sekali." batin Sophia.


"Saya permisi pamit pulang." ucap Sophia. Dia mau pergi namun tiba-tiba di tahan oleh Gerwyn.


"Jelas kan siapa pria yang sering kamu temui itu!" ucap Gerwyn.


"Dia kekasih Saya!"


"Kekasih yah? Sungguh pasangan yang cocok, tapi saya mau kamu memutuskan dia!" ucap Gerwyn.


Sophia menggeleng kan kepala nya sambil melepas kan tangan Gerwyn.


"Tidak bisa Pak, saya minta maaf,"


"Kamu Akan segera menikah dengan saya, namun kamu berpacaran di luar sana."


"Saya tidak pernah protes bapak berpacaran dengan Mbak Okta, jadi jangan ikut campur tentang hal pribadi saya." ucap Sophia.


"Lepas kan pak, sakit!"


"Kamu pasti berfikir kalau saya tidak mengingat kamu lagi kan? Itu sebabnya kamu ke sini. Dan ternyata kamu sangat ingin menikah dengan saya." ucap Gerwyn.


"Besok kita harus menikah!" ucap Gerwyn sambil melepaskan rahang Sophia.


"Tidak bisa seperti itu dong Pak, saya tidak mau secepat itu." ucap Sophia.


"Tidak ada pilihan lain, saya sudah mengirimkan surat ijin libur ke sekolah kamu dan semua nya sudah selesai, undangan sudah tersebar." ucap Gerwyn.


Sophia tidak tau kalau undangan sudah di sebar.


"Kamu harus menginap di sini," Sophia sudah sangat kebingungan mau bagaimana lagi.


Dan tanpa aba-aba dari gerwyn dia harus menikah mendadak dan sama sekali dia tidak suka.


"Ikuti saya!" Gerwyn masuk, Sophia hanya mengikuti dari belakang.


Bu Linda yang di ruang tamu hanya menghela nafas panjang.


"Ini kamar kamu!" ucap Gerwyn. Gerwyn pun meninggalkan Sophia. Kedua bodyguard Gerwyn mendekati Sophia.

__ADS_1


"Oh iya Mbak seperti ini dekorasi pelaminan, acara yang Akan di laksanakan cukup singkat, dan juga tamu hanya orang-orang tertentu saja yang di undang."


Semua nya di jelas kan oleh bodyguard itu pada Sophia sampai dia paham.


Keesokan harinya Sophia sedang asyik tidur namun pintu ada yang mengetuk dia langsung bangun dan melihat di depan sudah ramai-ramai.


"Ada apa ini?" tanya Sophia.


Namun Sophia Langsung di bawa masuk Tampa Ijin mereka menyuruh Sophia mandi dan setelah itu di make up.


"Ya Allah ini serius kah aku akan menikah dengan pria yang tidak ku cinta? Apa benar aku akan menikah dengan cara seperti ini, aku tidak menginginkan pernikahan ini." batin Sophia.


Tidak beberapa lama dia ketiduran di kasur sambil di rias terus.


"Bagaimana?" tanya buk Linda yang memantau ke kamar langsung.


Dia melihat Sophia yang di Rias sampai selesai.


"Kenapa Kalian membuat nya semakin cantik? Saya tidak suka!" ucap Bu Linda.


"Kenapa buk? Justru ibu bangga karena memiliki menantu yang cantik." ucap perias.


"Huff lanjut kan saja lah," ucap Bu Linda.


"Ada apa lagi sih Mah? Kenapa Mamah cemberut seperti itu, Mamah sudah sangat cantik loh." ucap Gerwyn pada Mamah nya.


"Huff tidak ada! Mamah hanya tidak habis pikir kamu sudah besar dan sudah bisa memilih pasangan hidup kamu sendiri, apa pun yang kamu lakukan Mamah selalu mendukung nya walaupun ibu tidak suka pada pasangan kamu." ucap Bu Linda.


Gerwyn tersenyum.


"Sudah lah Mah, bukan nya ini adalah keinginan Mamah agar aku cepat menikah dan memberikan Cucu pada Mamah."


Mereka pun ke gedung pernikahan terlebih dahulu, sementara Sophia diiringi oleh pengawal Gerwyn yang cukup banyak.


Sophia terbangun dia sudah sangat cantik, dia mengenakan gaun putih yang pas di badan nya serta sepatu tinggi yang Cocok pada nya.


Bunga-bunga yang bergantung di rambut Sophia Membuat nya semakin elegan dan cantik.


"Mbak Sangat cantik sekali." ucap perias memuji Sophia yang tidak ada tersenyum.


"Senyum dong mbak biar tambah cantik." ucap perias itu lagi.


Sophia sama sekali tidak bisa tersenyum dia hanya diam sambil melihat pantulan Wajah nya di cermin.


"Ano! Bagaimana dengan adik saya?" ucap Sophia Langsung.


"Tenang mbak, sebagian dari kami sedang menjemput Adik mbak ke sini." ucap pengawal.

__ADS_1


Sophia terdiam. "Apa yang harus saya jelaskan pada nya kalau dia bertanya?" batin Sophia.


__ADS_2