Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Apakah Sophia akan menjemput Gerwyn dari penjara?


__ADS_3

Buk Linda baru saja keluar dari kamar dia melihat Sophia yang sedang berbicara dengan Pria yang tidak di kenal nya.


"Siapa pria itu? Apa itu adalah kakak Sophia? Ah tidak mungkin mereka tidak mirip sama sekali, lagian seperti nya pria itu masih anak kuliah dari style nya saja kelihatan." batin Buk Linda.


Namun ternyata Nani juga baru datang dia tidak menginap di sana melainkan pulang ke rumah nya.


Nani berprofesi sebagai tangan kanan Buk Linda untuk mengurus semua usaha nya, mulai dari butik, pabrik plastik dan banyak lagi yang harus di handle oleh Nani sehingga dia jarang mempunyai waktu untuk Buk Nani.


Namun karena buk Linda tidak ada di rumah, dia pun berniat bekerja dari rumah saja tanpa turun ke lapangan. .


"Permisi." sapa Nani karena Sophia dan Adit tidak menyadari kedatangan nya."Iyah silahkan masuk." ucap Sophia.


Nani langsung menghampiri buk Linda.


"Buk seperti nya hari ini Ibu harus ke butik, pelanggan kita ingin sekali bertemu dengan ibu, mereka juga menawarkan membuat majalah tentang butik ini sangat bagus untuk promosikan butik." ucap Nani.


"Ibu tau, maka nya ibu siap-siap sekarang." ucap buk Nani dia sudah rapi.


"Ibu mau menemui kak Gerwyn? Jangan bawa dia ke sini yah buk, aku gak mau." ucap Ano.


Buk Linda tersenyum.


"Enggak kok sayang, ibu gak akan bawa dia sebelum dia menebus kesalahannya." ucap buk Linda mengelus kepala Ano.


"Ya udah kamu jagain mbak Sophia di rumah yah, ini ada kerjaan sebentar di luar." ucap buk Linda.


"Loh Tante, Nani! Mau kemana sudah rapi?" tanya Sophia.


"Tante ada kerjaan sebentar." ucap buk Linda.


"Oohhh. Ya udah hati-hati yah Tante."


Buk Linda menoleh ke arah Adit.


"Kenalin Tante nama Saya Adit. Saya menjenguk Sophia ke sini."


"Bagus lah Untung kamu di sini jadi Tante bisa pergi dengan tenang. Sophia belum sembuh total Tante masih khawatir, kalau bisa sebelum Tante datang jagain Sophia yah."


Siap Tante. Kebetulan hari ini saya libur." ucap Adit.

__ADS_1


Sophia menyalim tangan mertua nya berganti an dengan Adit dan Setelah itu buk Linda pergi.


Vano di kantor sudah pusing karena banyak pekerjaan yang terbengkalai karena Gerwyn di dalam penjara.


"Pak Vano di luar ada klien mencari bapak." ucap sekretaris Vano.


"Suruh saja masuk."


"Permisi Pak Vano, saya mau bertanya bagaimana kejelasan kerjasama kita? Kalau seperti ini kesempatan ini akan saya berikan pada orang lain." ucap Pria berbadan tinggi pakaian rapi wajah sangat tegas.


"Maaf kan saya Pak, saya tidak bisa memutuskan nya, kita tunggu Pak Gerwyn kembali dari luar negeri yah." ucap Vano.


"Saya mempunyai banyak pekerjaan, kalau memang tidak ada niat lebih baik kita berhenti saja." ucap pria itu dan setelah itu pergi.


Sudah sangat banyak klien yang kecewa karena Gerwyn tidak menghadiri rapat, meeting. Vano sudah berusaha untuk mengatur semua nya namun menjadi asisten sekaligus bos tidak lah mudah.


"Aaarggghh!!! ini tidak bisa di biarkan aku yang akan pingsan seperti ini, pak Gerwyn harus segera keluar dari penjara." ucap Vano.


"Halo Cindi tolong siap kan uang menebus pak Gerwyn." ucap Vano menelpon bendahara Perusahaan Gerwyn.


"Baik Pak, saya akan segera ke sana." ucap Cindi.


Cindi dengan Vano sudah berada di kantor polisi. Sebelum membayar Vano perlu persetujuan Bos nya dulu.


"Maaf kan saya pak, saya datang ke sini tidak ada ijin dari bapak, namun saya datang ke sini membawa uang untuk menebus bapak dari sini. Perusahaan sangat membutuhkan bapak sudah banyak yang kecewa karena bapak tidak datang." ucap Vano.


"Jadi guna nya kamu di sana untuk apa? Saya membayar kamu mahal untuk bisa di andalkan, kalau tidak bisa lebih baik kamu mengundurkan diri!" ucap Gerwyn marah.


"Bukan seperti itu pak, saya sudah mencoba namun ini harus berhadapan dengan bapak langsung. Hari ini Bapak harus keluar dari sini." ucap Vano.


Gerwyn menumbuk wajah Vano sampai mengeluarkan darah.


"Saya sudah bilang berapa kali, saya tidak akan keluar dari sini kalau bukan istri saya yang menjemput." ucap Gerwyn.


Polisi langsung menenangkan Gerwyn.


"Ini demi kebaikan bapak pak, saya mohon sebelum semua orang tau, nama bapak akan semakin rusak."


"Keluar dari sini! Pergi!" suara Gerwyn memenuhi ruangan itu.

__ADS_1


Polisi membawa Gerwyn kembali ke kurungan nya.


"Sudah lah pak, jangan di paksain, saya tau niat bapak baik tapi bapak tau sendiri bukan sekali ini pak Gerwyn seperti ini, setelah kepergian ayah nya dia harus menanggung depresi yang sangat parah." ucap Cindi.


Akhirnya mereka pun pulang dengan kepala yang sangat pusing, Vano hanya takut semua waktu yang di habiskan Gerwyn selama ini habis begitu saja hanya karena masalah ini. Gerwyn sudah menghabiskan banyak waktu untuk karier nya yang sekarang.


Gerwyn di dalam sel dia termenung.


"Aku tidak ingin seperti pria itu, aku tidak ingin, aku bukan pembunuh aku tidak pembunuh seperti dia, aku akan bertanggung jawab." ucap Gerwyn sambil menangis.


Di malam hari di Club.


Hena sedang duduk bersama tamu-tamu namun tiba-tiba Mami nya memanggil Hena.


"Iyah ada apa Mi?" tanya Hena menyusul mami ke ruangan nya.


"Mami mendengar isu kalau Gerwyn sedang dalam Penjara, apa itu benar?" tanya Mami.


Hena menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak tau Mi, emang mami dengar dari siapa?" tanya Hena.


"Biasa dari Siska, kamu tau sendiri dia sangat mengagumi Gerwyn, dia pasti tau apa yang terjadi pada Gerwyn." ucap Mami.


"Oohhh begitu, aku kurang tau sih mi."


"Lalu apa dia tau karena apa pak Gerwyn di dalam penjara?" tanya Hena.


"Dia gak bilang apa-apa sih. Mungkin karena narkoba. Tebakan Mami seperti itu."


"Lalu bagaimana dengan Sophia sekarang? Apa dia tidak ada niat mau bermain ke sini lagi? Dia masih bisa mencari uang tambahan dari sini, Masih banyak Tamu yang bertanya tentang dia." ucap Mami.


"Akhir-akhir dia sibuk magang, mengurus Adik dan suami nya, bahkan sangat jarang berkabar pada ku." ucap Hena.


"Oohh ya udah kalau begitu, semoga saja hubungan nya dengan Gerwyn baik-baik saja." ucap Mami.


Hena tersenyum dia pun ijin untuk keluar.


"Huff siska benar-benar anjing pelacak Gerwyn, sungguh tau saja apa yang terjadi." ucap Hena.

__ADS_1


Dia melihat Siska yang baru saja keluar dengan om-om.


"Humm sudah wajah pas-pasan, berharap sekali pada pak Gerwyn." ucap Hena


__ADS_2