
"Apa yang harus ku lakukan? Apa aku harus menjawab nya? Aku sangat segan." batin Sophia, namun dia juga tidak enak mengabaikan nya akhirnya dia menjawab.
"Iyah Halo Tante." jawab Sophia. "Loh kok kamu yang jawab Sophia? Suami kamu mana nak?" tanya Buk Linda.
"Humm ada kerjaan sebentar Tante." ucap Sophia.
"Kamu berarti sedang bersama dia yah? Kok ponsel nya bisa sama kamu." ucap buk Linda.
"Kebetulan aku lagi di kantor Mas Gerwyn Tante." ucap Sophia. "Loh kamu gak Magang?" tanya buk Linda. Sophia terdiam sejenak.
"Sudah siap Tante, aku sekarang lagi libur jadi bebas bisa ke sini nganterin Makan Siang untuk mas Gerwyn." ucap Sophia.
"Oohhh begitu." ucap Tante Linda.
"Oh iya Tante mau ngabarin kalau besok Tante sudah pulang ke Jakarta. Tapi tidak bisa lama-lama, Tante hanya melepaskan rindu melihat kalian saja." ucap buk Linda.
"Baik Tante, nanti Aku akan menyampaikan pada Mas Gerwyn. "Baiklah nak, kamu jaga kesehatan sampai jumpa besok." ucap buk Linda dan langsung menutup telepon.
Sophia Menghela nafas panjang. "Huff badan ku seketika panas dingin." ucap Nya. Setelah selesai menelpon dia duduk di sofa sambil melihat pesan masuk di ponsel nya.
"Sophia kamu di mana? saya di depan rumah kamu sekarang." isi pesan dari Frans.
"Ya ampun kak Frans ngapain sih." ucap nya.
Sophia langsung menelpon.
"Halo kak, kenapa kakak bisa di sana? Aku sedang tidak di rumah." ucap Sophia.
"Tadi Ano pulang sama saya. Oh iya kamu bisa pulang sekarang gak? Saya ada sesuatu untuk kamu." ucap Frans.
"Tapi lokasi ku sangat Jauh." ucap Sophia.
"Saya akan menunggu kalau begitu." ucap Frans.
"Baiklah saya ke sana sekarang." ucap Sophia Langsung pergi meninggalkan kantor Gerwyn. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.
Sophia turun dari mobil dia dia melihat Frans yang duduk sendirian di depan rumah. "Nih untuk kamu dari Mamah." ucap Frans. Sophia duduk di depan Frans.
"Apa ini kak?" tanya Sophia. "Ambil dan buka lah kamu pasti tau." ucap Frans.
Sophia membuka nya.
Ternyata isinya dress yang cantik.
"Dress? Untuk apa kak?" tanya Sophia.
"Mamah mau mengajak kamu Menemani dia ke acara pernikahan Anak teman nya Minggu depan." ucap Frans.
__ADS_1
"Tapi aku tidak bisa kak." ucap Sophia.
"Kenapa kamu langsung menolaknya? Apa kamu tidak bisa mengusahakan nya? Mamah sudah sangat berharap kamu ikut." ucap Frans.
"Bukan nya aku tidak mau aku, hanya saja aku tidak bisa libur Bekerja sembarangan, Pak Gerwyn Akan marah besar pada ku." ucap Sophia.
"Acara nya malam hari, kamu jangan khawatir acara nya juga dekat sini, mamah saya akan Senang kalau kamu ikut." ucap Gerwyn.
Sophia menghela nafas panjang.
"Mau yah Sophia, saya mohon." ucap Frans.
Sophia tetap masih ragu.
"Aku akan mengabari kakak besok. Aku belum janji kalau aku bisa pergi." ucap Sophia.
"Tapi saya berharap kamu mau pergi." ucap Frans.
Sophia hanya diam.
"Ya sudah kalau begitu saya pamit pulang dulu yah, terimakasih." ucap Frans sambil tersenyum.
Sophia Mengangguk.
"Oh iya Enjelita bersama Ano di dalam, kata nya mereka mau melukis sama-sama, nanti Papah nya Akan datang menjemput ke sini, gak apa-apa kan?" tanya Frans.
Frans pun pergi meninggalkan rumah nya itu.
Sophia duduk melihat dress itu. "Kenapa jadi seperti ini Sih? Kenapa menurut ku Mamah nya kak Frans berharap lebih pada ku? Apa yang harus aku lakukan." batin Sophia.
Tiba-tiba ponsel nya berdering.
"Kamu ada di mana? Kenapa keluar dari kantor tidak mengabari saya?" tanya Gerwyn.
"Aku minta maaf Mas, aku tadi buru-buru karena Ano sama temen nya di rumah, aku tidak bisa lama-lama di sana." ucap Sophia.
"Oohh, ya udah kalau begitu. Saya hanya khawatir kamu kemana." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.
"Oh iya mas, tadi Tante nelpon kalau dia besok Balik ke Jakarta." ucap Sophia.
"Kamu serius?" tanya Gerwyn, Sophia mengangguk.
"Ya udah kalau begitu kamu belanja yah." ucap Sophia menginyakan.
Setelah selesai menelpon dia masuk ke dalam, namun hampir lupa saja kalau dress nya Masih di atas meja.
"Selamat Siang Non." sapa Bibik.
__ADS_1
"Siang juga Bik." jawab Sophia.
"Hari ini kita belanja keperluan dapur yah Bik, dan juga semua kesukaan Tante Linda karena besok dia sudah datang ke sini." ucap Sophia.
"Masa iya non? Saya sudah Rindu banget sama ibu." ucap Bibik, Sophia tersenyum.
"Kalau yang lain minta mereka untuk menata dan membersihkan rumah sampai rapi yah agar Tante Linda tidak pusing melihat nya." ucap Sophia.
"Baik non. Kami Akan melakukan nya." ucap Bibik dengan semangat, Sophia tersenyum.
"Ya udah kalau begitu saya ke kamar Ano sebentar yah Bik." ucap Sophia.
"Ano.." panggil Sophia sambil membuka pintu kamar..Dan ternyata mereka sedang ada di balkon.
"Enjel! Kamu disini? Tumben-tumbenan sekali." ucap Sophia.
"Aku sama Enjel janji untuk melukis sama-sama, karena rumah Enjel jauh nanti kak Gerwyn juga marah aku di sana akhirnya aku mengajak nya ke sini." ucap Ano.
"Oohhh, ya udah kalau begitu." ucap Sophia. Enjel hanya tersenyum Saja.
"Ano ikut mbak sebentar." ucap Sophia. Ano mengikuti Sophia Keluar.
"Ada apa mbak?" tanya Ano.
"Kamu kenapa membawa cewek lain ke rumah? Kamu jangan melakukan yang aneh-aneh yah!" ucap Sophia.
"Mbak ngomong apa sih? Aku sama Enjel hanya main-main saja. Anggap saja ini sebagai Pdkt ku dengan nye, kami baru saja baikan." ucap Ano.
"Kamu sungguh pria yang hebat, padahal awalnya dia sangat membenci kamu." ucap Sophia. "Mbak harus salut sama ku." ucap Ano dengan sombong.
Sophia seketika memasang wajah sombong juga karena lucu mendengar Adik nya itu.
"Ano buruan dong, aku sudah mau siap, kamu Masih setengah." ucap Enjel. "Tuh si Enjel udah manggil, bagus lah Kalian Akur-akur saja, mbak mau belanja karena Besok Buk Linda datang." ucap Sophia.
"Sungguh? Wahh pasti bawa banyak oleh-oleh." ucap Ano.
Sophia tersenyum.
"Kamu hanya memikirkan oleh-oleh saja." ucap Sophia. Ano terkekeh.
"Ya udah mbak pergi dulu yah, byee..." ucap Sophia. sia pun meninggalkan Ano.
Hari yang cukup melelahkan, Sophia baru saja selesai beres-beres jam tujuh malam dia langsung ke kamar Membuka pakaian nya dan berendam di dalam bak mandi agar penat nya hilang.
"Aaaaa Air nya sangat hangat," ucap nya. Perlahan dia membuka mata nya seketika dia terkejut melihat suaminya sudah berdiri di dekat bak mandi.
"Apa yang mas lakukan di sini?" tanya Sophia kaget langsung meringkuk.
__ADS_1