Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Sophia meninggalkan rumah


__ADS_3

"Tapi aku tidak bisa membiarkan Mereka berduaan di dalam. Walaupun mas Gerwyn sudah membenci nya, Lisa wanita yang licik, dia pasti melakukan apapun demi mendapatkan apa yang dia mau." batin Sophia.


"Di tambah lagi mas Gerwyn adalah Pria normal." ucap Sophia.


Dia memegang handle pintu. "Lebih baik aku tidak perlu mengganggu nya, aku harus percaya pada mas Gerwyn." ucap nya melepaskan tangan nya dari handle pintu.


Di dalam Lisa sudah membuka kancing baju tidur Gerwyn. Gerwyn yang sudah mulai terlena dengan sentuhan Lisa, rayuan yang begitu dia suka.


Tiba-tiba Gerwyn mengangangkat Lisa ke atas Meja. Tidak sengaja barang jatuh dari atas. Sophia yang mau pergi terkejut .


"Apa itu?" ucap Sophia kaget, dia langsung membuka pintu perlahan. Dia masuk dan sangat kaget melihat suami nya dan Lisa sudah saling berciuman.


Sophia lama terdiam jantung nya bagaikan di tusuk panah. Badan nya lemas. Tiba-tiba buku yang di tangan nya jatuh. Gerwyn dan Lisa terkejut dia melihat Sophia di sana Gerwyn menghentikan ciumannya.


"Ma-mas Gerwyn.." Suara Sophia sangat bergemetar sekali.


"Sophia.. Sophia kamu jangan salah paham." ucap Gerwyn.


Namun Sophia sudah menangis tanpa suara, dia meninggal Kan ruangan itu.


"Kamu mau kemana?" tanya Lisa menarik tangan Gerwyn yang mau pergi. "Lepas kan!" ucap Gerwyn melepaskan tangan nya dengan kasar sehingga Lisa kesakitan.


"Sophia! Sophia." Gerwyn mengejar ke kamar namun pintu langsung di kunci oleh Sophia dari dalam. "Buka pintu nya Sophia. Saya mohon. Saya bisa menjelaskan nya." ucap Gerwyn.


Sophia menangis di Balik pintu dia duduk di lantai.


"Aku sudah sangat percaya sama kamu mas, kenapa kamu tega melakukan ini?" ucap Sophia sambil terus menangis.


Dia tidak bisa mengatakan apapun, dia tidak berdaya hati nya sangat hancur dia hanya bisa menangis di Balik pintu.


"Gerwyn untuk apa kamu mengemis pada dia? Dia wanita yang tidak tau diri." ucap Lisa. "Diam kamu! Sekarang kamu pergi dari sini!" ucap Gerwyn.


"Aku tidak mau, aku mau sama kamu." ucap Lisa.

__ADS_1


"Kamu sengaja melakukan ini kan? kamu ingin menghancurkan hubungan saya dengan istri saya kan?" ucap Gerwyn.


"Karena hanya aku yang mencintai kamu Gerwyn, aku ingin kamu menjadi milik ku " ucap Lisa. "Kamu sungguh wanita tidak mempunyai hati. Keluar dari sini." ucap Gerwyn.


"Keluar!" ucap Gerwyn saat Lisa mau memegang tangan Gerwyn. "Ini sudah tengah malam, aku tidak mungkin keluar jam segini." ucap Lisa.


"Saya tidak perduli! Kamu mau keluar sendiri atau saua meminta security menarik kamu keluar." ucap gerwyn.


"Sebaiknya aku pergi. Gerwyn sangat marah mana mungkin aku bisa bersama nya kalau seperti ini." ucap Lisa.


"Baiklah aku akan keluar." ucap Lisa. Lisa mencium pipi Gerwyn. "Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan kamu!" ucap Lisa.


Gerwyn menatap tajam, namun Lisa hanya tersenyum saja. Setelah itu dia pun keluar dari sana.


Dia mau ke kamar Bu Linda Ijin.


"Lebih baik aku tidak perlu ijin, aku tidak ingin dia tau hal ini." ucap Lisa akhirnya dia pun memilih untuk tidak pamit.


Gerwyn mengetuk pintu namun Sophia tidak merespon dia.


Dia bersandar ke pintu. "Mungkin kamu sudah tidur Sophia. Maafin saya, kamu harus tidur nyenyak malam ini." ucap Gerwyn.


Sophia pindah ke kasur, dia memeluk bantal guling nya dan menutupi badan nya dengan selimut, Air mata nya tidak mau berhenti.


Gerwyn sama sekali tidak bisa tidur. Dia berdiri duduk, mondar-mandir dia sangat khawatir dengan rumah tangga nya untuk saat ini.


Keesokan harinya Bu Linda bangun namun melihat rumah sangat sepi sekali.


"Loh Sophia mana? Biasanya jam segini dia pasti masak, kali ini saya bangun pagi mana mungkin jam segini di ke sekolah." batin Bu Linda.


Dia membuat susu tulang namun tiba-tiba Gelas nya jatuh.


"Ya ampun kenapa saya sangat ceroboh sekali." dia menggerutu pada diri nya sendiri dia membersihkan semua pecahan itu.

__ADS_1


"Kenapa saya tiba-tiba kefikiran Sophia yah? Padahal satu rumah. Ah sudahlah mungkin saya sudah terbiasa melihat nya bangun tidur kali ini tidak." ucap Bu Linda.


Dia membuat Susu yang baru. Dia bersantai di Meja ruang tamu namun sudah satu jam dia duduk di sana tidak ada tanda-tanda orang datang.


"Kemana semua orang? Kenapa tidak satu pun yang bangun?" ucap Bu Linda. Dia mau ke kamar Anak nya di lantai atas namun dia tidak enak Jika ke kamar langsung.


Dia pun melihat ke kamar Tamu tempat tidur Lisa sebelum nya.


"Lisa." panggil Bu Linda sambil membuka pintu namun dia kaget melihat tidak ada Lisa dikamar. Bu Linda keluar dia memberanikan diri ke atas.


"Gerwyn! kenapa kamu tidur di lantai?" tanya Bu Linda. Gerwyn tiba-tiba terbangun. "Sophia!" ucap Gerwyn. "Ini ibu bukan Sophia, kenapa kamu tidur di situ?" tanya Bu Linda.


"Aku tidak sadar bisa di sini, seperti nya aku mimpi." ucap Gerwyn, dia duduk namun baru sadar dia menggunakan selimut.


"Ini selimut dari mamah?" tanya Gerwyn. "Mamah baru saja datang. "Ayo bangun kan istri kamu, bukan nya dia harus ujian hari ini? Mamah tunggu di luar." ucap Bu Linda.


"Bangun. kan Sophia? Tidak biasa nya Sophia bangun telat." ucap Gerwyn dengan polos nya.


Namun tiba-tiba dia teringat kejadian tadi malam membuat nya langsung bangun dan mencoba membuka pintu kamar.


Akhirnya terbuka juga. "Sophia saya minta ma..." kata-kata Nya terhenti karena tidak melihat siapapun di sana.


"Sayang.. Sophia.." panggil Gerwyn. Dia melihat pakaian dan juga tas tidak ada. "Seperti nya dia sudah pergi ke sekolah. Namun ini Masih sangat pagi." ucap Gerwyn.


Dia ke kamar Ano berharap Ano Masih di sana, dia menarik selimut karena berfikir itu adalah Ano dan ternyata bantal guling.


"Sophia membawa Ano pergi sepagi ini?" ucap Gerwyn.


Namun tiba-tiba dia berfikir kalau Sophia minggat, dia memeriksa baju Ano dia tidak tau berkurang atau tidak dia melihat ke kamar nya lagi.


Melihat baju istri nya sedikit berantakan membuat kepala nya pusing, rasa takut, kekhawatiran, bersalah dan semua nya campur aduk.


"Gerwyn kamu mau kemana sudah rapi Saja? Ano sama Sophia kenapa belum turun?" tanya Bu Linda melihat Gerwyn sudah rapi.

__ADS_1


"Mereka sudah pergi terlebih dahulu mah, aku pamit dulu yah." ucap Bu Linda. Bu Linda terdiam, dia sangat heran sekali.


"Kenapa semua orang tidak ada di rumah?" ucap Bu Linda.


__ADS_2