
"Lupakan masa lalu Lisa, aku sudah menemukan pendamping ku, tidak ada gunanya untuk mengingat itu." ucap Gerwyn.
Lisa menangis. "Aku sangat mencintai kamu Gerwyn, hati ku sangat hancur melihat kamu bersama Sophia." ucap Lisa.
"Kamu harus menerima semua nya, karena kamu yang meninggal kan aku terlebih dahulu." ucap Gerwyn.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai, Gerwyn mau turun dari mobil namun tiba-tiba Lisa menarik tangan nya.
"Aku mohon kembali lah kepada ku, aku belum bisa melupakan kamu." ucap Lisa. Gerwyn melepaskan tangan Lisa. "Aku minta maaf Lisa." ucap Gerwyn dia pun langsung keluar dan di sambut hangat oleh Orang yang sudah menunggu nya.
"Selamat Siang Pak. Ini data-data yang bapak minta." ucap Vano. "Terimakasih banyak Vano." ucap Gerwyn. Mereka pun masuk ke dalam.
Sementara Sophia dan Bibi juga baru sampai di studio. Kebetulan hari libur lumayan sepi. "Wahh ternyata luas juga yah." ucap Sophia.
Mereka semakin masuk ke dalam. Sophia tidak bisa menahan rasa penasaran nya.
"Ingin mengambil foto?" tanya Bibi. Sophia menganguk. Bibi mengeluarkan ponsel nya.
"Jangan lupa Kirim ke aku yah Kak." ucap Sophia. Bibi menganguk. "Kamu lihat-lihat saja dulu, saya akan membeli minuman." ucap Bibi. Sophia menganguk.
Bibi mengirim kan foto Sophia pada Gerwyn.
"Untuk saat ini aku yang akan mengambil Alih posisi mu, semangat bekerja nya." isi pesan Bibi pada Gerwyn.
Gerwyn yang tengah fokus mendengar kan persentase di depan tiba-tiba mendapat notifikasi dia langsung membuka nya.
Dia melihat foto istri nya dia senyum-senyum sendiri. Lisa tidak sengaja bisa melihat nya dia merasa sangat kesal sekali.
Gerwyn membaca pesan dari Bibi.
"Jangan berani-berani nya kamu berfikir untuk bisa mendapatkan posisi ku!" balas Gerwyn memasang emoticon marah.
"Tapi untuk sekarang kita impas bukan? Kamu bersama Lisa, dan aku di sini bersama Sophia." balas Bibi lagi.
"Berhenti bermain-main Bibi!" balas Gerwyn lagi. Bibi tidak berhenti membuat Gerwyn panas.
"Pak Gerwyn! Pak.."
"Iyah ada apa?" tanya Gerwyn.
__ADS_1
"Bagaimana menurut bapak rancangan kita ini?" tanya Ketua meeting.
"Sekretaris saya akan mengurus nya, saya ada pekerjaan mendadak." ucap Gerwyn langsung meninggalkan ruangan itu.
Vano kebingungan, namun dia langsung mengambil alih tugas bos nya.
"Minum lah terlebih dahulu, kamu pasti kehausan." ucap Bibi memberikan Air minum pada Sophia. "Terimakasih kak." ucap Sophia.
Mereka duduk di kursi taman. "Ternyata tempat ini jauh lebih Bagus dari pada Melihat di foto." ucap Sophia. Bibi tersenyum.
"Pembangun studio ini adalah almarhum papah nya suami kamu." ucap Bibi. "Hah! sungguh? Kakak tidak berbohong?" tanya Sophia.
"Humm.." jawab Bibi.
"Ternyata Masih banyak yah yang tidak kamu tau tentang keluarga kamu sendiri." ucap Bibi.
"Banyak sih, tapi tidak ada gunanya aku ingin tau." ucap Sophia. Bibi tersenyum.
"Mungkin karena ini kamu sampai sekarang tidak tau kalau sebenarnya Ayah mu yang membunuh Mertua kamu sendiri." batin Bibi.
"Sayang..." Ucap Gerwyn. "Loh kok mas di sini? Kerjaan nya sudah selesai?" tanya Sophia kaget. Gerwyn melihat Bibi. Bibi hanya bisa pura-pura tidak terjadi apa-apa.
"Kak aku pulang duluan yah, Makasih sudah mau menemani aku." ucap Sophia.
"Tidak perlu ijin kepada nya!" ucap Gerwyn, Sophia kebingungan namun dia harus mengikuti suaminya itu.
Bibi tersenyum.
"Sudah seharusnya memang seperti itu. Karena Lisa tidak boleh di kasih peluang." ucap Bibi.
"Semoga langgeng teman ku." ucap Bibi.
"Kamu gak jadi kerja nya mas?" tanya Sophia. "Sudah selesai kok, ayo buruan masuk sebelum wartawan melihat kita." ucap Gerwyn. Sophia langsung masuk Gerwyn mengendarai mobil nya meninggal kan studio itu.
"Lain kali kalau pergi dengan Bibi tidak perlu mau!" ucap Gerwyn. "Loh kenapa mas? Kak Bibi dengan baik hati mau nganterin aku." ucap Sophia.
"Tapi dia ada maksud lain sama kamu." ucap Gerwyn. Sophia tertawa. "Apa kamu cemburu lagi?" tanya Sophia. Gerwyn diam.
"Aku dengan kak Bibi sudah seperti saudara, untuk apa ma cemburu ." ucap Sophia.
__ADS_1
"Pokoknya kamu tidak boleh pergi dengan dia lagi." ucap Gerwyn.
"Baiklah mas. Lalu sekarang Lisa di mana?" tanya Sophia. "Kenapa ku bertanya dia? Bukan kah lebih baik dia tidak ada." ucap Gerwyn.
"Kalau mamah tau mas meninggalkan nya, Mamah pasti akan sangat marah." ucap Sophia.
"Sudah lah tidak perlu memikirkan dia, dia bisa pulang sendiri." ucap Gerwyn. Sophia menghela nafas panjang.
"Sekarang kita mau kemana?" tanya Sophia.
"Saya belum minum kopi, kita mencari cafe dulu untuk minum." ucap Gerwyn. Sophia menganguk.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di Cafe yang bagi Sophia sangat tidak asing sekali.
"Kamu yakin mau minum di sini?" tanya Sophia. Gerwyn mengangguk. "Saya tidak jarang minum di sini. Kalau saya lewat sini saya pasti singgah." ucap Gerwyn. Sophia terdiam.
"Ayo turun." ajak Gerwyn. Sophia Menggeleng kan kepala nya.
"Aku tunggu di dalam mobil saja yah, aku sangat lelah karena berkeliling tadi." ucap Sophia. "Baiklah kalau begitu saya tidak akan lama di dalam sana." ucap Gerwyn.
Gerwyn pun masuk ke dalam. "Mas Gerwyn sering sini? apa itu arti nya dia juga sering bertemu dengan Adit waktu bekerja di sini." batin Sophia.
Sophia melihat ke arah Cafe itu. Dia mengingat setiap ada waktu dia pasti akan singgah di sini untuk menemui mantan kekasih nya dulu. Namun sekarang tempat ini hanya sebuah kenangan.
Dia mengingat betapa sedihnya perpisahan mereka dulu, Air mata nya tiba-tiba keluar. "Apa dia Masih mengingat ku? Aku yakin dia pasti sudah menemukan wanita yang lebih dari aku." ucap Sophia.
"Kenapa aku berfikir ini tiba-tiba? Aku tidak boleh mengingat nya, aku sudah memiliki mas Gerwyn." ucap Sophia.
"Namun kamu begitu sulit untuk di lupakan Adit, rasa sakit, rindu, bercampur di dada ku. Entah mengapa aku merasa kamu sedang tidak baik di sana, aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja." ucap Sophia.
Tiba-tiba teman akrab Adit keluar dari cafe itu ramai-ramai.
"Apa sekarang mereka tau Kabar Adit?" ucap Sophia dia mau turun namun sudah keburu Gerwyn Keluar dari Cafe itu.
Sophia menghentikan Niat nya untuk keluar dari mobil.
"Maaf sudah membuat kamu menunggu lama, nih Kopi untuk kamu." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.
"Terimakasih yah mas." ucap Sophia.. Gerwyn menganguk. "Kita langsung pulang yah." ucap Gerwyn. "Humm boleh berhenti di mall gak mas? Aku ingin membeli beberapa keperluan ku." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum sambil mengangguk.
__ADS_1