Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 296


__ADS_3

"Ayo Makan sama-sama." Mereka pun makan. Bibi dan juga orang tua Yana sangat dekat sekali sehingga membuat Bibi kagum kepada Bibi.


Sifat nya yang humoris, dan juga keramahan serta sangat pintar mencari perhatian kedua orang tua nya.


Diam-diam juga Bibi membuat Yana baper karena Bibi menuang kan Air minum di saat dia batuk, memberikan tisu karena bibir Yana berantakan dan juga memberikan lauk kepada Yana.


Orang tua nya tidak melihat itu karena fokus bercerita. Suasana makan malam jadi lebih hangat karena ada Bibi. Biasanya hanya diam dan tidak ada pembicaraan.


Tidak beberapa lama mereka selesai makan.


"Saya bantuin yah." ucap Bibi kepada Yana yang mau merapikan meja makan.


"Tidak perlu, aku bisa melakukan nya sendiri." ucap Yana. Tiba-tiba Bibi di panggil oleh orang tua Yana.


Bibi dan orang tua Yana cukup berbicara kan banyak hal.


"Oh iya Om saya boleh berbicara dengan Yana sebentar?" tanya Bibi melihat Yana hendak naik ke atas.


Yana Kaget mendengar itu dia berhenti, dia sangat takut orang tua nya marah.


"Hanya sebentar saja om, saya tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh." ucap Bibi.


Papah Yana menoleh ke arah putri nya.


"Kamu Temanin Bibi sebentar yah nak, Papah sama mamah mau istirahat dulu." ucap papah nya.


Yana semakin kaget mendengar jawaban papah nya. Bahkan ekspresi nya sangat biasa saja.


"Iya Pah." ucap Yana.


"Kamu sama Yana dulu yah, om dan Tante istirahat. Terimakasih sudah mau datang makan malam di sini." ucap papah nya menepuk pundak Bibi.


"Saya yang harus mengucapkan terimakasih Om,Tante." ucap Bibi. Mereka pun pergi meninggalkan Bibi.


"Kamu kenapa berdiri saja di sana? Ayo duduk. Tenang saja saya tidak akan melakukan hal yang jahat." ucap Bibi.


Yana duduk di Sofa depan Bibi.


"Apa yang kamu katakan kepada orang tua sehingga mereka mengijinkan kamu berbicara dengan ku dan di undang makan malam." ucap Yana.


"Humm Mungkin karena saya tampan." ucap Bibi. "Aku serius.. Ini adalah pertama kalinya Papah tersenyum ramah kepada Pria yang datang ke rumah ini." ucap Yana.

__ADS_1


"Oh iya saya datang sekalian mau memberikan nya ini sama kamu, saya segan memberikan nya di depan orang tua kamu." ucap Bibi.


"Apa ini?" tanya Yana menerima paper bag dari Bibi.


Setelah di buka ternyata isinya pita rambut.


"Wahhh ini bagus sekali." ucap Yana tersenyum.. Melihat Yana tersenyum membuat Bibi senang.


"Saya suka melihat kamu memakai pita, namun dari pertemuan pertama dan juga sampai sekarang ku menggunakan pita yang sama." ucap Bibi.


"Yang lain nya sudah rusak, Hanya satu yang bagus. Aku tidak bisa keluar mencari yang baru karena aku di larang keluar rumah." ucap Yana.


"Humm bagaimana kalau besok saya membawa kamu keluar?" tanya Bibi.


"Jangan berfikir itu bisa, Papah akan marah besar." ucap Yana. "Saya akan mencoba membujuk nya." ucap bibi. Yana bingung harus menjawab apa.


"Ini sudah malam saya harus pulang, orang tua saya juga sedang menunggu di rumah." ucap Bibi.


"Pulang? Ini masih jam delapan malam, kenapa begitu cepat?" tanya Yana seakan Tidak ingin Bibi pergi.


"Hmmm maksud ku, kita baru saja berbicara. Kesempatan ini tidak mungkin datang dua kali..Kamu juga belum mengatakan apa yang kamu bilang kepada orang tua ku sehingga mereka terlihat Dekat dengan kamu." ucap Yana.


"Apa kamu beneran ingin tau?" tanya Bibi. Yana menganguk.


Yana terdiam dia menatap Bibi.


"Kamu pasti bercanda." ucap Yana. "Aku tidak bercanda, aku serius, aku ingin menikah dengan kamu." ucap Bibi.


Yana lagi-lagi terdiam dia bingung harus berbicara apa.


"Kamu mau tidak mau saya akan memastikan kamu mau, tugas saya sekarang hanya ingin menyakinkan kedua orang tua kamu memberikan putri tunggal nya yang cantik kepada saya." ucap Bibi.


"Aku tidak bisa lama-lama, aku pamit pulang dulu yah cantik." ucap bibi tersenyum..Yana tidak menjawab. Dia bengong sampai tidak sadar kalau Bibi sudah tidak di depan nya lagi.


"Aku tidak bermimpi kan? Semalaman aku tidak bisa tidur karena memikirkan wajah manis dan sifat pemberani nya dan sekarang aku mendengar dia akan menikahi ku, aaaaaaa!!!" dia berteriak sangat senang sekali.


"Aku di sukai oleh Pria sampai mau meluluhkan hati orang tua ku? Ini adalah yang ku cari." ucap Yana. Dia bersorak sangat senang dan langsung masuk ke dalam kamar nya.


"Pokoknya aku harus tidur nyenyak malam ini. Aku berharap dia benar-benar datang mengajak ku jalan-jalan besok." batin Yana.


Bibi pulang menyetir mobil sendiri sambil senyum-senyum.

__ADS_1


Sementara di tempat lain.


"Kak Gerwyn..." Panggil Ano meminta untuk membuka pintu kamar.


Gerwyn dan Sophia yang baru saja mau tidur mendengar Ano langsung membuka nya. "Ada apa Ano?"' tanya Gerwyn.


"Aku membuat ini untuk kak Gerwyn, semoga kakak suka yah, dan cepat sembuh biar bisa main-main lagi, aku bosan main sama kak Adit berdua saja." ucap Ano.


Gerwyn melihat lukisan Ano.


"Wahhh ini bagus banget, kamu membuat nya untuk kakak?" tanya Gerwyn. "Iyah kak." jawab Ano.


"Lalu untuk mbak mana? Bukan nya mbak juga sedang sakit?" tanya Sophia. Ano tersenyum.


"Aku belum menyelesaikan lukisan untuk mbak." ucap Ano. Sophia dan Gerwyn tersenyum.


"Ya udah deh kalau begitu kamu istirahat saja gih." ucap Sophia. "Terimakasih yah lukisan bunga nya. Kakak sangat suka sekali, kakak akan memasang nya di dinding kamar." ucap Gerwyn Ano tersenyum.


"Besok libur aku mau tidur di sini saja." ucap Ano langsung naik ke tempat tidur.


"Tapi nanti kamu tidak nyenyak karena sempit." ucap Gerwyn.


"Ini tidak lah sempit kak. Aku mau tidur di sini pokoknya." ucap Ano. Gerwyn dan Hena hanya bisa menghela nafas panjang.


Malam mereka Akan terganggu.


"Ya udah gak apa-apa, kamu harus segera tidur." ucap Gerwyn naik ke kasur dan mengeloni Ano.


"Bagaimana yah kabar Ayah dan juga kak Liam?" ucap Ano.. Sophia menatap Ano.


"Berhenti membahas mereka." ucap Sophia. Ano terdiam.


"Sudah lah Sophia Wajar saja jika Ano bertanya." ucap Gerwyn.


mereka memilih untuk diam dan tidur agar tidak membahas apapun.


Gerwyn berharap sekali Ano cepat tidur agar dia bisa memeluk Sophia. Karena kalau berjauhan dengan Sophia dia tidak akan bisa tidur.


Tidak beberapa lama akhirnya Sophia tertidur namun Ano tidak tidur.


"Kamu kenapa belum tidur Ano? sini kakak peluk." ucap Gerwyn. Dan pada akhirnya dia juga tidur.

__ADS_1


Pembaca ku yang setia ayo Baca cerita baru ku. Judul nya Menikah Dengan Pria yang salah. Cusss mampir.


__ADS_2