Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Setia


__ADS_3

"Itu pasti om Davit, dia tidak boleh tau ada Vano di sini, dia akan salah paham, dan dia tidak boleh tau Vano sakit." dia membopong Vano ke dalam kamar nya.


"Hena kamu dari mana? Kenapa sangat lama membuka pintu nya?" tanya Om Davit.


"Aku tadi ketiduran om, maafin aku." ucap Hena m Mereka pun masuk ke dalam.


"Apa om sudah bertemu dengan Nia?" tanya Hena. Om Davit menggeleng kan kepala nya.


"Mungkin dia sedang ada urusan om." ucap Hena.


"Sudah lah Om memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Nia." ucap Om Davit.


"Loh kenapa Om?" tanya Hena.


"Om rasa dia mempunyai pria lain, dia pasti tidak mencintai Om dengan tulus, dia hanya menginginkan uang Om aja." ucap Om Davit.


Hena diam. "Oh iya kalau kamu jumpa sama dia Bilang saja seperti itu. Om tidak sabar menghadapi sifat nya yang seperti ini." ucap Om Davit.


"Huff kelihatan sekali Om Davit memiliki wanita lain. Ah sudahlah aku bodoh amat. Tapi...." batin Hena.


"Kamu kenapa diam saja Hena?" tanya Om Davit.


"Aku yakin Om berbicara seperti ini karena ada wanita lain kan?" tanya Hena. Om Davit terdiam sejenak.


"Aku minta maaf kalau menanyakan ini om, tapi kalau saran ku lebih baik Om sudahi semua ini." ucap Hena.


"Kamu selalu saja berbicara seperti ini, Om sangat tidak suka mendengar nya." ucap Om Davit.


"Om pasti sudah lama tidak pulang ke rumah Om sendiri kan?" tanya Hena.


Tiba-tiba ponsel nya berdering.


"Om mau berangkat lagi yah, nanti Om kabarin lagi. Nih untuk uang jajan kamu." ucap Om Davit memberikan uang pada Hena.


"Aku sudah bilang pada om berhenti memberikan aku uang, aku tidak akan mau menerima nya." ucap Hena. "Om tidak mau kamu bekerja di tempat itu lagi, Om tidak suka. Kamu harus fokus ke sekolah kamu." ucap Om Davit.


"Iyah Om, tapi aku merasa aku tidak melakukan apapun untuk Om, aku tidak pantas untuk menerima nya." ucap Hena.


Om Davit tersenyum. "karena kamu seperti ini Om sangat suka sama kamu, tapi Om juga tidak suka di tolak seperti ini." ucap Om Davit.


Hema tersenyum.


"Aku sangat menghargai Om." ucap Hena.


Om Davit mengelus rambut Hena.

__ADS_1


"Ya udah Om pergi dulu, simpan uang itu untuk keperluan kamu." ucap Om Davit langsung pergi meninggalkan Hena.


"Huff akhirnya Om Davit pergi juga." ucap Hena, dia langsung ke kamar melihat Vano. dia melihat Vano tidur dengan nyenyak.


"Van! Vano." panggil Hena membangun kan Vano, namun Vano sama sekali tidak sadar. Hena memegang pipi Vano.


"Vano bangun." ucap Hena.


"Eh kok panas?" ucap Hena kaget karena badan Vano sangat panas sekali.


"Vano bangun, jangan membuat ku khawatir seperti ini." ucap Hena. Namun Vano sama sekali tidak Mau bangun.


Hena mau menghubungi Gerwyn lagi namun dia mengingat kata-kata Vano yang melarang nya menelpon Gerwyn karena takut menyusahkan Gerwyn.


Hena Menghela nafas panjang akhirnya dia harus mengurus Vano sendirian saja.


Dia mengompres badan Vano. Sudah lama namun panas nya tak kunjung turun. Hena menelpon dokter untuk datang memeriksa Vano.


Dokter memberikan obat dan juga menyuntikkan obat setelah dokter pulang. "Kenapa panas nya tak kunjung turun yah?" ucap Hena sambil duduk di pinggir kasur memegang dahi Vano.


Di tempat lain Gerwyn bertemu dengan orang yang memberikan obat ke minuman nya, dia bertanya siapa yang menyuruh dan ternyata dia hanya iseng saja pada teman nya. Saat dia mabuk dia tidak sadar menuangkan obat itu.


Gerwyn mau marah namun dia tidak sadar, akhirnya dia melepaskan nya begitu saja, dia pun melanjutkan kerjasama dengan perusahaan ayah nya Lisa.


"Bapak yakin mau melanjutkan nya?" tanya Kinan, pengganti Vano.


Karena sudah jam lima Sore Gerwyn memutuskan untuk pulang ke rumah. Dia sangat merindukan istri nya.


"bapak harus menandatangani perjanjian ini dulu." ucap Kinan.


"Apa ini dari Ayah nya Lisa?" tanya Gerwyn. Kinan mengangguk.


Dia memeriksa nya dan setelah selesai dia langsung pulang. Sebelum pulang dia menelpon istri nya dulu.


Sekali di telpon tidak di jawab, Gerwyn terus mencoba nya namun tidak di jawab.


"Kemana dia? Apa dia tidak mengingat saya lagi?" ucap Gerwyn dengan kesal. Dia menancap gas pulang ke rumah nya.


Sesampainya di rumah dia langsung masuk.


"Sophia mana bik?" tanya Gerwyn.


"Non Sophia pergi menjemput Ano ke sekolah Pak." jawab Bibik. "Loh kenapa tidak supir?" tanya Gerwyn.


Bibik bingung mau menjawab apa.

__ADS_1


"Pasti dia mau bertemu dengan Frans, ini tidak bisa di biarkan." ucap Gerwyn dia langsung ke sekolah menjemput istrinya itu


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga.


"Pak Gerwyn kenapa bisa di sini?" tanya Bu Ena.


"Saya mau menjemput Ano." ucap Gerwyn.


"Oohh tadi mbak Sophia sudah datang, mereka baru saja keluar." ucap Bu Ena.


Gerwyn cepat-cepat keluar.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini mas?" tanya Sophia melihat Gerwyn berdiri di depan.


Gerwyn melihat Sophia datang hanya bersama Ano saja.


"Kalian hanya berdua saja?" tanya Gerwyn.


Sophi keheranan, "Memang nya Sama siapa mas?" tanya Sophia. Gerwyn menggeleng kan kepala nya.


"Mas Aneh deh. Mas sendiri kenapa bisa di sini?" tanya Sophia. "Saya mau menjemput Ano, saya tidak tau kalau kamu sudah duluan ke sini." ucap Gerwyn.


Sophia menatap dengan penuh kecurigaan. "Pak Gerwyn." ucap Bu Ena datang.


"Iyah ada apa?" tanya Gerwyn.


"Saya sudah lama tidak bertemu dengan bapak, ayo berbincang-bincang sebentar." ucap Bu Ena.


Gerwyn menatap Sophia.


"Seperti nya saya tidak bisa Bu, lain kali saja." ucap Gerwyn.


"Kenapa pak? saya juga mau membahas soal kemajuan Ano di sekolah ini seperti apa." ucap Bu Ena.


Gerwyn tersenyum tipis.


"Saya sangat lelah. Urusan Ano bisa di bicarakan pada istri saya." ucap Gerwyn merangkul pundak istri nya.


Bu Ena langsung terdiam.


"Baiklah kalau begitu, kamu permisi Dulu Yah bu. Assalamualaikum." ucap Gerwyn. Mereka pun meninggalkan sekolah itu.


"Walaikumsalam." ucap Bu Ena.


"Huff Pak Gerwyn kenapa semakin Cuek aja sih? kalau seperti ini aku tidak Akan bisa dekat dengan pak Gerwyn lagi." ucap Bu Ena.

__ADS_1


"Sudah lah Bu Ena jangan berharap pada laki-laki milik wanita lain. Lagian pak Gerwyn mana level Sama Wanita seperti kita ini." ucap Teman nya.


"Kenapa tidak level? Istri nya saja hanya orang biasa." ucap Bu Ena.


__ADS_2