Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 257


__ADS_3

Dia hanya minum air putih sampai besok pagi nya.


"Kenapa kamu diam?" tanya Gerwyn.


"Kamu tau sendiri aku hidup sangat susah. Bahkan aku hidup dengan adik ku, Pekerjaan ku tidak seberapa. Aku harus rela kelaparan demi Adik ku bisa Makan." ucap Sophia.


Gerwyn terdiam sejenak, dia baru ingat kalau istri nya pernah di posisi itu. "Ma-maafkan saya, saya bukan bermaksud.." ucap Gerwyn.


"Kamu tidak perlu meminta maaf." ucap Sophia. Gerwyn memegang tangan istri nya.


"Kamu pasti sembuh. Saya pastikan kamu akan sembuh. Intinya kamu harus menjaga pola makan kamu yah." ucap Gerwyn.


Sophia Menatap wajah suaminya. "Iyah Mas." jawab Sophia. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di penginapan.


"Kamu mau makan apa?" tanya Gerwyn.


"Aku tidak berselera mau makan." ucap Sophia. Gerwyn Menghela nafas panjang. "Kamu tetap harus makan, sekarang kamu Makan yang saya pesan saja yah." ucap Gerwyn.


Tidak beberapa lama akhirnya pesanan nya datang. "Aku belum berselera untuk makan." ucap Sophia. Gerwyn Menghela nafas panjang.


"Saya sebentar lagi harus berangkat bertemu dengan rekan saya. Kalau kamu tidak makan saya tidak bisa pergi." ucap Gerwyn.


Gerwyn menyuap kan ke dalam mulut istri nya.


"kamu harus segera makan agar sehat, janin yang di dalam perut kamu juga pasti sehat." ucap Gerwyn.


Sophia akhirnya membuka mulutnya walaupun dia sama sekali tidak berselera. "Kamu juga makan lah." ucap Sophia pada Gerwyn.


Gerwyn menyuapi nasi ke dalam mulutnya. Sophia tersenyum mereka pun makan bersama. Melihat Sophia terlihat ceria hanya karena hal sederhana membuat nya juga semakin bahagia.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan. "Apa kamu akan langsung pergi bekerja?" tanya Sophia pada Suami nya.


"Mereka sudah menunggu Saya." ucap Gerwyn sambil melihat jam tangannya.


"Humm Kalau kamu pulang nanti jangan lupa beliin aku buah mangga yang muda yah." ucap Sophia. Gerwyn langsung menatap Istrinya.


"Kenapa kamu Menatap ku seperti itu?" tanya Sophia. "Istri saya seperti nya lagi mengidam." ucap Gerwyn. Sophia terdiam.


"Kamu jangan ambil hati perkataan saya. Saya hanya bercanda saja." ucap Gerwyn. Dia harus mengerti kalau istri nya butuh waktu untuk menerima semua nya.


Gerwyn merapikan tempat mereka makan membuang sampahnya.


"Oh iya Mas, mas janji yah jangan memberi tahu Mamah soal ini dulu." ucap Sophia.

__ADS_1


Gerwyn memegang tangan Sophia. Untuk saat ini mungkin bisa kita sembunyikan Sophia, namun apa kamu tega membohongi dan menyembunyikan ini dari Mamah? Ini adalah kabar yang benar-benar sangat dia tunggu." ucap Gerwyn.


Sophia terdiam. "Saya mohon untuk kamu pertimbangan kan lagi." ucap Gerwyn. "Baiklah, ibu boleh tau." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum dan langsung memeluk istrinya.


"Terimakasih Sayang." ucap Gerwyn mencium kening istrinya.


Sophia tersenyum. "Ya udah kalau begitu kamu istirahat Yah." ucap Gerwyn. Sementara Bu Linda baru saja sampai di rumah sakit.


Dia langsung memeriksa kesehatan nya. Hanya karena banyak fikiran dia jadi sakit seperti itu. setelah mengambil Obat dia langsung pulang.


Namun tidak sengaja dia bertemu dengan Enjel di kantin depan.


"Enjel! Bagaimana bisa kamu di sini?" tanya Bu Linda pada Enjel.


"Mamah nya Vano sakit Tante." jawab Enjel. "Sakit? Sakit kenapa?" tanya Bu Linda.


Mereka naik ke atas keruangan Mamah nya Vano.


Di depan Bu Linda melihat Vano, Hena dan Om Davit.


"Apa yang terjadi Vano?" tanya Bu Linda.


"Mamah tiba-tiba sakit, dia sesak nafas, namun sekarang sudah membaik kok Om." ucap Vano.


"Kamu pulang duluan yah." ucap Vano pada Hena.


Hena menggeleng kan kepala nya.


"Sebaiknya kamu bawa saja Hena pulang duluan. Biar papah sama Enjel yang di sini." ucap Om Davit.


Vano diam. "Kamu bisa percaya sama papah." ucap Om Davit. Vano melihat Hena menangis dia akhirnya memutuskan untuk mengantarkan Hena pulang.


Bu Linda masuk ke dalam. Enjel tinggal dengan Om Davit di luar.


"Om aku ada urusan mendadak, aku akan pulang duluan yah." ucap Enjel. "Baiklah, kamu hati-hati yah." ucap Om Davit.


"Semoga om bisa memperbaiki semua nya. aku percaya pada Om." ucap Enjel.


Dia pun pergi meninggalkan Om Davit. Dia tau kalau Enjel sengaja pergi.


Enjel memutuskan untuk pulang hari ini ke rumah orang tua nya.


"Sudah waktunya untuk aku pulang. Aku rasa aku sudah sangat ikut campur dengan keluarga mereka." batin Enjel.

__ADS_1


"Walaupun aku mempunyai rasa sama Vano, tapi aku jauh lebih bahagia ketika dia bisa bahagia dengan pilihan nya, nyaman dengan pilihan nya." ucap Enjel.


Dia tersenyum. Namun dia heran melihat Hena duduk sendirian di kursi taman. "Loh mereka gak jadi pulang? Vano kemana?" ucap Enjel.


Dia mendekati Hena.


"Henaw kenapa kamu di sini sendirian?" tanya Enjel. Hena menoleh ke arah Enjel.


"Vano menjawab telepon sebentar." ucap Hena. "Oohh, aku boleh duduk di sini?" tanya Enjel, Hena mengangguk.


"Sebelum nya aku mau minta maaf pada semua kesalahan ku, Perkataan, sifat sampai Mamah nya Vano membenci kamu, Tapi sekarang aku sadar ternyata kamu adalah wanita yang baik, aku titip mereka yah sama kamu." ucap Enjel.


"Ma-maksud kamu apa?" tanya Hena.


"Semoga Mamah nya Vano segera memberikan kamu Restu." ucap Enjel memeluk Hena dan langsung pergi.


Hena kebingungan. Tidak beberapa lama Vano kembali, dia langsung mengajak Hena pulang.


Namun Hena malah tidak mau, dia langsung naik ke atas.


Vano hanya bisa keheranan.


Di hotel Sophia...


Gerwyn baru saja berangkat bekerja namun Sophia sudah kefikiran saja. "Kira-kira Mas Gerwyn pulang jam berapa yah? Apa dia akan bertemu dengan wanita itu lagi? Apa dia akan pulang ke rumah?" batin Sophia.


Dia duduk di sofa.


Sophia memerhatikan perut nya. "Apa benar sekarang di dalam perut aku ada janin nya? Ini tidak mungkin." batin Sophia.


"Tapi sudah ada hasil nya, mana mungkin itu palsu." batin Sophia.


"Ya Allah awalnya aku sudah berfikir kalau aku dewasa, namun apa sekarang? Aku bahkan seperti anak-anak." batin Sophia.


"Namun mas Gerwyn bilang kalau ini tidak akan membuat aku berhenti mengejar keinginan aku, cita-cita ku adalah tujuan ku." batin Sophia.


Dia langsung duduk di pinggir kasur sambil memeriksa kembali hasil pemeriksaan tadi.


"Kalau Sekolah tau aku hamil. Habis lah aku." batin Sophia.


"Untung saja sekarang tidak harus ke sekolah, namun tetap saja aku harus pandai menyembunyikan ini." batin Sophia.


"Sedangkan aku tidak tau saja aku hamil semua orang sudah curiga." Batin Sophia.

__ADS_1


__ADS_2