Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Sophia teringat keluarga nya


__ADS_3

Sophia menghentikan Niat nya untuk keluar dari mobil.


"Maaf sudah membuat kamu menunggu lama, nih Kopi untuk kamu." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.


"Terimakasih yah mas." ucap Sophia.. Gerwyn menganguk. "Kita langsung pulang yah." ucap Gerwyn. "Humm boleh berhenti di mall gak mas? Aku ingin membeli beberapa keperluan ku." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum sambil mengangguk.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di mall.


"Mas.." panggil Sophia pada Gerwyn yang menunggu nya di kursi.


Gerwyn menoleh ke arah istri nya. "Bagaimana bagus gak? Kok kamu malah diam aja sih?" tanya Sophia. Gerwyn mendekati istri nya.


"Kamu yakin mau beli dress yang terbuka seperti ini?" tanya Gerwyn. "Kenapa? Gak Bagus yah?" tanya Sophia.


"Kamu bilang ini untuk acara perkumpulan kamu dengan guru dan teman kamu kan?" ucap Gerwyn.


"Iyah mas, kalau gak bagus aku gak jadi beli." ucap Sophia.


"Ini sangat bagus, beli saja tapi kamu tidak boleh memakai nya ketika keluar rumah." ucap Gerwyn memegang pinggang Sophia.


"Huff Aneh banget sih, mana mungkin aku membeli ini hanya untuk di rumah saja." ucap Sophia.


"Pilih yang sedikit tertutup untuk kamu pakai di perkumpulan itu." ucap Gerwyn.


"Baiklah-baiklah." ucap Sophia. "kalau begitu mas tunggu di sana lagi. Aku akan menukar pakaian ini dulu." ucap Sophia.


Gerwyn menahan pinggang Sophia.


"Kamu sangat cantik dengan pakaian ini, kamu tidak perlu menukar nya." ucap Gerwyn.


Alhasil Sophia memakai baju itu. Sebelum pulang ke rumah mereka Makan. Tidak lupa membeli untuk Bu Linda, Ano.


Kebetulan Bu Linda menitip beberapa barang juga.


Di sore hari mereka baru sampai di rumah.


Bu Linda dan Ano sedang duduk di taman. "Mamah, Ano.." Sophia menyalim tangan mertua nya.


"Kalian baru pulang?" ucap Bu Linda, Sophia menganguk.


"Nih titipan Mamah, dan ada makanan juga." ucap Gerwyn.

__ADS_1


"Terimakasih yah nak." ucap Bu Linda.


"Lah Kalian cuman berdua saja? Lisa bilang dia sedang dengan kamu, kok dia tidak ikut pulang?" tanya Bu Linda.


"Aku tidak tau mah, lagian dia bisa pulang sendiri, aku bersama istri ku tidak mungkin dia ikut dengan kami." ucap Gerwyn.


"Tapi kasian dia nak." ucap Bu Linda. "Aku tidak mau tau mah, aku ke dalam dulu." ucap Gerwyn. Bu Linda menghela nafas panjang.


Bu Linda memerhatikan pakaian Sophia.


"Kamu cantik sekali memakai baju ini." ucap Bu Linda. "Mamah bisa saja. Tapi makasih yah mah." ucap Sophia.


"Tapi hanya sedikit terbuka. Bagian Dada kamu kelihatan, punggung kamu juga. Suami kamu sangat posesif sekali, mamah saja tidak akan pernah di ijinkan memakai pakaian seperti ini." ucap Bu Linda.


Sophia tersenyum.


"Ya udah mah kalo gitu aku ke dalam dulu yah, aku juga harus Masak Makan malam." ucap Sophia. Bu Linda menganguk.


"Tante..." panggil Lisa yang baru saja pulang sudah hampir Magrib. "akhirnya kamu pulang juga sayang, Tante sangat khawatir." ucap Bu Linda.


Lisa memasang wajah cemberut dia duduk di samping Bu Linda. "Kamu ditinggalkan oleh Gerwyn lagi yah? Biasa lah dia memang seperti itu." ucap Bu Linda.


"Sudah-sudah lagian kamu juga harus jaga jarak sama Gerwyn untuk saat ini, kan dia sudah punya istri, dia harus menjaga perasaan istri nya." ucap Bu Linda.


Lisa diam. "Ya udah kamu mandi gih, setelah itu kamu keluar untuk makan malam. Tadi Sophia sudah masak." ucap Bu Linda.


Lisa menoleh ke arah Sophia yang baru aja datang.


"Bu ini minum nya." ucap Sophia pada Bu Linda.


"Aku sudah kenyang Tante, Makanan di restoran lebih enak." ucap Lisa. Bu Linda hanya bisa tersenyum sementara Sophia mendengar itu merasa sangat muak.


"Huff Seandainya saja Mamah gak sayang sama dia, pasti dia tidak akan ada di rumah ini." ucap Sophia dalam hati.


Ano dan Gerwyn baru saja turun.


"Ayo waktu nya makan malam mas." ucap Sophia. Gerwyn menganguk. Mereka pun berkumpul di meja Makan.


Tidak ada Lisa membuat Susana meja Makan sangat hangat sekali.


"Masakan Sophia semakin hari tambah enak, Mamah bisa jadi gemuk nanti nya." ucap Bu Linda. Sophia tersenyum.

__ADS_1


"Aku sangat senang kalau Mamah suka." ucap Sophia.


Setelah selesai makan Gerwyn langsung meninggalkan meja makan bersama Ano karena mau menonton sepak bola sama-sama.


"Huff kebiasaan laki-laki selalu sangat saja hobi menonton Sepak bola." ucap Bu Linda. Sophia tersenyum.


"Jadi teringat sama papah nya Gerwyn. Dia tidak akan tidur sebelum sepakbola nya selesai." ucap Bu Linda.


Sophia tersenyum. "Aku sendiri bahkan tidak ingat kebiasaan ayah ku seperti apa, di waktu kecil dia sangat sibuk bekerja mencari nafkah untuk kami, setelah ibu tidak ada dia bekerja meninggalkan kami sehingga sampai sekarang aku tidak pernah bertemu dengan dia lagi." batin Sophia.


"Kalau kebiasaan Kak Liam sangat banyak. Dia akan kasar pada adik nya kalau yang dia mau tidak di turuti, semua keinginan nya harus di turuti. Dia selalu menjadi beban untuk ku. Dan dia tidak pernah sayang pada kami." batin Sophia.


"Sophia kamu kenapa nangis?" tanya Bu Linda. Sophia kaget tampa sadar Air mata Nya keluar.


"Enggak kok mah, hanya kelilipan saja." ucap Sophia.


"Kamu tidak bisa bohong." ucap Bu Linda.


"Aku hanya teringat pada ibu dan ayah mah." jawab Sophia. Bu Linda memeluk nya.


"Kamu pasti sangat sedih mengingat mereka, tidak perlu terlalu mengingat nya. Kamu hanya bisa mengirim kan doa kepada mereka." ucap Bu Linda.


Sophia menganguk sambil tersenyum.


"Jangan menangis Lagi yah." ucap Bu Linda.


Setelah Sophia tenang dia ijin masuk ke kamar terlebih dahulu. Di kamar dia termenung sambil bersandar di atas kasur.


Namun tiba-tiba dia teringat tentang kakak dan paman nya sekarang. "Bagaimana yah kabar mereka sekarang?" batin Sophia.


Sophia mengeluarkan beberapa foto yang dia simpan di lemari nya. Ternyata dia mengambil foto keluarga suami nya.


"Sebelum aku lulus, aku tidak akan sempat menyepi ini, untuk sementara aku harus menyimpan nya dengan baik." ucap Sophia.


Dia menyimpan nya. Setelah itu dia pun menyiapkan pakaian untuk di pakai besok, belajar untuk persiapan besok. Setelah itu dia berdoa agar di berikan kemudahan.


"Ini sudah jam Sepuluh malam mereka masih tetap saja menonton." ucap Sophia. Dia tidak bisa membiarkan nya, adik nya harus sekolah Besok.


Dia turun memaksa Ano untuk tidur walaupun dia tidak mau, namun Sophia memaksa Suami nya untuk mematikan TV juga.


"Huff lebay banget sih kamu, suami dan adik kamu nonton sesekali Malah di marahin." ucap Lisa.

__ADS_1


__ADS_2