
"Aku yakin kalau aku tidak hamil." ucap Sophia sambil berjalan turun ke lantai bawah..
"Hamil atau tidak saya tidak mempermasalahkan itu, saya sangat khawatir karena kamu sangat lemas dan pusing seperti ini." ucap Gerwyn.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah sakit.
"Kita pulang saja yah mas, aku takut di suntik kalau aku benar-benar sakit." ucap Sophia.
Gerwyn memegang tangan Sophia. "Jangan takut, ayo kita masuk." ucap Gerwyn. Sophia seperti sangat ragu sekali.
"Kalau kamu belum kuat berjalan saya akan mencari kursi roda." ucap Gerwyn.
Sophia Menggeleng kan kepala nya, aku masih bisa jalan kok." ucap Sophia. Gerwyn membantu Sophia masuk ke dalam.
Tidak beberapa lama akhirnya bertemu dengan dokter rumah sakit. "Tunggu dulu Mas " ucap Sophia menahan Gerwyn di pintu ruangan itu
"Kenapa? kita sudah di sini tidak mungkin pulang." ucap Gerwyn. "Bukan itu mas. Aku ingin kamu di luar menunggu aku." ucap Sophia.
Gerwyn Menggeleng kan kepala nya. "Tidak bisa! Saya di sini untuk melihat langsung bukan di suruh menunggu di luar seperti orang lain." ucap Gerwyn.
"Tapi aku sangat takut kamu kecewa." ucap Sophia.
Gerwyn Menggeleng kan kepala nya memasang wajah yang sangat lembut penuh keyakinan.
"Hamil atau tidak, itu sama sekali tidak masalah bagi saya." ucap Gerwyn.
Sophi akhirnya masuk.
"Silahkan duduk Pak, Bu. Ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter kandungan.
"Istri saya sudah beberapa hari ini sakit Dok, dia selalu mual-mual, sakit kepala dan juga perut nya sakit." ucap Gerwyn.
Dokter bertanya pada Sophia agar lebih pasti.
Sophia memberitahu keluhan nya.
"Baiklah kalau begitu mari ikut dengan saya." ucap dokter itu, Sophia pun di periksa. Gerwyn menunggu di luar.
__ADS_1
Terlebih dahulu Dokter memberikan Sophia Alat tes kehamilan untuk memeriksa nya di kamar mandi, namun Sophia memilih untuk dokter memeriksa nya sendiri.
Sophia sudah mengatakan kalau dia ingin mendengar hasil nya bersama suami nya.
Dokter cukup lama memeriksa di dalam sehingga membuat Gerwyn khawatir. Tiba-tiba ponsel nya berdering telepon dari Orang tua nya.
"Halo Mah ." Jawab Gerwyn.
"Kamu di mana nak? Boleh gak Mamah minta anterin ke rumah sakit. Badan Mamah tiba-tiba sangat lemas." ucap Bu Linda.
Gerwyn melihat pintu ruangan Sophia di periksa. "Aku gak bisa mah, Maafin aku yah mah. Tapi aku akan meminta supir untuk mengantarkan Mamah." ucap Gerwyn.
"Oohhh ya udah kalau begitu." ucap Bu Linda. "Aku minta maaf Mah " ucap Gerwyn merasa tidak enak sekali.
"Kamu lebih mementingkan pekerjaan kamu dari pada orang tua kamu sendiri." ucap Bu Linda dan langsung mematikan sambungan telepon nya.
Gerwyn Menghela nafas panjang.
"Kenapa Dokter nya sangat lama di dalam yah." batin Gerwyn, dia berdiri di depan pintu terus menunggu. Namun tidak beberapa lama akhirnya Sophia Keluar juga.
Dokter keluar membawa hasil tes.
"Selamat Pak Gerwyn dan juga Ibu Sophia akan menjadi calon ayah dan ibu." ucap dokter.
Gerwyn terdiam sejenak "maksud dokter bagaimana? Apa istri saya hamil?" tanya Gerwyn.
"Betul Pak. Istri bapak sudah mengandung selama satu Minggu." ucap dokter.
Gerwyn mendengar itu terkejut, senang, dan sangat bersyukur sekali. Ekspresi wajah nya tidak bisa berbohong kalau dia sangat senang sekali.
"Namun Bu Sophia mempunyai penyakit Magh." ucap dokter. Gerwyn tambah terkejut.
"Penyakit itu yang membuat Bu Sophia sakit sampai seperti ini, dan jika sering kambuh itu akan membuat janin yang di kandungan sangat lemah begitu juga dengan Bu Sophia Akan sering sakit." ucap dokter.
"Bagaimana istri saya mempunyai penyakit Magh? Dia selalu Makan tepat waktu." ucap Gerwyn. "Bisa jadi di masa lalu ibu jarang makan, atau mengabaikan makanan sehat." ucap dokter.
Sophia hanya bisa diam saja mendengar itu. Dia tidak tau harus bagaimana sekarang. Semua masalah yang menimpa nya dia hanya memikirkan pendidikan nya dan adik nya bagaimana.
__ADS_1
"Tapi bapak dan ibu tenang saja, saya sudah memberikan Obat untuk Bu Sophia. semoga bisa cepat sembuh dan Bu Sophia tidak boleh terlalu lelah dan juga tidak boleh banyak beban fikiran." ucap dokter.
Cukup banyak dokter menjelaskan. Tidak beberapa lama akhirnya mereka pun pulang.
"Sophia." panggil Gerwyn yang hanya diam saja di dalam mobil.
"Kamu kenapa hanya diam saja? Apa kamu tidak ingin mengatakan apapun tentang Kehamilan kamu?" tanya Gerwyn.
Sophia menggeleng kan kepala nya. "Kenapa?" tanya Gerwyn.
"Apa kamu tidak bahagia?" tanya Gerwyn lagi. "Aku belum siap." ucap Sophia. Gerwyn terdiam langsung. "Siap atau tidak kamu harus menerima nya. Ini adalah anugrah untuk kita." ucap Gerwyn.
Sophia menatap suaminya. "Kamu sangat egois Mas. Kamu senang aku hamil sementara aku pusing memikirkan pendidikan ku." ucap Sophia.
"Saya tidak pernah melarang kamu untuk melanjutkan pendidikan kamu. Kamu hamil bukan berarti kamu harus berhenti mengejar impian kamu." ucap Gerwyn.
"Banyak kok perempuan di luar sana mengandung sambil melanjutkan kuliah nya." ucap Gerwyn. "Tidak semudah itu Mas, orang tua kamu akan menentang ini, dan aku tidak akan bisa fokus." ucap Sophia.
"Saya akan bertanggung jawab apapun tentang kamu. Saya tidak mempermasalahkan kamu melanjutkan kuliah atau tidak." ucap Gerwyn.
"Dan yang hanya saya mau dari kamu jaga kesehatan, percaya pada saya." ucap Gerwyn. "Sekarang kamu sudah menjadi calon ibu, siap atau tidak siap kamu harus menerima nya, saya tidak suka wanita yang sangat lemah dan saya sangat membenci kamu ketika menganggap anak itu menjadi masalah untuk kamu." ucap Gerwyn.
Mendengar perkataan Gerwyn membuat Sophia sangat tertampar sekali. Kali ini Gerwyn benar-benar tegas menurut nya.
"Dan masalah sebelum nya saya sudah minta maaf, saya memastikan kejadian itu tidak terulang lagi. Saya khilaf, saya adalah manusia pada umumnya yang tidak luput dari kesalahan." ucap Gerwyn.
Sophia terdiam. "Pertanyaan saya bagaimana bisa kamu mempunyai penyakit Magh? Apa kamu tidak perduli dengan kesehatan kamu dulu?" tanya Gerwyn.
Sophia mengingat dia saat Balik bekerja dia hanya bisa membeli satu bungkus nasi porsi yang sangat sedikit. Dia sudah tau Adik nya kelaparan dari Siang akhirnya dia memberikan itu untuk adik nya.
Dia hanya minum air putih sampai besok pagi nya.
"Kenapa kamu diam?" tanya Gerwyn.
"Kamu tau sendiri aku hidup sangat susah. Bahkan aku hidup dengan adik ku, Pekerjaan ku tidak seberapa. Aku harus rela kelaparan demi Adik ku bisa Makan." ucap Sophia.
Gerwyn terdiam sejenak, dia baru ingat kalau istri nya pernah di posisi itu. "Ma-maafkan saya, saya bukan bermaksud.." ucap Gerwyn.
__ADS_1