Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Masih bingung dengan keputusan Hena


__ADS_3

Sesekali dia fokus pada handphone nya. Waktu nya bubar tiba-tiba Riki menahan Hena yang mau masuk ke dalam Taksi.


"Hena tunggu dulu." ucap RIki.


"Iyah Ki, mau apa?" tanya Hena.


"Kamu ada nomor Sophia? aku minta." ucap RIki.


"Ada kok, tapi untuk apa sama kamu?" tanya Hena.


"Kasih saja, Jangan banyak tanya aku ada urusan penting Sama dia." ucap RIki. Tidak ada yang berani melawan Riki, Hena juga malas basa-basi akhirnya dia memberikan nomor Sophia pada Riki karena menurut nya itu adalah hal wajar sesama satu kelas mempunyai nomor yang lain nya juga. Apa lagi ketua kelas seperti Riki.


Sophia setelah sampai di rumah dia langsung bersih-bersih badan nya, setelah selesai bersih-bersih dia pun langsung berbaring di kasur.


"Huff lagi dan lagi aku tidur sendirian di sini, rasa nya gak enak banget." ucap Sophia, dia memeluk bantal guling dan tidur.


Keesokan harinya Sophia mengantarkan Adik nya ke sekolah.


"Nanti kalau pulang sama Supir yah Dek, mbak gak bisa jemput karena mbak harus ke rumah teman dulu." ucap Sophia.


"Baik mbak." ucap Ano. Sophia tersenyum tangan nya pun di Salim oleh adiknya dan akhirnya masuk ke dalam.


"Ano datang dengan siapa?" tanya Bu Ena.


Ano menolak ke arah Sophia.


"Pak Gerwyn gak datang yah?" tanya Bu Ena.


"Enggak Bu, hanya mbak Sophia saja yang mengantarkan aku." ucap Ano.


"Oohh ya udah masuk yok, ajak Bu Ena.


Mereka pun masuk ke dalam untuk mengikuti pelajaran hari ini. "Loh Enjelita mana Bu? Dia belum datang?" tanya Ano..


"Hari ini Enjelita ijin tidak masuk sekolah karena demam." ucap Bu Ena. Ano terdiam dia jadi sangat khawatir mendengus Enjelita Sakit. Dia juga berencana untuk menjenguk nya ke rumah nya selepas pulang sekolah nanti.


Sophia sedang dalam perjalanan ke rumah Hena. Ponsel nya berdering dari suami nya, dia langsung menjawab dengan sangat semangat.


"Halo mas, kamu udah ada jaringan? Aku sangat merindukan kamu, aku selalu menunggumu kabar dari kamu." ucap Sophia.

__ADS_1


"Saya juga sangat merindukan kamu, saya Akan segera pulang ketika pekerjaan saya Selesai." ucap Sophia.


'"Iyah aku pasti Sabar kok, mas di Sana juga hati-hati, jaga kesehatan." ucap Sophia. Gerwyn menginyakan.


Sudah lama mereka berbincang-bincang melepaskan rindu nya Gerwyn harus segera mematikan sambungan telepon karena mbok datang.


Sophia tidak mempermasalahkan Nya. Panggilan telepon pun terputus. Sophia tersenyum.


"Terimakasih sudah mengabari aku mas, aku sangat merindukan kamu, aku menunggu kamu pulang." ucap Sophia.


Namun tiba-tiba handphone nya berdering lagi panggilan dari Bibik..


"Halo bik ada apa?" tanya Sophia.


"Ini ada paket untuk non Sophia, saya belum tau isi nya apa, saya tidak bisa menerima paket sembarangan. Apa kah ini benar milik non Sophia?" tanya Bibik.


"Saya tidak merasa menyesal apapun, kalau saya belanja online saya biasanya Titip ke security. Coba di baca Dulu Siapa pengirim nya." ucap Sophia.


Bibik pun membaca nama pengirim nya.


"Pengirim nya Nona Lisa non " ucap Bibik.


Bibik pun mengangguk, dia meletakkan barang tersebut di kamar Sophia.


"Sebenarnya mau nya Dia apa sih? Apa dia masih berharap mas Gerwyn kembali kepada nya? Aku rasa tidak mungkin." ucap Sophia.


"Karena dia akan kecewa melihat betapa mas Gerwyn mencintai ku." ucap Sophia sambil tersenyum.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Hena.


"Loh mobil ini kan Mobil Om Davit?" ucap Sophia sambil turun dari mobil. dia masuk ke dalam.


Dia melihat Hena dan Om Davit seperti membicarakan sesuatu dia pun menunggu di luar.


Tidak beberapa lama Om Davit keluar, dia melihat Sophia, Sophia tersenyum tipis. Om Davit juga membalas dengan senyuman setelah itu pergi.


"Hena kamu bertengkar sama om Davit?" tanya Sophia. Hena sangat kaget tiba-tiba Sophia datang mengejutkan nya.


"Kami tidak bertengkar, Hanya saja aku membicarakan hubungan kami." ucap Hena.

__ADS_1


"Lalu bagaimana? Apa om Davit tidak mau putus dengan kamu?" tanya Sophia. Hena Menggeleng kan kepala nya.


"Bukan seperti itu Sophia. Om Davit tidak pernah marah pada ku karena aku sudah seperti anak nya sendiri." ucap Hena.


"Apa yang kamu maksud?" tanya Sophia kebingungan.


"Sebenarnya selama ini aku dengan Om Davit tidak ada hubungan kekasih. Aku hanya di jadikan Anak angkat oleh nya karena selalu kasihan melihat ku bekerja setiap malam di Club." ucap Hena.


Sophia Menghela nafas panjang. "sudah jangan di bahas lagi, yang terpenting sekarang kamu dengan Om Davit tidak ada hubungan kan?" tanya Sophia.


"Aku masih ada hubungan dengan nya layak nya ayah dan anak seperti dulu. Lagian tidak ada yang salah dengan itu bukan?" tanya Hena.


"Justru itu salah Hena. kalau Masih sama saja seperti yang dulu itu Akan membuat hidup kamu berantakan." ucap Sophia.


"Om Davit tidak akan pernah menemui ku lagi, dia tidak ingin aku meninggalkan rumah ini, dia akan terus memberikan uang pada Hena, asalkan aku jangan pernah kembali ke Club itu lagi." ucap Hena.


"Om Davit hanya menginginkan yang terbaik untuk ku, tidak mungkin tiba-tiba aku meninggalkan dia yang sudah sangat Baik pada ku." ucap Hena.


"Jadi sebenarnya kamu dengan Om Davit tidak memiliki hubungan yang spesial?" tanya Sophia. Hena menggeleng kan kepala nya.


"Lalu kenapa selama ini kamu sering bersama Om Davit?" tanya Sophia. Hena tersenyum. "Kamu belum paham? Aku hanya di jadikan anak angkat oleh nya namun Vano langsung salah paham pada nya. Dan akhirnya sampai sekarang salah paham terus." ucap Hena..."Wahh parah banget nih." ucap Sophia.


Hena tersenyum.


"Memang sedikit membuat kepala pusing, namun aku juga senang orang seperti Om Davit mau mengasihi dan melindungi aku." ucap Hena, Sophia tersenyum.


"Aku paham kok di posisi kamu seperti apa, yang sabar yah, aku akan selalu ada di sini untuk kamu." ucap Sophia. Dia memeluk Hena dari belakang.


Hari ini Sophia dengan Hena mau membeli buku ke toko buku. Sophia mau mencari buku novel sementara Hena ingin mencari buku pelajaran.


"Nak Gerwyn Ayo sarapan ke rumah mbok" ajak mbok pada Gerwyn berdiri di Bukittinggi untuk mendapatkan sinyal yang bagus.


Gerwyn mengangguk dia pun turun..


"Mbok gak ke sawah?" tanya Gerwyn.


"Tidak nak Gerwyn. Kebetulan Mbok lagi kurang enak badan jadi Neng Elis yang gantiin Mbok ke Ladang." ucap Mbok.


"Oohh begitu yah Mbok." ucap Gerwyn, dia sangat senang ketika elis tidak di rumah.

__ADS_1


__ADS_2