
Sophia mengikuti Gerwyn keluar dari Club itu.
"Huff lebih baik aku bekerja selama nya di sini dari pada harus menikah dengan pria ini " batin Sophia.
"Masuk!" ucap Gerwyn.
"Kita mau kemana Pak?" tanya Sophia.
"Ke rumah saya!" ucap Gerwyn.
Sophia menghela nafas panjang. "Lagi-lagi aku harus bertemu dengan nenek lampir itu!" batin Sophia sambil masuk kedalam mobil.
"Duduk di belakang!" ucap Gerwyn saat Sophia baru saja mau duduk di depan di samping supir.
Gerwyn pun meninggalkan Club itu.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah Gerwyn.
"Saya tidak apa-apa memakai pakaian seperti ini?" tanya Sophia melihat pakaian seksinya.
"Tidak apa-apa!" Gerwyn langsung keluar dari mobil. Sophia pun ikut keluar dan mengikuti Gerwyn masuk.
"Hay Mah. Kok belum tidur?" ucap Gerwyn sambil menyalim dan mencium pipi ibu nya.
"Mamah belum ngantuk."
"Oohh, lihat mah aku bawa siapa." ucap Gerwyn. Mamah nya melihat ke arah Sophia.
"Permisi Bu." ucap Sophia menyalim tangan ibu Gerwyn.
Bu Linda menatap Sophia dari atas sampai bawah.
"Kamu yakin membawa perempuan seperti ini sama Mamah?" tanya Bu Linda.
Gerwyn hanya diam saja.
"Dia tadi ada di luar Mah."
"Pakaian nya keluar saja seperti ini, tidak sopan sama sekali bagaimana jika bersama laki-laki di luar sana." ucap Gerwyn.
"Sudah lah Mah itu hanya soal pakaian saja, dia wanita baik-baik kok, oh iya malam ini dia nginap di sini, karena besok mau mengurus acara pernikahan." ucap Gerwyn.
"Terserah kamu saja deh." ucap Bu Linda dan langsung pergi istirahat.
"Bi! Bibi!" panggil Gerwyn.
"Iyah Tuan ada apa?" tanya Bibi yang baru saja keluar dari dapur.
"Bawa dia ke kamar Tamu!" ucap Gerwyn menunjuk ke arah Sophia. "Baik Tuan!"
"Istirahat lah! karena besok pagi kita harus mengurus surat-surat." ucap Gerwyn dan pergi juga ke kamar nya.
"Untung saja Besok hari Minggu." batin Sophia.
"Mari saya antar Non." ucap Bibi, Sophia mengangguk.
"Oh iya bik, bisa pinjam baju tidur Bibik?" tanya Sophia.
"Ada sih non, tapi di kamar Tamu ada baju ganti kok di sana." ucap Bibik.
"Oohh terimakasih banyak yah Bik, Bibik juga istirahat lah." ucap Sophia. Bibik itu mengangguk setelah mengantar kan Sophia ke kamar nya dia kembali ke kamar nya untuk istirahat.
__ADS_1
Di kamar Sophia melepaskan Tas nya.
"Ya ampun kamar Tamu nya saja sangat besar dan mewah seperti ini."
Dia langsung ganti pakaian dan setelah itu langsung berbaring di kasur yang sangat empuk itu.
Keesokan harinya.
"Good morning Mamah." sapa Gerwyn mencium pipi Bu Linda yang sedang menyiapkan sarapan pagi.
"Morning sayang, kamu sudah bangun."
"Humm." Gerwyn duduk di kursi.
Dia melihat ke sekeliling namun tidak menemukan sosok orang yang di cari nya.
"Loh Sophia belum bangun mah?" tanya Gerwyn.
"Belum! Dia memang wanita yang sangat pemalas," umpat Ibu nya langsung.
Gerwyn berjalan ke kamar Sophia, mengetuk beberapa kali namun tidak di jawab, tampa Ijin dia langsung masuk dan seketika menggeleng kan kepala nya melihat Sophia tidur dengan sangat nyenyak.
"Dasar wanita pemalas." ucap Gerwyn. dia mengambil gayung berisi Air dari kamar mandi dan langsung menyiram kan pada Sophia.
Sophia langsung terbangun. Seperti orang kebingungan dan juga terkejut.
"Bangun! Lihat ini sudah jam berapa." ucap Gerwyn.
Sophia melihat jam di handphone nya ternyata sudah jam 9 pagi.
"Maaf kan saya pak, saya telat bangun."
"Buruan mandi dan keluar!" ucap Gerwyn.
"Bagaimana? Apa dia sudah bangun?" tanya Bu Linda.
"Udah kok Mah."
"Mamah gak habis pikir apa yang kamu lihat dari dia, Mamah juga tau kalau kamu tidak mencintai dia kan?" ucap Bu Linda.
Gerwyn hanya diam saja. Tidak beberapa lama akhirnya selesai sarapan.
"Pagi semua nya, maafin aku yah bangun kesiangan." ucap Sophia yang sudah mandi.
"Ayo buruan berangkat!" ucap Gerwyn Langsung. Sophia yang tadi nya mau makan tidak jadi.
"Mah kami langsung berangkat yah," ucap Gerwyn Ijin.
"Ya udah kamu hati-hati ya."
Sophia senyum pada Bu Linda tapi dia di abaikan oleh Bu Linda.
Sophia mengikuti Gerwyn ke dalam mobil.
"Kamu jangan coba-coba untuk membuat nama saya jelek di depan Ibu saya! Dia berfikir kalau saya mencari istri yang tidak benar." ucap Gerwyn.
Sophia hanya diam saja, dia sama sekali belum bisa mencerna apapun, mata nya saja masih mengantuk.
Gerwyn terus marah-marah di depan tapi Sophia tidak menggubris sama sekali.
"Kamu dengar gak sih Saya ngomong apa? Kamu harus mengingat tata tertib di rumah itu dan harus mempunyai sopan santun di depan ibu saya!" ucap Gerwyn.
__ADS_1
"Sophia!" ucap Gerwyn sambil melihat ke arah belakang.
Dia menghela nafas panjang.
Seketika dia langsung me rem mendadak mobil sampai Sophia kecedot.
"Aaaahhh!" Sophia memegang dahi nya.
"Hati-hati dong pak." ucap Sophia.
"Saya bukan supir kamu yah! Harap pakai sopan santun kamu!" ucap Gerwyn.
Sophia terdiam.
"Maafkan saya Pak."
Di siang hari Sophia sedang menunggu Gerwyn di depan ruangan mengurus surat-surat mereka.
"Ya Allah perut ku sangat lapar, aku belum makan sama sekali." batin Sophia.
Tidak beberapa lama Gerwyn keluar dari ruangan itu, tampa mengatakan apapun dia langsung meninggalkan Sophia.
"Pak! Pak! Saya lapar." ucap Sophia.
"Kenapa kamu bilang sama saya? Di sini banyak warung makanan kamu bisa membeli nya ke sana." ucap Gerwyn.
"Tapi tempat nya jauh-jauh Pak."
"Jangan banyak mengeluh! Di luar sana banyak orang yang tidak makan." ucap Gerwyn.
Sophia diam, dia langsung masuk ke dalam mobil.
"Aku ikut bapak saja makan di mana." ucap Sophia.
"Saya tidak makan." ucap Gerwyn.
"Saya lapar pak, saya tidak bisa melanjutkan perjalanan kalau seperti ini!" ucap Sophia.
"Turun dari mobil saya kalau begitu, cari makan sendirian!" ucap Gerwyn.
Sophia menghela nafas panjang.
Tidak ada pilihan lain dia pun turun dari mobil.
Tampa mengatakan apapun dia langsung meninggalkan Sophia.
"Pergi sana! Pergi! Jangan kembali lagi." umpat Sophia.
Sophia pun berjalan mencari Taksi.
"Tin!! tin!!" Suara klakson mobil mengangetkan Sophia.
"Sophia! Kamu dari mana?" tanya Bibi dari dalam mobil.
"Kak Bibi!" ucap Sophia.
"Buruan naik!"
Sophia pun langsung masuk ke dalam.
"Kamu mau kemana?" tanya Bibi.
__ADS_1
"Aku tadi sama pak Gerwyn, tapi dia meninggal kan ku karena aku membuat nya kesal dan aku sekarang sangat lapar." ucap Sophia.
"Ya ampun Gerwyn kenapa sangat jahat tidak berperasaan seperti itu!" ucap Bibi.