Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Apa mereka sanggup untuk jauh?


__ADS_3

Keesokan harinya Sophia dan Ano sudah siap-siap mau pulang ke Jakarta lagi.


"Kamu yakin mau pulang hari ini?" tanya Gerwyn pada Sophia yang baru saja keluar dari kamar mandi. "Humm aku akan pulang hari ini, besok Ano sekolah, besok juga aku harus menandatangani beberapa tugas." ucap Sophia.


Sophia mendekati Gerwyn dia memeriksa suhu badan Gerwyn.


"Sudah baikan, aku sudah tenang meninggalkan mas." ucap Sophia. Gerwyn hanya diam saja sambil memasang wajah cemberut.


"Kalau urusan mas di sini sudah selesai, Tante Linda juga sudah sembuh pulang lah." ucap Sophia. Gerwyn menghela nafas panjang.


Dia memeluk pinggang Sophia. "Saya tidak ingin kamu pulang hari ini." ucap Gerwyn. Sophia mengelus kepala Gerwyn.


"Aku juga tidak tega meninggalkan Tante Linda dan keadaan mas yang seperti ini, tapi aku tetap harus pulang." ucap Sophia.


"Bagaimana kalau kita membuat perjanjian saja." ucap Sophia. Gerwyn menatap Sophia.


"Perjanjian apa?" tanya Gerwyn.


"Bagaimana kalau mas sudah pulang ke Jakarta aku akan memberikan hadiah." ucap Sophia.


"Berhenti lah memperlakukan ku seperti Ano." ucap Gerwyn sambil merengek. "Lagian mas merengek seperti Ano." ucap Sophia. Gerwyn cemberut lagi.


"Bujuk saya dengan sesuatu yang lain?' ucap Gerwyn.


"Humm dengan apa yah." ucap Sophia sambil memikirkan nya.


Gerwyn menunjuk bibir nya, namun Sophia menggeleng kan kepala nya.


"No! No! Tidak mungkin. Aku belum mengatakan apapun tentang perasaanku." ucap Sophia. Gerwyn Menghela nafas panjang.


"Huff kamu sangat menyebalkan." ucap Gerwyn.


"Mas sekarang bukan seperti Tuan muda yang terkenal sangat dingin, tegas dan juga kejam. Wibawa mas di mata aku sudah hilang." ucap Sophia.


"Saya tidak perduli." ucap Gerwyn.


"Lepaskan aku mas, aku harus berkemas, kami sudah kesiangan mau berangkat." ucap Sophia.


"Saya Akan mengijinkan kamu pergi tapi dengan satu syarat." ucap Gerwyn. "Syarat apa lagi?" tanya Sophia.


"Setelah saya pulang dari sini dan sampai di Jakarta, kamu harus memberikan jawaban kamu pada saya soal hubungan kita. seperti yang saya katakan sebelumnya, saya tidak menerima penolakan." ucap Gerwyn.


Sophia berfikir sejenak.


"Humm Baiklah." ucap Sophia. Gerwyn melepaskan Sophia dia berdiri. Dia hendak mencium Sophia namun di tahan oleh Sophia.


Gerwyn hanya bisa pasrah di tolak boleh Sophia.


Di depan rumah Sophia berpamitan pada keluarga suami nya Itu. "Hati-hati yah nak, kabarin kalau sudah sampai di Jakarta." ucap Tante Linda.

__ADS_1


Sophia mengangguk. Ano juga bersalaman dengan mereka.


"Aku nganterin mereka kedepan dulu yah Mah." ucap Gerwyn membantu membawa koper Sophia.


"Sampai sini saja, lebih baik mas kembali masuk agar cepat sembuh." ucap Sophia. Gerwyn mengangguk.


Namun Gerwyn tak kunjung pergi.


"Mbak Sophia kenapa tidak pengertian sih, biasanya sepasang suami istri itu berpelukan dulu sebelum berpisah. Ayo peluk kak Gerwyn." ucap Ano.


Sophia menatap Gerwyn. Tiba-tiba memeluk nya.


"Sampai ketemu di Jakarta." ucap Sophia. Gerwyn membalas pelukan Sophia.


Setelah berpelukan mereka pun masuk ke dalam mobil. S


Gerwyn melambaikan tangan nya.


"Yahh sedih lagi deh." ledek Enjel.


"Berhenti mengejek pamanmu nak, ayo masuk." ucap Ibu nya Enjel.


"Baik Buk, tapi seperti nya ada yang Akan sakit parah lagi karena sangat rindu." ucap Enjel, Ibu nya langsung menarik Enjel masuk sebelum di terkam oleh Gerwyn.


"Mamah sangat senang melihat kemajuan hubungan kalian sekarang nak." ucap Buk Linda.


Gerwyn tersenyum.


Gerwyn tersenyum sambil mengangguk.


"Baiklah kalau begitu masuk yok." Mereka pun masuk ke dalam.


Hari-hari di jalanin Oleh Sophia Tampa Gerwyn. Bahkan mereka juga jarang komunikasi sama-sama sibuk. Sepuluh hari kemudian..


Hari ini adalah terakhir kali Sophia Magang di hotel tersebut.


"Mau?" Tanya Frans menawarkan minuman pada Sophia yang istirahat siang.


Sophia tersenyum mengucap kan terima kasih dan menerima nya.


"Boleh ikut duduk kan?" tanya Frans. Sophia Mengangguk.


"Kamu sedang memikirkan nilai lagi yah? Padahal nilai kamu sudah dijamin bagus. Pekerjaan kamu semua nya beres." ucap Frans.


Sophia hanya membalas nya dengan tersenyum.


"Malam ini saya mau mengundang kamu Makan malam di rumah saya. Kamu mau?" tanya Frans.


Sophia melihat ke arah Frans.

__ADS_1


"Malam ini yah?" ucap Sophia. Frans mengangguk.."Saya sangat senang kalau kamu mau datang." ucap Frans.


"Acara apa kak?" tanya Sophia. "Tidak ada acara penting, hanya saja ibu ingin mengundang anak-anak nya untuk makan bersama." ucap Frans.


Sophia bingung mau jawab apa.


"Tenang saja tidak Akan lama kok, kamu juga bisa membawa Ano. Ibu saya akan sangat suka." ucap Frans.


"Baiklah. Jam enam jemput aku." ucap Sophia. Frans tersenyum dia sangat senang.


Setelah selesai istirahat siang dia langsung melanjutkan pekerjaannya. Jam tiga sore dia sudah pulang ke rumah.


"Bik Ano belum pulang yah?" tanya Sophia.


"Hari ini ada mata pelajaran tambahan jadi mungkin sekarang Ano sedang perjalanan pulang ke sini." ucap Bibik.


"Oohhh ." ucap Sophia.


"Ya udah bik, aku ke kamar dulu yah." ucap Sophia Bibik Mengangguk.


Tidak beberapa lama Ano pulang.


"Ano!" panggil Sophia masuk ke kamar Ano. Namun tiba-tiba Ano sangat terkejut.


"Mbak kenapa gak Ketuk pintu dulu sih?" tanya Ano.


"Kamu lagi nyebunyiin apa tuh? Seperti nya kamu ada rahasia." ucap Sophia.


"Gak ada kok Mbak." ucap Ano. Sophia tersenyum seperti mencurigakan Adik nya.


"Hayo apa an tuh?" tanya Sophia. Ano tidak mau menunjukkan nya.


"Ya sudah kalau gak mau nunjukin, tapi seperti nya itu spesial yah? Kamu senyum-senyum melihat nya." ucap Sophia. Ano Menggeleng kan kepala nya.


"Nanti temanin mbak ke rumah nya Om Frans yah, dia ngajakin mbak untuk makan malam bersama keluarga nya." ucap Sophia.


"Loh bagaimana kalau kak Gerwyn tau mbak?" tanya Ano.


"Mbak tidak enak untuk menolak nya." ucap Sophia.


Ano seperti berfikir sejenak.


"Mau yah, jangan kasih tau sama kak Gerwyn juga." ucap Sophia. "Humm baiklah, tapi hanya untuk sekali ini saja yah." ucap Ano. Sophia mengangguk.


"Oh iya bagaimana salam mbak di sampaikan sama anak perempuan itu gak?" tanya Sophia.


"Dia tidak datang." ucap Ano. "Huff itu pasti karena kamu kan? Lagi-lagi kamu pasti mengganggu nya." ucap Sophia.


Ano hanya diam saja. "Ya udah kamu istirahat saja dulu sebentar, mbak mau bersih-bersih dulu, setelah itu baru kita siap-siap, karena om Frans yang datang menjemput kita ke sini." ucap Sophia. Ano mengangguk.

__ADS_1


Sophia beranjak. "Yakin gak mau melihat kan apa yang Kamu sembunyikan?" tanya sophia lagi.


__ADS_2