Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 269


__ADS_3

"Kalau Hena bisa membuktikan dia pantas untuk kamu, pantas menjadi seorang pasangan untuk kamu, Mamah akan merestui hubungan kalian. Tapi kalau Hena belum bisa menyakinkan Mamah. Kamu harus siap meninggalkan dia."


"Baik mah, aku akan memastikan kalau mamah akan tertarik pada Hena." ucap Vano. "Terimakasih mah." ucap Vano mencium kepala mamah nya dan langsung pergi.


Vano pergi dengan sangat senang sekali. Om Davit yang melihat itu sangat senang.


"Terimakasih mah sudah mau mengerti kepada Vano." ucap Om Davit. "Aku selalu mengerti Kemauan kamu dengan Vano. Namun Kalian sama sektor tidak pernah perduli dengan ku."'


Om Davit mendengar itu langsung terdiam.


"Sebaiknya papah pergi saja dari sini, aku sudah lebih baik."


Om Davit menggeleng kan kepala nya.


"Papah tidak akan pergi kemana pun. Papah akan selalu di sini sampai Mamah mau memaafkan papah." ucap Om Davit.


"Semua kesalahan bisa di maafkan kecuali perselingkuhan dan penghianatan. Mamah tidak bisa memaafkan papah."


Om Davit yang mendengar itu langsung terdiam.


"Tapi papah tidak akan pernah menyerah." ucap Om Davit.


Keesokan harinya Sophia dan Gerwyn mengantarkan Ano ke sekolah. Kebetulan juga Bu Ena di depan.


Dia mendekati Sophia yang mengantarkan Ano hanya di depan gerbang.


"Sudah lama kamu tidak datang ke sini mengantarkan adik kamu." ucap Bu Ena.


"Ibu bisa berhenti mengganggu istri saya tidak! Ibu akan saya laporkan kalau seperti ini." ucap Gerwyn yang tiba-tiba datang. Bu Ena langsung terdiam dan takut.


"Ingat yah Bu kalau semua yang ibu ingin kan tidak bisa harus menjadi milik ibu!" ucap Gerwyn. Bu Ena terdiam.


"Saya sangat mencintai istri saya, kami saling mencintai." ucap Gerwyn.


Bu Ena yang melihat merasa Cemburu sekali, dia membawa Ano ke dalam.


Sophia menatap wajah Suaminya sambil tersenyum..


"Ayo pulang." ucap Sophia. Gerwyn menganguk. Namun sebelum pulang mereka singgah dulu di sebuah Cafe.


"Sophia kamu tunggu sebentar yah, saya akan mengambil handphone di dalam mobil." ucap Gerwyn, Sophia mengangguk, dia menunggu pesanan nya.


Namun saat sedang mengamati sekitar dia terkejut melihat Pria yang tidak asing bagi nya.


"Adit!" ucap Sophia sangat kaget sekali.


Adit juga menoleh ke arah Sophia. Namun Sophia tiba-tiba pergi dia meninggal kan Cafe itu sehingga membuat pelayan kebingungan.

__ADS_1


"Kenapa kamu keluar?" tanya Gerwyn. "Kita harus pindah Mas, aku kurang suka menu di sini." ucap Sophia. Dia mendesak suami nya agar pergi dari sana..


Gerwyn tidak berfikir apa-apa dia menuruti keinginan istri nya dan pergi. "Kalau ada sesuatu katakan pada saya. Kenapa kelihatan nya kamu sangat sedih." ucap Gerwyn pada Sophia.


"Enggak kok." ucap Sophia. Adit mengejar ke luar namun sudah tidak melihat Sophia.


Mereka tidak jadi Singgah di Cafe mana pun karena Sophia ingin cepat-cepat pulang.


Gerwyn tidak banyak protes dia mengikuti perintah istri nya.


Sophia duduk di kasur Kamar nya.


"Kenapa dia kembali lagi? Kenapa rasa sakit yang dulu itu kembali lagi?" ucap Sophia dia memeluk bantal sambil menangis.


Gerwyn mengetuk pintu kamar karena di kunci.


Tiba-tiba handphone Sophia Berdering di telpon oleh Hena.


"Halo Sophia kamu lagi di mana? Aku akan kembali ke Jakarta hari ini. Besok kita sudah bisa melihat nilai." ucap Hena.


"Setelah kamu sampai di Jakarta temui aku di rumah suami ku." ucap Sophia. "Ada apa Sophia? Kenapa Suara kamu seperti menangis seperti itu?" tanya Hena.


"Apa kamu ribut dengan suami kamu?" tanya Hena. "Kamu harus Cepat kembali Hena." ucap Sophia.


"Baiklah-baiklah kalau begitu aku Akan berangkat sekarang." ucap Hena dia langsung mematikan sambungan telepon.


"Aku gak tau Mah, tiba-tiba dia sangat sedih, bahkan tidak makan dan sekarang mengunci pintu." ucap Gerwyn.


"Buka saja dengan kunci yang lain, Mamah sangat khawatir." ucap Bu Linda.


Gerwyn pun menginyakan. Dia membuka pintu dan melihat istrinya tengah berbaring miring.


"Sebaiknya Mamah keluar saja, aku akan berbicara dengan dia." ucap Gerwyn.


"Ya sudah nak." Bu Linda pun keluar dari sana.


Gerwyn memegang lengan istri nya.


"Sayang... Kamu kenapa?" tanya Gerwyn. Sophia menatap wajah suaminya.


"Aku ingin sendiri Mas, jangan mengganggu ku. Aku baik-baik saja." ucap Sophia. "Bagaimana bisa kamu baik-baik saja? kamu belum Makan dan sekarang menangis Tampa alasan." ucap Gerwyn.


"Aku ingin sendiri Mas, aku mohon.." ucap Sophia.


"Tapi setidaknya kamu kasih tau kepada saya apa yang menganggu kamu." ucap Gerwyn.


"Aku mohon mas, aku hanya ingin sendiri." ucap Sophia.

__ADS_1


"Baiklah kalau itu yang kamu mau." ucap Gerwyn. Dia membiarkan istrinya sendiri.


Gerwyn duduk di sofa sambil memikirkan apa yang kira-kira membuat istri nya seperti itu.


Adit di tempat lain baru saja keluar dari Cafe setelah selesai makan. "Seperti nya Sophia masih sangat marah kepada ku." ucap Adit.


"Tapi aku harus menemui dia." ucap Adit.


Dia memutuskan untuk ke rumah Sophia.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di depan Rumah Sophia yang dulu.


"Loh kok rumah nya sudah berubah? Kenapa menjadi bangunan baru?" tanya Adit.


"Adit!" Ucap Paman Sophia.


Adit parkir di depan rumah paman Sophia yang tidak jauh.


"Kamu pasti mencari Sophia ke sini kan?" ucap Paman nya. Adit menganguk.


"Dia sudah tidak tinggal di sini lagi." ucap Paman nya.


"Maksud Paman?" tanya Adit.


"Dia sudah pergi dari sini. Dan tidak pernah kembali lagi. Bahkan tidak tau sekarang di mana." ucap Paman nya.


"Bagaimana bisa Paman tidak tau?" ucap Adit.


"Dia memilih pergi jauh dari paman karena paman miskin, dan bisa jadi sekarang dia sudah menjadi wanita bayaran." ucap Paman nya.


Adit terkejut dengan perkataan yang keluar dari mulut paman Sophia.


"Lalu di mana Kak Liam?" tanya Adit.


"Sekarang dia bekerja di salah satu perusahaan. Dan tidak tinggal di sini lagi karena rumah itu sudah di jual." ucap Paman nya.


"Siapa yang menjual paman?" tanya Adit.


"Siapa lagi kalau bukan Sophia." ucap Istri nya langsung. Adit sangat kaget mendengar itu.


Namun Adit sama sekali tidak percaya dengan kata-kata Bibik dan paman Sophia. "Baiklah paman kalau begitu aku pulang yah." ucap Adit.


Adit juga meninggal kan beberapa Lembar uang untuk mereka karena kelihatan tidak mempunyai uang.


"Tidak mungkin Sophia seperti itu." batin Adit. Namun saat mau pulang Liam baru saja pulang.


Dia menatap Adit.

__ADS_1


"Loh bukannya kamu melanjutkan kuliah di luar negeri? Kenapa kamu begitu cepat kembali?" tanya Liam. Adit menyalim tangan Liam dengan sopan walaupun Liam dulu sangat jahat kepada nya.


__ADS_2