
"Mas! Kamu sudah sadar?" ucap Sophia. Gerwyn tersenyum melihat wajah Sophia. Dia mengangguk. Dia memegang tangan Sophia begitu erat.
"Saya berfikir kalau tidak akan melihat wajah kamu yang cantik ini, namun nyatanya saya masih di berikan ijin untuk melihat nya." ucap Gerwyn.
Sophia tersenyum. Dia memeluk suaminya sambil menangis.
Dokter keluar dari ruangan itu.
"Pak Gerwyn sudah sadar Bu. Pak." ucap dokter. mereka semua mengucapkan alhamdulilah.
"Apa kamu sudah bisa melihat nya?" tanya Bu Linda.
"Untuk sekarang ini sudah ada Istri nya yang mendampingi di dalam, setelah di pindahkan ke ruangan rawat inap baru bisa masuk yah Bu Pak." ucap Dokter.
"Baik Dok. Terimakasih banyak." ucap Bibi. Di dalam ruangan ICU Gerwyn menggenggam tangan Istrinya.
"Saya mohon kamu jangan pergi." ucap Gerwyn. Sophia Menggeleng kan kepala nya. "Enggak mas, aku akan di sini." ucap Sophia.
Gerwyn tersenyum dia tidak berhenti menatap wajah istri nya. Adit dan Ano menunggu di luar hanya diam saja.
Karena jam jenguk sudah habis Sophia harus segera keluar, dia tidak bisa berlama-lama di sana.
"Aku harus keluar mas, setelah kamu sudah pindah kita bisa bertemu lagi." ucap Sophia.
Gerwyn mencium Punggung tangan istrinya.
"Baiklah.. Kamu jaga kesehatan." ucap Gerwyn dengan Suara yang sangat lemas.
Sophia menganguk. Sophia keluar dari ruangan itu.
Semua orang menoleh ke arah nya.
"Bagaimana keadaan Gerwyn?" tanya Bibi.
"Sudah lebih baik Kak." ucap Sophia. "Bagus deh kalau begitu. Saya akan kembali ke urusan saya." ucap Bibi.
"Tunggu kak." Sophia menahan Bibi. "Ada apa?" tanya Bibi.
"Aku ingin berbicara dengan kakak." ucap Sophia. Mereka berjalan meninggalkan keramaian itu.
"Apa kakak mau ke kantor polisi?" tanya Sophia. Bibi menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Saya rasa tidak ada gunanya saya mengurus itu, Kalau kamu ingin orang tua dan kakak kamu bebas terserah. Saya sudah angkat tangan." ucap Bibi.
"Tapi kak."
"Tidak ada pilihan lagi Sophia. Kamu tidak pernah mengerti di posisi suami kamu seperti apa, suami kamu yang harus mengerti posisi kamu terus menerus, menolong dan mengasihi kamu terus tanpa henti." ucap Bibi.
"Gerwyn sudah banyak berkorban demi kamu, dia mencintai kamu dengan setulus hati nya, dia berubah demi kamu..Kapan kamu membalas semua kebaikan dia?" ucap Bibi.
"sudah lah tidak perlu di bahas lagi, sebaik nya kamu menjaga kesehatan kamu lebih baik." ucap Bibi menepuk pundak Sophia dan pergi.
Sophia menghela nafas panjang.
"Apa benar aku tidak pernah mengerti dengan suami ku sendiri?" batin Sophia.
Dia kembali ke Adik, mertua dan semua orang yang menunggu di depan pintu ICU.
"Mah.." Sophia duduk di samping Bu Linda. Bu Linda sama sekali tidak merespon.
"Ku tau mamah pasti sangat marah kepada ku, aku minta maaf atas perbutan ku." ucap Sophia.
"Mamah tidak mau mendengar kan maaf dari kamu!" ucap Bu Linda.
Sophia terdiam. "Mah kalau mamah membenci ku karena Ayah aku tidak bisa melakukan apapun, namun kalau karena kesalahan ku karena tidak akan tau semua nya seperti ini aku minta maaf. Aku mohon minta maaf kepada Mamah." ucap Sophia.
"Sebaiknya Mamah pulang saja." ucap Bu Linda. Mereka semua pergi mengikuti Bu Linda.
Tinggal hanya Sophia, Adit dan juga Ano.
"Yang sama yah Sophia." ucap Adit. Sophia menangis, Ano memeluk nya.
"Ini tidak salah mbak, jangan merasa bersalah seperti ini." ucap Ano.
Keesokan harinya Sophia ingin melihat orang tua dan Kakak nya di penjara.
"Sophia akhirnya kamu datang juga, suruh polisi itu melepaskan kami!" ucap Pak putra. Sophia menatap wajah ayah nya.
"Keadaan kamu hanya diam saja? Cepat lakukan!" ucap pak putra. Sophia tiba-tiba menangis.
"Apa yang telah Ayah lakukan Ayah? Kenapa Ayah sangat tega melakukan ini, kenapa ayah?" ucap Sophia.
"Kamu tidak tau apa-apa, sekarang lepas kan Ayah dengan kakak mu liam!" ucap pak putra.
__ADS_1
Sophia menggeleng kan kepala nya. "Aku gak bisa ayah. Ayah harus menebus semua kesalahan ayah di sini. Dan aku rasa ini tidak sebanding dengan perbuatan ayah." ucap Sophia.
"Kamu anak yang sangat durhaka! Kenapa kamu membiarkan ayah mu di dalam penjara seperti ini." ucap Pak putra.
"Papah sadar gak sih papah sudah membunuh Papah nya Mas Gerwyn, namun Papah sekarang di depan mata ku papah mau membunuh mas Gerwyn." ucap Sophia.
"Dia yang mencari gara-gara kepada ayah!" ucap pak putra.
"Stop Ayah! Stop.. Aku Sudah tau se.
nya kebusukan Ayah dengan kak Liam aku sudah tau." ucap Sophia.
Pak putra terdiam. "Aku membawa makanan yang aku masak sendiri untuk Ayah." ucap Sophia.
"Dulu waktu kecil ayah selalu bilang kalau aku harus pandai Masak agar nanti bisa bantu ibu di dapur." ucap Sophia.
"Ayah juga pernah bilang kalau sudah besar dan pandai Masak Ayah ingin mencicipi masakan ku, sekarang walaupun aku lagi hamil aku ingin Masak untuk ayah." ucap Sophia.
Pak putra membuka Bekal dari Sophia. Ternyata isi makanan favorit nya yang sering di Masakin oleh Almarhum istri nya.
Tanpa mengatakan apapun dia langsung memakan begitu lahap.
"Kemana saja ayah selama ini? kenapa ayah tidak memperdulikan aku dengan Ano?" tanya Sophia. Pak Angga yang tadi nya sangat asik makan terhenti karena pertanyaan Anak nya.
"Aku tau kalau Ayah hanya mengirimkan uang pada kak Liam, tapi kenapa ayah pilih kasih? Apa kami bukan anak kandung Ayah?" ucap Sophia.
Pak putra menatap wajah Sophia.
"Kamu tidak perlu tau alasan nya, Ayah memberikan nya kepada Liam karena dia memiliki pengeluaran yang sangat banyak, dia juga banyak kebutuhan." ucap Pak putra.
"Lalu bagaimana dengan kamu ayah? Aku dan Ano masih sangat kecil dan sekolah bahkan tidak bisa bekerja di Mana pun." ucap Sophia.
"Kamu harus Mandiri!" ucap pak putra. "Sekarang aku berterima kasih banyak kepada ayah karena kalau hidup ku tidak seperti itu aku mungkin tidak bisa bahagia dengan orang yang tepat." ucap Sophia.
"Kamu tidak akan bahagia dengan Gerwyn, kamu tidak akan bahagia!" ucap Pak putra.
"Aku tidak butuh doa jelek Ayah,baku hanya doa dan restu ayah dan sebentar lagi Ayah akan menjadi Kakek." ucap Sophia. Pak putra menggeleng kan kepala nya.
"Saya bukan kakek nya, saya tidak akan pernah bersedia merestui hubungan kalian!" ucap pak putra.
"Kenapa ayah begitu jahat sekali? kenapa sangat tidak mempunyai hati?!" ucap Sophia.
__ADS_1
"Ayah tidak suka kepada keluarga itu dari dulu." ucap pak putra dengan tatapan penuh benci.