
Terlihat sangat jelas di wajah Gerwyn dia sangat sedih dia menatap Okta yang pergi menggandeng tangan pria itu.
Dia tiba-tiba keluar dari sana, Sophia melihat itu dia langsung mengejarnya. "Kamu mau kemana? Acara nya belum selesai." Ucap Frans menahan Sophia.
"Aku ada urusan mendadak," Sophia berlari. Dia mengikuti Gerwyn yang mengejar mobil Okta.
"Okta-okta! Kamu bohong kan sama aku? ini hanya sebuah kebohongan kan?" tanya Gerwyn menahan Okta mau masuk ke rumahnya nya.
"Lepas! Aku tidak bohong, aku mau kita putus aku tidak tahan lama-lama sama kamu. Lagian kamu sudah menikah kan?"
"Gak mungkin kita putus Okta, kamu tau aku sangat mencintai kamu, aku selalu memaafkan kesalahan kamu."
"Kamu adalah pria egois Gerwyn! Kamu bebas berhubungan dengan wanita mana pun tanpa memikirkan perasaan aku, giliran aku hanya dekat saja kamu sudah sangat marah." ucap Okta.
"Aku hanya menjadi kan mereka budak ku Okta, tidak lebih dari itu." ucap Gerwyn.
"Aku tidak bisa lagi sama kamu, orang tua kamu juga tidak menyetujui hubungan kita." ucap Okta.
"Aku gak mau Okta, aku mencintai kamu."
"Aku tidak mencintai kamu lagi."
"Apa karena pria itu lebih kaya? Apa karena dia bisa memberikan semua yang kamu mau?"
"Jaga yah Mulut kamu, aku bukan perempuan seperti itu." ucap Okta dan pergi menutup pintu agar Gerwyn tidak masuk.
"Okta! Okta! Aku mohon jangan seperti ini, aku sangat mencintai kamu, aku rela melakukan apapun demi kamu." ucap Gerwyn terus menekan bel Gerbang.
Namun tiba-tiba petir dan kilat sangat kuat, hujan akan segera datang.
Sophia turun dari mobil.
"Pak ayo kita pulang, sebentar lagi mau hujan." ajak Sophia.
Gerwyn tidak perduli dia tetap memohon agar Okta keluar.
"Pak sudah gerimis ayok kita pulang." ajak Sophia.
Namun tiba-tiba Gerwyn mendorong Sophia.
"Menjauh dari saya! Kamu pembawa sial di hidup saya." ucap Gerwyn sangat kuat.
Sophia yang jatuh ke aspal sangat terkejut, seketika hujan deras datang. Siku Sophia sudah berdarah.
Gerwyn langsung meninggalkan Sophia begitu saja.
"Ya Allah apa salah ku?" batin Sophia.
"Apa karena aku, mbak Okta meninggal kan pak Gerwyn? Tapi pak Gerwyn menikah dengan ku hanya menjadikan Alasan agar hubungan mereka semakin dekat dan bebas." batin Sophia.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di hotel.
__ADS_1
"Mbak Sophia!" Ano langsung membawa kan handuk untuk mbak nya yang sudah menggigil karena sangat dingin.
"Pak Gerwyn belum pulang?" tanya Sophia karena tidak melihat Gerwyn.
"Belum mbak."
Sophia diam dia pun mandi dan berganti pakaian.
Satu Minggu kemudian Sophia sudah mulai magang di hotel tersebut. Waktu nya istirahat dia pulang ke rumah karena sudah tidak di hotel lagi.
Dia terkejut karena melihat ada mobil depan rumah nya.
"Mobil siapa ini?" ucap Sophia.
Sophia masuk ke rumah tidak lupa mengucapkan salam dan ternyata ada Bibi di sana.
"Kak Bibi! Kenapa kakak ada di sini?" tanya Sophia..
"Kakak datang ke sini mau memberi tahu kalau Gerwyn kecelakaan tiga hari yang lalu." ucap Bibi.
Sophia diam, tidak ada rasa khawatir atau terkejut sama sekali, karena dia sama sekali tidak lagi perduli.
Sudah satu Minggu Gerwyn tidak pulang dan menemui nya.
"Sekarang dia koma, aku harap kamu menemui nya di rumah sakit. Tidak ada yang mengurus nya di sana." ucap Bibi.
"Apa Tante Linda tau?"
"Baiklah, aku akan kesana." ucap Sophia.
"kamu mau pergi sendiri, atau aku anterin?"
"Aku bisa sendiri kak, terimakasih banyak."
Tidak beberapa lama Sophia sampai dia melihat Gerwyn yang terbaring di tempat tidur.
"Seperti nya pasien Mabuk saat kecelakaan, itu sebabnya sampai sekarang dia tidak sadar kan diri. Ada beberapa kelumpuhan di otot-otot kaki dan juga lengan nya. Mungkin bisa sembuh namun harus butuh waktu lama." ucap dokter.
"Keadaan nya bagaimana dok?"
"Sudah lebih baik, hanya menunggu pasien sabar dan kami akan memeriksa yang lain nya."
Cukup banyak dokter menjelaskan dia pun pergi, Sophia duduk di sofa sambil menatap Gerwyn.
Dia melihat Bibir Gerwyn yang sangat kering dia pun membasahi nya dengan kapas basah khusus untuk bibir.
"Sesayang itu dia sama Okta, namun kenapa Okta malah memilih pria lain." batin Sophia.
"Aku tidak terima ketika Okta menghianati Pak Gerwyn seperti ini."
Sophia menunggu Gerwyn di sana. Tidak terasa sudah malam dia sangat mengantuk dan tertidur.
__ADS_1
Gerwyn mulai menggerakkan tangan nya, dia merasa tangannya seperti ada yang menahan.
"Okta! Kamu di sini?" ucap Gerwyn melihat Sophia, karena warna rambut mereka hampir sama.
Namun setelah Gerwyn mengawas kan rambut Sophia yang menutupi wajahnya dia langsung terdiam.
"Kenapa dia ada di sini?"
"Heh! heh! Bangun, kenapa kamu ada di sini?" tanya Gerwyn dengan kasar membangun kan Sophia.
Sophia bangun.
"Bapak sudah bangun? Akhirnya, aku akan memanggil dokter." Sophia berlari mencari dokter. Tidak beberapa lama dokter pun datang memeriksa Keadaan Gerwyn.
"Keadaan nya sudah lebih baik, sekitar dua hari lagi sudah bisa pulang." ucap dokter.
"Baik Dok, terimakasih kasih banyak." Sophia mengantar kan dokter keluar.
"Kata dokter Bapak bisa pulang dua hari lagi." ucap Sophia.
"Lebih baik kamu pergi! Saya tidak mau melihat kamu di sini." ucap Gerwyn.
Sophia Menghela nafas panjang.
"Sudah sakit masih saja marah-marah." ucap Sophia.
Dia duduk di sofa sambil menatap Gerwyn.
"Bapak terlalu sering Mabuk berat sampai membahayakan diri sendiri, bagaimana kalau orang tua bapak tau?" ucap Sophia.
"Kamu tidak perlu memperingati saya!"
Sophia menghela nafas panjang lagi.
"Sekarang kaki bapak lumpuh, tangan kanan bapak juga tidak bisa di gerak kan, apa saya harus diam tidak memperingati Bapak?"
Gerwyn diam.
"Permisi Mbak, pak, ini Makan siang pak Gerwyn."
Sophia mengucapkan terimakasih.
"Bapak harus Makan dulu!" ucap Sophia menyiapkan untuk Gerwyn. "Kalau di lihat terus makanan nya tidak akan sampai ke perut." ucap Sophia karena Gerwyn hanya memandangi nya saja.
Sophia baru ingat kedua tangan Gerwyn terluka. Dia mengambil sendok dan menyuapinya ke Mulut Gerwyn namun Gerwyn tidak mau.
"Bapak harus makan pak biar cepat sembuh." ucap Sophia Terus memaksa namun tiba-tiba Gerwyn menepis Meja makanan dari atas kasur sampai semua nya berserakan di lantai.
Sophia sangat terkejut, bahkan celana nya sekarang kotor karena tumpahan bubur itu.
"Saya tidak mau yah tidak mau, jangan coba-coba memaksa saya!" ucap Gerwyn dengan sangat marah serta menatap tajam pada Sophia.
__ADS_1