Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Sophia menjadi pelayan di sebuah Bar


__ADS_3

Sophia baru saja selesai mencuci pakaian dan membersihkan rumah di Sore hari. Setelah selesai dia istirahat dia membuka handphone nya.


"Sophia bagaimana dengan utang kamu sudah lunas kan? Aku sedang perjalanan ke rumah kamu." Hena mengirim kan pesan.


Sophia membalas


"Iyah aku tunggu."


Tidak beberapa lama Hena datang.


"Sudah lama yah aku tidak ke sini." ucap Hena.


Sophia tersenyum.


"Kamu malam ini gak kerja? Kenapa malah ke sini?" tanya Sophia.


"Aku sedang Ambil cuti mau melengkapi kebutuhan magang, kamu mau ikut gak?" tanya Hena.


"Aku sedang tidak punya uang, kamu bisa pergi sendiri."


Hena Menghela nafas panjang.


"Hen aku mau kerja sama seperti kamu."


Hena terkejut dia menatap Sophia.


"Kamu yakin?"


Sophia mengangguk.


"Aku sudah memikirkan nya," ucap Sophia.


"Kamu pasti sudah tau resiko nya apa kan dalam pekerjaan seperti ini."


Sophia mengangguk.


"Aku tidak mau merepotkan banyak orang lagi, uang kamu sudah banyak aku pakai dan juga banyak teman-teman ku yang sudah menagih, belum lagi kebutuhan magang, Adek ku." ucap Sophia.


"Baiklah kalau begitu kamu ikut aku malam ini."


Malam hari sudah tiba Sophia menitipkan Ano pada teman akrab nya buat malam ini.


"Ayo Hen aku sudah siap." ucap Sophia keluar dari kamar nya.


Hena memerhatikan penampilan Sophia dari atas sampai bawah.


"Kamu yakin mau pergi seperti ini?" tanya Hena.


Sophia mengenakan celana Levis baju kaus biasa.


"Aku hanya mempunyai pakaian yang seperti ini."


"Kita tukar baju di rumah mami saja." ucap Hena.


"Eh neng Sophia mau kemana malam-malam seperti ini?" tanya Ibu yang kebetulan lewat depan rumah.

__ADS_1


"Aku ada janji sama teman-teman buk." ucap Sophia.


"Oohhh neng Sophia hati-hati yah."


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di Rumah Mami,


Mami yang melihat Hena datang membawa Sophia dia sangat senang.


Sophia langsung di make up sama mami.


"Perfek! Kamu sangat cantik sayang." ucap mami setelah selesai.


Sophia melihat dirinya di cermin Seketika dia tersenyum karena baru pertama kali dia berdandan dan dia sangat suka.


Setelah itu mami memilih kan Dres pada Sophia.


"Mi apa baju ini tidak terlalu kecil dan terbuka?" tanya Sophia kurang nyaman.


"Kamu jangan lupa kalau ini adalah tempat yang tidak biasa, kamu mendapatkan uang dengan tubuh dan penampilan jangan malu-maluin." ucap Hena.


Sophia langsung terdiam.


"Ingat yah kamu malam ini masih bertugas untuk melayani tamu-tamu kamu harus bisa belajar dalam satu malam setelah itu Besok kamu sudah berhadapan dengan Tamu yang membayar kamu." ucap Menejer mami.


Sophia mendengar itu sangat merinding. Hena pun membawa Sophia kelapangan bersama Menejer.


"Kamu akan di temanin sama Menejer ini, aku akan bekerja Tamu ku sudah menunggu dari tadi." Hena langsung pergi begitu saja.


Sophia melihat ke Menejer itu.


"Kamu harus senyum jangan memasang wajah takut itu dan berdiri lah dengan tegap, berbicara dengan lembut Tampa ragu."


Sophia mengerti dia langsung melakukan yang di minta Menejer itu.


"Baiklah semua nya, kenalin ini namanya Sophia dia adalah anak baru kalian harus mengajari nya sampai bisa." ucap Menejer dan setelah itu dia pun pergi.


Mereka semua memperkenalkan diri nya.


"Buat langkah pertama kamu harus melayani tamu-tamu VVIP yang di dalam sana." ucap Wanita cantik berbadan tinggi berwajah manis pada Sophia.


Sophia melihat teman-teman nya Bekerja mengamati agar dia tidak Salah.


Setelah dia paham dia pun membawa minuman masuk keruangan VVIP.


"Kenapa jantung ku berdetak sangat cepat, aku sangat takut." batin Sophia namun terus memaksa kan diri.


Dia masuk ke dalam.


"Permisi saya mau mengantar kan Minuman." ucap Sophia menunduk kan kepala nya.


Tamu VVIP itu adalah dua Pria yang berwajah tampan namun sangat dingin, penampilan yang sangat formal.


Sophia mendekati Meja dan menata minuman di Atas meja.


"Apa ada yang lain bisa saya bantu lagi Pak?" tanya Sophia berani menatap wajah pria yang duduk seakan tidak perduli dengan kata-kata nya.

__ADS_1


Sophia melihat wajah tampan pria itu langsung suka karena itu adalah idola nya selama ini.


"Seperti nya kamu anak baru di sini." ucap Pria yang berpakaian Kemeja sementara Idola Sophia itu mengenakan jas.


Sophia mengalihkan pandangannya ke pria yang di sebelah nya.


"I-iyah Pak saya anak baru di sini." ucap Sophia sedikit gugup.


"Bagaimana kalau malam ini kamu Temanin kami berdua di sini?" tanya Pria itu menarik tangan Sophia namun Sophia langsung menepis tangan pria itu.


Badan nya seketika panas dingin dia jadi takut karena di sentuh oleh pria yang menatapnya dengan tatapan penuh nafsu.


Idola Sophia menoleh ke arah Sophia.


"Kamu tidak sopan sama sekali menolak tamu seperti itu!" ucap pria itu dengan nada yang datar Menatap Tajam ke arah Sophia.


"Maafkan saya Pak, tapi saya hanya bertugas sebagai pelayan." ucap Sophia, pria yang berkemeja itu Langsung menghubungi mami tidak beberapa lama akhirnya mami datang.


"Permisi, ada yang bisa saya bantu?" tanya Mami.


"Saya mau dia menemani saya malam ini."


"Tapi.."


"Saya mau dia!" ucap pria itu memaksa.


"Buat kali ini saja yah Sophia, Mami janji akan memberikan uang berapa pun yang kamu minta karena ini adalah Tamu VVIP yang tidak bisa di kecewa kan." ucap mami memohon.


Sophia menolak namun dia juga tidak tega.


"Baiklah saya mau, namun hanya menemani minum saja." ucap Sophia.


Pria itu langsung menarik tangan Sophia duduk di pangkuan nya. Sophia sangat kaget namun dia harus tau situasi.


"Siska mana Mi? Seperti nya Tuan Gerwyn kesepian."


"Hari ini Siska sedang tidak masuk Pak, kami bisa meminta semua anggota datang dan tuan Gerwyn bisa memilih." ucap mami.


Gerwyn Connelly adalah seorang model dia juga pengusaha kaya raya, dia terkenal dengan sifat kejam nya.


Dia tidak memberikan ampun pada orang yang membuat kesalahan pada nya.


Dia mempunyai kebiasaan buruk yaitu tidur dengan wanita mana saja dan pemabuk berat selain itu dia juga sangat galak.


Tidak beberapa lama semua anggota datang. Dan yang membuat Sophia kaget Gerwyn memilih dua wanita yang paling termahal bayarannya di sana.


"Semua wanita-wanita yang di sana sangat senang jika dia pilih oleh Gerwyn salah satu cita-cita mereka bisa tidur dengan Gerwyn pria Tampan, berbadan bagus dan semua yang tidur dengan Gerwyn mendapatkan kepuasan. dan lagi Gerwyn membayar mereka sangat mahal.


Karena Siska wanita yang paling di sukai oleh Gerwyn tidak datang dia memilih wanita-wanita lain.


"Kalian berdua puas kan saya malam ini." ucap Gerwyn langsung masuk ke kamar.


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author.

__ADS_1


__ADS_2