Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Okta menghubungi kembali Gerwyn


__ADS_3

Sophia baru saja bangun dia bergeliat dia kaget karena dia tidur di kasur.


"Aku kenapa bisa di sini?" tanya Sophia sambil melihat ke sekeliling ruangan itu sudah tidak ada Gerwyn. Dia langsung turun namun badan nya masih terasa lemas.


"Huff kenapa badan ku jadi berat seperti ini yah." ucap Sophia sambil memijat-mijat.


Dia mengingat kemarin waktu setelah pulang dari tempat magang dia bertemu dengan kakak nya Liam.


Liam mengambil paksa uang dari dalam tas Sophia karena Sophia tidak mempunyai ATM untuk tempat menyimpan uang nya.


Semua uang yang di berikan Gerwyn habis di ambil oleh kakak nya Tampa sisa sama sekali. Sekarang dia bingung harus membayar dan membeli keperluan adik nya.


Tiba-tiba handphone nya berdering telepon dari Hena,


"Ya ampun aku sudah telat." Sophia segera siap-siap untuk berangkat magang.


"Ano mbak berangkat dulu yah." ucap Sophia langsung berlari keluar rumah.


"Loh kata nya demam, kok lari-larian seperti itu?" tanya buk Linda yang membawa bubur masakan nya pada Ano.


Ano hanya menggeleng kan kepala nya.


Ano hanya merasa akhir-akhir ini Sophia kurang perhatian pada nya, Karena itu Ano jadi banyak diam.


"Nih ibu sudah buatin Bubur, kamu cobain yah ibu sudah lama tidak masak." ucap buk Linda.


Ano mencoba nya.


"Bagaimana enak?" Ano menggeleng kan kepala nya.


"Lebih enak bubur buatan mbak Sophia, buatan Ibu tidak berasa." ucap Ano.


Buk Linda langsung mencoba nya dan benar saja tidak enak.


"Yahh ibu gagal lagi deh." ucap buk Linda sedih.


"Aku tidak pernah melihat ibu masak kenapa tiba-tiba masak?" tanya Ano.


Buk Linda duduk terdiam.


"Ibu tidak pandai masak sama sekali karena dulu ya Ibu berkegantungan sama pembantu. Namun setelah suami ibu meninggal ibu sangat menyesal tidak pernah masak pada nya." ucap buk Linda.


Ano diam.


"Mbak Sophia sangat pandai masak, masakannya juga enak namun dia jarang masak karena sangat sibuk. Lain kali aku akan bilang pada nya untuk membantu ibu belajar Masak." ucap Ano.


"Hemm jangan, Sophia pasti sangat sibuk belajar masak bukan sesuatu yang mudah, kak Gerwyn juga tidak boleh tau." ucap buk Linda.


Di kantor Gerwyn baru saja selesai dengan meeting penting untuk membahas Usaha saham mereka yang baru.


"Permisi Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Vano karena Gerwyn memanggil ke ruangan nya tadi.


"Iyah saya butuh bantuan kamu." ucap Gerwyn.

__ADS_1


Vano duduk di depan Gerwyn.


"Tolong urus biaya sekolah adik istri saya sampai semua nya selesai di sekolah ini." Gerwyn menunjuk sekolah yang di datangi oleh Sophia kemarin dia tau dari supir yang membawa mereka.


"Baik pak, saya akan segera memberikan laporan selanjutnya."


"Baik, kamu boleh keluar." Vano segera keluar dari ruangan Gerwyn. Gerwyn menghela nafas panjang dia membuka ponsel nya.


Dia sangat kaget karena ada notifikasi masuk ke ponsel nya dari Okta. "Akhirnya kamu membalas pesan ku Okta," ucap nya dengan semangat membuka pesan itu.


Namun setelah di buka wajah nya seketika berubah menjadi sangat dingin.


"Maaf aku baru membalas pesan mu. Aku harap kamu jangan mengganggu aku lagi, aku sudah bahagia dengan pasangan ku sekarang."


Pesan yang pertama berhasil membuat Gerwyn terdiam.


"Kamu juga harus bahagia dengan pasangan mu. Aku sebentar lagi Akan menikah dengan pilihan ku, aku harap kamu datang yah." Okta juga mengirimkan surat undangan khusus untuk Gerwyn dan istri nya.


Tiba-tiba handphone nya berdering.


"Sophia? Kenapa dia menelpon ku?" Namun Gerwyn tidak menjawab nya tidak beberapa lama masuk pesan dari Sophia.


"Aku akan telat pulang ke rumah pak." Hanya itu saja.


"Telat? Apa dia sudah sehat?" ucap Gerwyn.


"Tidak bisa! jam empat sore kamu sudah harus di rumah." balasan dari Gerwyn.


"Yahh pak, hari ini saya harus menemui guru saya."


Sophia tidak bisa mencari alasan lagi dia mengirim kan emot Bete.


Melihat emot itu Gerwyn tersenyum tipis.


"Baru saja sembuh sudah mau keluyuran!"


Gerwyn mencari pesan Okta tadi.


"Tidak bisakah kamu pertimbangkan lagi? Kita sudah bersama cukup lama. Aku mencintai kamu."


"Aku tidak mencintai kamu lagi." Kata-kata itu membuat Gerwyn sedih.


"Aku harap kamu bisa datang." Okta langsung memblokir nomor Gerwyn.


Gerwyn menghela nafas panjang dan meletakkan ponsel dengan kasar di atas meja.


"Aku tidak yakin kamu bisa bahagia dengan orang lain, kamu hanya bahagia dengan ku." ucap Gerwyn.


"Hena.." panggil Sophia.


"Iyah kenapa?" tanya Hena balik.


"Aku boleh minta tolong gak?" tanya Sophia.

__ADS_1


"Minta tolong apa?"


"Aku mau pinjam uang kamu, mau bayar sekolah Ano, aku akan mengganti nya."


"Loh emang kamu gak bisa minta ke suami kamu?"


"Masalah nya semua uang ku yang di kasih sama pak Gerwyn di ambil sama kak Liam."


"Ya ampun kak Liam gak berubah-ubah!" ucap Hena.


"Ya udah deh aku akan mengusahakan nya besok yah, sekarang aku belum pegang uang, aku menabung nya di bank, tapi kamu jangan khawatir aku akan mengambil nya." ucap Hena.


"Terimakasih yah, kamu memang Teman ku paling baik."


mereka pun berpelukan.


"Sophia kan?" ucap pria yang baru saja lewat mau masuk ke hotel itu.


Mereka melihat ke arah Pria yang menegur mereka.


"Iyahh saya Sophia, bapak Siapa yah?" tanya Sophia.


"Loh kamu lupa? Saya Frans sebelum nya kita bertemu di Club Raks ," ucap Frans memaksudkan Club tempat nya bekerja sebelum nya.


"Oohh." ucap Sophia langsung ingat.


"Bagaimana kabar kamu? Kamu di sini sedang apa?"


"Alhamdulillah baik, kenalin ini namanya Hena."


"Aku sudah kenal kok." ucap Frans.


Hena seketika tersenyum. Sophia langsung paham mereka kenal karena apa.


"Kamu di sini magang."


"Owh tepat sekali, ini adalah hotel milik papah saya, saya akan meminta mereka memberikan nilai yang bagus." ucap Frans.


"Tidak perlu Kak, kami bisa kok menghasilkan nilai sesuai dengan kenerja kami, kami tidak mau licik." ucap Hena.


"Wahh saya salut sama kalian." ucap Frans.


"kalian sudah makan siang? Ini jam istirahat ayo Makan siang." ajak Frans.


"Humm seperti nya aku tidak bisa ikut deh Sophia, kamu pergi sendiri aja gak apa-apa kan? Bahaya kalau pacar aku melihat nya." ucap Hena.


Sophia menghela nafas panjang.


"Ya udah deh." Akhirnya mereka berdua ke restoran terdekat bersama.


"Ngomong-ngomong kamu tinggal di mana?" tanya Frans pada Sophia.


"Gak jauh kok dari sini Kak."

__ADS_1


"Boleh aku sesekali bermain ke sana?" Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Rumah saya kecil kak, kakak pasti tidak nyaman, lagian saya jarang di rumah lebih sering di rumah Su..." seketika kata-kata nya terhenti.


__ADS_2