Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Berdamai


__ADS_3

Gerwyn tidak sadar menggigit bibir Sophia sehingga Sophia bergeliat dia tidak bangun namun langsung berbalik membelakangi Gerwyn.


Gerwyn mencoba untuk memutar badan Sophia namun dia takut Sophia bangun, akhirnya dia pun menyerah dan duduk di pinggir kasur sambil memerhatikan Sophia.


"Seandainya kamu bukan anak pembunuh itu, aku tidak akan kesulitan mengambil keputusan." batin Gerwyn.


Dia langsung keluar meninggalkan Sophia di kamar.


"Mamah." ucap Gerwyn melihat buk Linda sedang mau makan. Buk Linda menoleh ke arah Gerwyn.


"Sini biar aku bantuin." ucap Gerwyn. Gerwyn membantu buk Linda untuk mengambil kan nasi ke piring nya.


"Mamah kapan kontrol? Aku anterin yah." ucap Gerwyn.


"Gak usah, mamah bisa pergi sama Sophia." ucap buk Linda, Gerwyn diam.


"Oh iya mah, Mamah tidak perlu khawatir tentang pekerjaan Mamah, aku akan mengambil alih mengurus semua nya, Mamah hanya fokus untuk sehat saja." ucap Gerwyn. Buk Linda hanya diam saja.


Setelah selesai makan Buk Linda langsung beranjak, sementara Gerwyn belum selesai makan.


"Bik apa Mamah sudah minum obat?" tanya Gerwyn.


"Kurang tau Pak, biasa nya non Sophia yang memberikan nya." ucap Bibik. Karena Sophia dari tadi tidur Gerwyn memastikan kalau buk Linda memang belum minum obat. Dia pun mengambil obat buk Linda dari kamar.


"Mah minum obat dulu." Gerwyn memberikan obat pada Ibu nya. Buk Linda meminum obat nya semua.


"Mah aku minta maaf kalau sudah membuat Mamah marah pada ku." ucap Gerwyn memegang tangan buk Linda.


Buk Linda menatap wajah Gerwyn.


"Kamu tidak sayang lagi sama Mamah! Kamu tidak perduli sama mamah, kamu sudah Bosan mengurus Mamah kan." ucap buk Linda. Gerwyn menggeleng kan kepala nya.


"Enggak mah, jangan berfikir seperti itu, aku sangat menyayangi Mamah." ucap Gerwyn.


"Kalau kamu sayang sama Mamah kamu pasti Akan datang melihat keadaan Mamah tiap di rumah sakit." Gerwyn menunduk kan kepala nya.


"Maafin aku Mah." ucap Gerwyn memeluk ibunya.

__ADS_1


"Aku tau aku salah, aku hanya tidak ingin melihat Mamah sakit semakin membuat aku pusing dan tidak bisa fokus bekerja." ucap Gerwyn.


"Kamu selalu mementingkan pekerjaan kamu dari pada mamah! kerja! Kerja terus." ucap buk Linda mulai kesal, Gerwyn semakin mempererat pelukannya.


"Aku mau Mamah sehat, aku tidak ingin Mamah sakit lagi." ucap Gerwyn. "Kemungkinan untuk Mamah sehat tidak bisa, mamah hanya bisa menikmati sisa hidup Mamah."


"Jangan berbicara seperti itu Mah, aku yakin mamah pasti kuat, aku yakin Mamah pasti sehat seperti dulu lagi." ucap Gerwyn.


"Mamah hanya ingin sebelum Mamah pergi menyusul papah kamu, Mamah ingin kamu mempunyai anak, Mamah ingin mengendong cucu dari kamu." ucap buk Linda.


"Mamah akan selalu ada Sampai aku mempunyai Anak banyak, Mamah jangan seperti ini." ucap Gerwyn mengelus rambut Ibu nya.


"Mamah ingin kamu dengan Sophia baik-baik saja agar Mamah tidak mempunyai beban fikiran, jangan benci istri kamu, jangan menyiksa nya. Dulu Papah kamu sangat menghargai perempuan, dia tidak memandang dari mana asal wanita itu dia selalu menghargai dan menghormati nya." ucap buk Linda.


"Maafin aku mah, aku tidak Akan seperti itu lagi." ucap Gerwyn. Buk Linda tersenyum dia membalas pelukan Gerwyn.


"Pokoknya Mamah harus sehat demi aku." ucap Gerwyn. Buk Linda mengangguk.


"Aku janji akan memberikan Cucu secepatnya pada Mamah." ucap Gerwyn. Buk Linda semakin senang akhirnya anak nya itu mengerti apa yang dia mau.


Mereka duduk menonton bersama di ruang tamu. Sementara Sophia baru saja keluar dari kamar dia melihat Gerwyn dan buk Linda bersama membuat nya tersenyum sangat senang.


"Sudah, kamu makan siang gih, tadi Bibik yang Masak karena kamu pasti kecapean harus mengurus suami kamu." ucap Buk Linda.


Sophia melirik ke arah Gerwyn sekilas.


"Ya udah Tan aku ke dapur dulu." ucap Sophia.


Dia memanggil Ano untuk makan. Dan ternyata Ano sudah makan dari tadi.


Sudah sore Sophia berniat membersihkan teras taman belakang.


"Sophia!" panggil Buk Linda.


"Iyah Tante kenapa? Tante butuh bantuan?" tanya Sophia langsung. "Humm kalau suami kamu libur seperti ini di rumah lebih baik kamu menemani nya, karena dia jarang bisa di rumah untuk istirahat. Jangan mengerjakan apapun selain mengurus suami kamu." ucap buk Linda.


"Saya membersihkan ini karena Tante sering duduk di sini," ucap Sophia. Nanti Bibik yang ngerjain, sama temanin suami kamu." ucap Buk Linda.

__ADS_1


Sophia sangat terpaksa menginyakan.


"Iyah Tante, tapi Tante lebih baik istirahat di kamar yah, Tante harus banyak istirahat." ucap Sophia membantu buk Linda ke kamar.


Setelah selesai mengantarkan buk Linda dia melihat Gerwyn dan Ano yang menonton di ruang tamu.


"Ini sudah sore lebih baik kamu mandi gih." ucap Sophia melemparkan handuk pada Ano.


Kedua nya terlihat sangat fokus pada film sehingga tidak menghiraukan Sophia.


"Ano!!" panggil Sophia. Kedua nya langsung menoleh ke arah Sophia.


"Kenapa Mbak?" tanya Ano.


"Pergi mandi sekarang! Ini sudah Sore." ucap Sophia kesal.


"Yahh nanti aja mbak, flim nya sebentar lagi selesai kok." ucap Ano.


"Lagian mau kemana sih cepat-cepat mandi nya, nanti juga keringat lagi." ucap Gerwyn.


"Bapak jangan mengajari Ano untuk tidak mendengar kan perintah ku." ucap Sophia.


"Huff tunggu flim nya selesai saja, ini flim kesukaan Ano." ucap Gerwyn. "Bapak juga harus mandi, aku yakin dari kemarin bapak tidak mandi." ucap Sophia.


"Nanti tunggu flim nya selesai." ucap Gerwyn. Sophia menghela nafas panjang.


"Kalau tidak mandi sekarang aku akan mematikan TV nya!" ucap Sophia. "Berisik banget sih kata emak-emak saja! Lagi seru nih." ucap Gerwyn.


"Pergi mandi atau tidak?" ucap Sophia dengan tatapan tajam. Ano dengan Gerwyn langsung Menggeleng kan kepala nya dan fokus pada TV.


"Baiklah kalau ini mau kalian." ucap Sophia mengambil remote dan mematikan nya.


"Yahh mbak Sophia Jangan di matikan, lagi seru." ucap Ano.


"Mandi!" ucap Sophia.


"Ih kamu ganggu aja deh, ini flim yang sangat seru, kembalikan remote nya." ucap Gerwyn mengambil remote dari tangan Sophia namun Sophia tidak mau sehingga tidak sengaja Gerwyn mendorong Sophia dan mereka berdua jatuh ke atas sofa, Bibir Gerwyn menyentuh pipi Sophia.

__ADS_1


Mereka berdua sangat panik mata nya lagi-lagi bertemu sehingga detak jantung Kedua nya terpacu dengan cepat.


"Kak flim nya sudah hidup lagi, seperti nya yang jahat akan mati." ucap Ano memukul-mukul pinggang Gerwyn yang masih ada di Atas Sophia.


__ADS_2