
"Iyah Mah, aku mengerti kok." ucap Sophia. Bu Linda tersenyum. "Ano mana? Apa dia belum pulang?" tanya Bu Linda.
"Seperti nya belum mah, nanti kalau pulang dia akan di jemput gojek, aku tidak bisa menjemput nya sendiri." ucap Sophia.
"Kalau begitu Mamah yang akan menjemput dia." ucap Bu Linda. Sophia menggeleng kan kepala nya. "Tidak perlu Mah." ucap Sophia langsung.
"Kamu tidak perlu khawatir, Mamah tidak Akan membawa nya pulang kerumah. Mamah hanya rindu pada nya." ucap Bu Linda.
Sophia menoleh ke arah Hena. Hena memberikan kode agar mengijinkan. "Ya udah deh mah, mamah hati-hati yah." ucap Sophia. "Oh iya mamah juga mau ijin ngajak Ano Makan di luar, setelah selesai kami Akan di pulang kok." ucap Bu Linda.
Sophia menginyakan walaupun dia sangat berat. Namun dia juga tidak enak menolak permintaan mertua nya itu. Mertua nya pun keluar dari ruangan itu.
Sophia menatap Hena. "Aku minta maaf Sophia, aku juga melakukan ini, demi kebaikan kamu." ucap Hena. Sophia Menghela nafas panjang.
"Sudah terlanjur apa yang bisa kita lakukan." ucap Sophia.
Hena memasang wajah bersalah. Dia membuka ponsel nya namun terkejut karena tumben-tumbenan grup sekolah mereka ramai.
"Sophia lebih baik sekarang kamu periksa grup deh." ucap Hena. Sophia penasaran dia langsung membuka nya.
"Ya Allah ini kerjaan Siapa sih? Kenapa masih pada heboh membahas tentang aku." ucap Sophia.
Ternyata ada murid yang tidak suka pada nya melihat dia di panggil ke ruangan kepala sekolah.
"Seperti nya kamu bisa diam saja Sophia. Kamu harus membela diri. Kalau seperti ini terus mereka akan tau." ucap Hena.
Sophia Menggeleng kan kepala nya. "Lebih baik aku diam Saja Hena, aku tidak ingin mencari masalah di saat seperti ini." ucap Sophia.
"Lagian mereka semua tidak henti-hentinya mengedarkan berita hoax." ucap Hena. "Abaikan saja Hena, aku tidak perduli, intinya aku bisa lulus dari sekolah itu." ucap Sophia.
Di Tempat lain Gerwyn sedang duduk di Restoran sendirian menunggu Makan siang yang sudah di pesan oleh nya.
Tidak beberapa lama akhirnya datang juga pesanan nya. Melihat semua menu makanan itu membuat istri nya yang setiap hari masak dan membuat kan dia bekal.
Dia pun memakan makanan itu, namun Air mata nya tiba-tiba keluar.
"Ternyata saya tidak bisa hidup tanpa kamu Sophia." ucap nya. Dia terus lanjut makan.
__ADS_1
"Tidak ada guna nya saya sekarang. Saya butuh kamu Sophia." ucap Gerwyn lagi.
"Kak Gerwyn.." Ucap Ano yang baru saja datang dan melihat Gerwyn. Dengan cepat Gerwyn langsung menghapus air mata nya.
"Mamah, sama Ano di sini?" ucap Gerwyn. Bu Linda Duduk bergabung dengan Gerwyn.
"Kamu kenapa sendirian di sini? Vano mana?" tanya Bu Linda.
"Bentar lagi sampai kok mah." ucap Gerwyn. Dia menoleh ke arah Ano.
"Kakak Kenapa kelihatan sangat murung. Kakak sakit?" tanya Ano. Gerwyn Menggeleng kan kepala nya.
"Enggak kok, kakak hanya kelelahan Saja." ucap Gerwyn.
"Oohhh." ucap Ano.
"Mamah kok bisa sama Ano? Apa Sophia tau? Nanti dia bisa marah." ucap Gerwyn.
"Kamu takut kan kalau istri kamu marah? Lalu kenapa kamu melakukan kesalahan?" ucap Bu Linda langsung. Gerwyn terdiam.
"Mamah tidak bisa berhenti marah sama kamu. Mamah bingung harus memaafkan kamu bagaimana." ucap Bu Linda.
Gerwyn hanya diam saja. Bahkan dia tidak berselera untuk makan lagi. "Tadi Mamah ketemu Istri kamu. Kelihatan nya dia sedang tidak baik. namun dia berusaha menyembunyikan nya dari Mamah." ucap Bu Linda.
Gerwyn diam saja.
"Aku ada kerjaan di kantor mah, aku pamit Duluan yah." ucap Gerwyn menyalim tangan mamah nya.
"Kakak ke kantor dulu yah Ano." ucap Gerwyn. Ano mengangguk.
Tidak lupa juga dia membayar tagihan makanan yang sudah di pesan oleh mereka. Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di perusahaan nya.
"Pak Gerwyn.." ucap Bu Ena yang menunggu nya di Lobby.
"Bu Ena! Bagaimana bisa ibu di sini?" tanya Gerwyn kaget.
"Saya mau memberikan undangan ini kepada Bapak. Bapak di undang secara khusus di acara festival sekolah." ucap Bu Ena.
__ADS_1
Gerwyn mengambil nya.
"Maaf Bu, seperti nya saya tidak bisa datang, saya sangat sibuk sekali." ucap Gerwyn. "Saya mohon bapak datang lah, kami akan sangat senang jika bapak datang." ucap Bu Ena.
"Maafin saya Bu, saya benar-benar minta maaf." ucap Gerwyn mengembalikan Surat itu dan pergi masuk ke dalam ruangan nya.
Bu ena menghentak kan kaki nya dengan kasar. "Aarrhh menyebalkan sekali. Gagal deh aku aku Makan malam bersama Pak Gerwyn." ucap Bu Ena.
Tiba-tiba Ponsel nya berbunyi.
"Iyah halo mbak." jawab Bu Ena. "Bagaimana? Apa kamu berhasil mengundang nya?" tanya Lisa.
"Gagal mbak, Pak Gerwyn sangat sibuk sehingga dia menolak undangan saya." ucap Bu Ena.
Lisa terlihat sangat kesal juga. Dia langsung mematikan telepon nya. "Aku harus memikirkan bagaimana cara nya. Ini tidak bisa di biarkan terlalu lama." ucap Lisa.
Dia terlihat fokus memikirkan rencana nya selanjutnya apa.
Tidak beberapa lama Bu Linda dan Ano sampai di tempat Sophia. "Mamah langsung pulang yah, semoga kamu cepat sehat." ucap Bu Linda.
"Iyah mah, makasih yah sudah mau datang ke sini." ucap Sophia. Bu Linda menganguk.
"Oh iya Mamah pulang dengan siapa?" tanya Sophia.
"Enjel. Dia mengajak Mamah berkunjung ke rumah Vano itu sebabnya mamah mau pulang sekarang." ucap Bu Linda.
"Enjel? Kapan dia ke sini mah?" tanya Sophia. "Mungkin sudah lama. Biasa lah dia selalu ingin terus mengambil perhatian calon mertua nya." ucap Bu Linda.
Sophia menoleh ke arah Hena yang hanya diam saja. "Ya udah kalau begitu Mamah pulang dulu yah." ucap Bu Linda mencium kening Menantu nya dan pergi.
Tiba-tiba ada pesan masuk dari Vano ke ponsel Vano.
"Sayang hari ini aku lembur yah, kamu jangan nungguin aku." isi pesan Vano. Hena membalas nya dengan singkat.
"Aku baru tau deh kalau Enjel dengan Vano memiliki hubungan." ucap Sophia. Hena duduk di pinggir kasur.
"Vano bilang mereka tidak memiliki hubungan apapun. Enjel sangat Sayang kepada orang tua nya itu sebabnya orang berfikir kalau Enjel mencoba mengambil perhatian calon mertua." ucap Hena.
__ADS_1
"Oohh begitu. Tapi mana mungkin Vano mengkhianati kamu, dia terlihat sangat sayang sama kamu." ucap Sophia. Hena hanya tersenyum walaupun sebenarnya dia bingung.