
"Sudah selesai, luka nya sudah mulai sembuh kok hanya menunggu beberapa hari dia akan kering." ucap Sophia.
Gerwyn menoleh ke arah luka nya dan ke tangan nya.
"Tangan bapak mungkin masih lama karena cedera nya cukup serius." ucap Sophia lagi.
"Saya gak nanya! Lebih baik kamu keluar sana."
Sophia melihat ke arah nasi.
"Kata Tante Bapak tidak mau makan, saya suapin yah?"
"Saya tidak selera, saya akan makan sendiri nanti."
"Tapi bagaimana bisa bapak sembuh cepat Makan saja tidak mau!"
"Kamu bukan dokter yah! Saya bisa sembuh karena Obat bukan karena makanan ini." ucap Gerwyn.
"Tapi Pak."
"Keluar saya bilang! Saya tidak mau di ganggu."
Sophia sudah tidak bisa mengatakan apapun.
"Kalau begitu aku keluar pak, bapak harus makan kalau lapar." ucap Sophia dan keluar.
"Bagaimana Non apa Tuan Gerwyn mau makan?" tanya Bibi.
"Belum mau Bik."
"Ya ampun Tuan Gerwyn selalu seperti ini." ucap Bibi.
"Maksud bibik?"
"Sebelum nya Tuan Gerwyn pernah kecelakaan juga karena depresi Ayah nya meninggal dunia, dan cukup lama dia sakit dan depresi, saya takut kalau seperti ini tuan Gerwyn kembali sakit." ucap Bibik.
"Ternyata gosip tentang Papah pak Gerwyn benar? papah nya sudah meninggal, tapi kenapa di sembunyikan yah?" batin Sophia.
"Saya mohon Non jangan biarkan Tuan Gerwyn sendirian." ucap Bibik.
"Tapi saya di usir dari dalam."
"Tuan Gerwyn memang seperti itu, dia sebenarnya tidak suka di tinggal kan tampa ijin dan tidak suka sendirian." ucap Bibik.
"Bagaimana dengan Mamah nya?" tanya Sophia.
"Buk Linda tidak sanggup lagi mengurus Tuan Gerwyn Non, dia juga sudah sering-sering sakit, setelah meninggal nya almarhum Suami nya."
Sophia melihat ke arah pintu kamar Gerwyn.
"Saya akan mencoba untuk lebih banyak bersabar Bik." ucap Sophia dan meninggalkan Bibik begitu saja.
Di kamar Gerwyn berusaha untuk menelpon Okta namun dia tidak menjawab sama sekali.
__ADS_1
Sementara Sophia dia mau keluar sebentar.
"Dek mbak keluar sebentar yah, kamu buruan mandi dan tidur." ucap Sophia pada Ano.
"Mbak mau kemana? Aku ikut yah."
"Kamu yakin mau ikut? Mbak mau ketemu Mbak Hena."
"Iyah mbak aku ikut." Ano pun ikut.
Tidak beberapa lama mereka sampai di sebuah Cafe.
"Kenapa wajah kamu sangat murung seperti itu Sophia?" tanya Hena.
"Huff aku hanya lelah saja." ucap Sophia.
Hena menghela nafas panjang.
"Bagaimana urusan kamu dengan Mami?"
"Belum ada kejelasan sama sekali, seharusnya Pak Gerwyn harus mengurus cepat agar aku keluar dari sana."
"Kenapa harus keluar? Bukan nya seperti ini lebih baik, jika suatu saat nanti kamu butuh kerjaan kamu masih bisa datang." ucap Hena.
"Bukan itu masalah nya, aku takut Keluarga ku ataupun keluarga pak Gerwyn tau kalau sebelumnya aku bekerja di sana." ucap Sophia.
Hena menghela nafas panjang.
"Ya udah lah Sophia, lagian apa sih yang kamu khawatir kan? kalau mereka tidak setuju kamu tinggal meninggalkan pak Gerwyn." ucap Hena.
"Dan yang paling aku takut kan adalah Adit tau tentang ini semua, aku belum siap."
"Nah itu dia kamu harus pintar-pintar." ucap Hena.
Cukup lama mereka berbincang-bincang di sana, Ano mulai ngantuk dia pun langsung ijin pulang.
Sampai di rumah ternyata mertua nya sudah menunggu.
"Dari mana kamu pulang malam-malam seperti ini?" tanya buk Linda.
"Tante belum tidur?"
"Jawab pertanyaan saya!"
"Aku ada urusan di luar sama teman aku Tante."
"Ingat yah kamu itu sudah seorang istri, harus nya kamu bisa mengerti dengan tugas dan kewajiban kamu, sudah jelas anak saya sakit bisa-bisa nya kamu pergi ketemuan dengan teman kamu!" ucap Tante Linda.
"Maaf Tante, saya tidak akan mengulangi nya lagi."
Buk Linda terlihat sangat Kesal.
"Saya bingung dengan Gerwyn yang memilih wanita seperti kamu." ucap buk Linda dan pergi begitu saja.
__ADS_1
"Ano gak usah di dengerin yah kata-kata buk Linda tadi, kamu sekarang tidur di kamar mbak yah, mbak mau tidur di kamar kak Gerwyn." ucap Sophia.
Ano mengangguk, dia membiarkan mbak nya pergi naik ke atas.
"Kenapa buk Linda terlihat sangat tidak suka yah pada Mbak Sophia? apa salah mbak Sophia? Kenapa mereka sangat kasar pada mbak Sophia." ucap Ano.
Sophia berdiri di depan pintu..
"Ya Allah apa Pak Gerwyn akan marah juga aku pulang lambat?" batin Sophia.
Perlahan dia membuka pintu. Berharap Gerwyn sudah tidur tapi ternyata tidak Gerwyn tidak ada di kasur nya.
"Loh pak Gerwyn kemana?"
Sophia sudah panik namun ternyata Gerwyn sedang duduk di balkon.
"Permisi Pak. Ini sudah larut malam tidak baik di luar." ucap Sophia. Gerwyn menoleh ke arah Sophia.
"Siapa yang mengijinkan kamu masuk ke kamar saya? Saya tidak mengijinkan kamu sembarangan masuk."
Sophia mendekati Gerwyn.
"Aku istri Bapak, jadi tidak ada salah nya aku masuk ke kamar suami aku sendiri. Sekarang bapak harus tidur karena besok harus kontrol." ucap Sophia.
"Saya masih mau di sini."
"Tidak bisa! Bapak harus istirahat." ucap Sophia membantu Gerwyn langsung berdiri. Gerwyn tidak mau tapi Sophia memaksa nya.
Sebelum Tidur biarkan aku menukar dan membersihkan badan bapak dulu." ucap Sophia.
"Saya bisa sendiri!"
"Pak Gerwyn saya tau bapak bisa melakukan semua nya, tapi sekarang kedua tangan bapak lumpuh! Tidak mungkin bapak bisa menukar pakaian sendiri. Lebih baik Bapak diam saja dan saya Akan mengganti nya."
"Wanita-wanita di Club itu tidak bisa datang untuk membuka baju bapak sekarang, saya akan mengganti kan mereka." ucap Sophia sengaja menyindir.
"Saya tidak sudi di bersihkan dengan tangan kamu itu." ucap Gerwyn menepis tangan Sophia.
Sophia sama sekali tidak perduli dia tetap memaksa Gerwyn dan membersihkan badan Gerwyn, tidak beberapa lama selesai.
Saat membantu Gerwyn berbaring dia melihat makanan tadi tidak berkurang sama sekali.
"Bapak tidak makan dari tadi?"
Gerwyn diam.
"Bapak mau nya makan apa kalau tidak berselera dengan ini? Apa bapak mau mati kelaparan?" tanya Sophia.
Sophia tidak bisa mengatakan apapun lagi, memaksa Gerwyn pun tidak mungkin. Dia hanya memberikan Gerwyn air dan setelah itu minum obat.
Tidak beberapa lama Gerwyn tidur, dia pun tidur di sofa.
Keesokan harinya Sophia mengantarkan Gerwyn kontrol ke rumah sakit. Sekalian Sophia meminta agar dokter memberikan obat penambah nafsu makan.
__ADS_1
Gerwyn yang duduk di kursi roda melihat Sophia yang berbicara dengan dokter sangat lama.
"Kenapa dia masih mau mengurus ku yang lumpuh seperti ini? Bahkan dia rela tidak istirahat." batin Gerwyn. Sophia selesai berbicara dengan dokter dia berjalan ke arah Gerwyn sambil tersenyum melihat Gerwyn yang dari tadi memerhatikan nya.