
Sophia menunduk kan kepala nya dia hanya bisa terdiam.
"Lain kali di saat saya marah Jangan mencoba untuk menghalangi nya." ucap Gerwyn.
"Aku hanya tidak ingin Orang-orang berfikir kalau bapak tidak bisa move on dari Buk Okta." ucap Sophia. Gerwyn menatap Sophia.
"Kalau bukan urusan kamu, jangan ikut campur! Karena saya akan melukai dan melakukan apapun pada orang yang di sekitar saya di saat saya marah." ucap Gerwyn.
"Tapi aku akan terus menahan bapak agar tidak melakukan sesuatu yang merugikan bapak walaupun aku jadi pelampiasan bapak." ucap Sophia dengan sangat serius.
Gerwyn terdiam dia menatap wajah Sophia.
"Saya bukan anak kecil yang harus tahan, kamu lindungi. Lindungi saja diri kamu sendiri karena saya tidak perlu perlindungan dari siapa pun." ucap Gerwyn.
Sophia menghela nafas panjang dia hanya bisa terdiam.
"Kak Bibi mana? Seingat ku dia yang menolong ku dari kolam sebelum aku tidak sadar kan diri." ucap Sophia.
"Huff aku yang membuat dia sadar dan menemani nya di sini, dia masih mencari Bibi." batin Gerwyn.
"Saya tidak tau." ucap Gerwyn dan pergi ke balkon.
Sophia melihat ponsel nya yang di atas meja.
"Huff aku yakin ponsel ku pasti rusak karena masuk ke dalam air."
Sophia berjalan ke kamar mandi namun dia baru saja baju nya sudah berganti.
Di kamar mandi dia melihat dirinya di pantulan cermin. Dia memegang Bibir nya sambil tersenyum.
"Aku masih sangat ingat jelas bagaimana wajah khawatir pak Gerwyn saat aku baru bangun dan dia mencium bibir ku beberapa kali." batin Sophia.
Setelah keluar dari kamar mandi dia melihat Gerwyn masih di balkon. "Melihat wajah sedih pak Gerwyn membuat aku merasa kasihan." ucap Sophia.
"Lagian buk Okta kenapa sangat jahat sih? Pak Gerwyn sudah cukup baik, dia melakukan apapun demi buk Okta bahkan dia menikah dengan ku hanya ingin bisa menyelamatkan hubungan mereka saja." ucap Sophia.
Dia duduk di pinggir kasur tiba-tiba perut nya lapar.
"Huff aku baru ingat aku belum makan malam, sekarang aku mau makan apa?" ucap Sophia.
"Pak! Pak Gerwyn." panggil Sophia berdiri di samping Gerwyn yang termenung melihat ke arah langit yang banyak bintang.
__ADS_1
"Pak Gerwyn!" panggil Ucap Sophia menyentuh lengan Gerwyn. "Okta!" Gerwyn spontan mengira itu adalah Okta. setelah menoleh ke arah Sophia dia baru sadar.
"Ada apa?" tanya Gerwyn.
"Aku sangat lapar, aku tidak tau harus makan apa,"
"Jangan ganggu saya Sophia! Kamu bisa memesan nya lewat ponsel kamu." "Tapi ponsel saya rusak karena terendam air." ucap Sophia.
Gerwyn memberikan Ponsel nya, Sophia baru saja mau memakai nya namun langsung mati karena tidak di isi daya.
"Mati Pak, aku harus makan bagaimana?" tanya Sophia. Gerwyn menghela nafas panjang.
"Kamu tinggal cari makan sendirian keluar." ucap Gerwyn sudah mulai kesal.
"Tapi ini sudah hampir jam satu malam Pak, tidak mungkin ada di sekitar sini yang jual makanan." ucap Sophia.
Gerwyn menghela nafas panjang.
"Aku lapar." ucap Sophia.
"Kalau kamu tidak mau pergi mencari tanggung saja sendiri," ucap Gerwyn.
"Aku lapar.. aku lapar.." ucap Sophia merengek sambil memegang perut nya.
"Huff ayo buruan cari makan." ajak Gerwyn. Sophia bersemangat dia langsung mengikuti Gerwyn keluar. Selama perjalanan turun ke bawah Sophia berusaha berjalan mengimbangi Gerwyn namun Gerwyn terlalu cepat.
Di restoran terdekat tidak menjual makanan lagi.
"Semua nya sudah tutup tidak ada makanan lagi." ucap Gerwyn.
"Tunggu dulu, kita makan mie ayam saja." ucap Sophia menarik tangan Gerwyn ke warung kecil di pinggir jalan yang sudah sepi.
"Tempat seperti apa ini? Kamu yakin mau makan di sini?" ucap Gerwyn.
"Ssstt!! Tidak baik berbicara seperti itu, kalau bapak tidak mau makan gak usah banyak protes." ucap Sophia.
"Buk pesan Dua mangkuk mie ayam bakso yah." ucap Sophia.
"Satu saja, saya tidak akan berselera." ucap Gerwyn. Namun Sophia langsung menutup mulut Gerwyn.
"Kamu tidak sopan." ucap Gerwyn menepis tangan Sophia.
__ADS_1
"Bapak sangat tidak menghargai perasaan orang lain! Bagaimana kalau pemilik warung itu sakit hati, dia akan menyumpahi bapak." ucap Sophia.
"Silahkan Non, Pak." ucap ibu itu memberikan dua mangkuk mie ayam yang sangat hangat.
Sophia terlihat sudah sangat lapar dia langsung memakan nya. Namun milik nya sudah habis setengah Gerwyn tak kunjung memakan bagian nya.
"Pak buruan di makan nanti dingin." ucap Sophia. Gerwyn menggeleng kan kepala nya.
"Coba deh ini sangat enak, aku yakin bapak tidak pernah memakan makanan seperti ini." ucap Sophia menyendok kan mie ke arah Gerwyn.
"Saya tidak mau." ucap Gerwyn Terus menolak.
"Tidak baik menolak makanan seperti itu Pak, ayo buruan makan." ucap Sophia memaksa.
Gerwyn tetap tidak mau, Sophia seperti membujuk anak kecil dia tersenyum menatap mata Gerwyn.
"Buruan pak tangan ku sudah sangat pegal." ucap Sophia. Gerwyn memberanikan diri karena semua mata tertuju pada nya.
"Enak kan?" ucap Sophia, namun Gerwyn terlihat sangat tidak suka Sophia menyuapinya lagi dengan milik nya tidak lupa untuk meniup nya baru menyuapi Gerwyn.
"Berbeda bukan rasa nya? Karena milik ku sudah dapat beri kecap, saus dan juga sambal," ucap Sophia. Gerwyn merasa milk Sophia jauh lebih enak dia menjadi lapar dia pun langsung memasukkan sambel dan juga saus tidak lupa dengan kecap.
Sophia tersenyum dia melihat Gerwyn mau memakan makanan favorit nya itu.
Gerwyn sedikit berantakan makan nya, Sophia mengambil tisu dan membersihkan Bibir Gerwyn.
Gerwyn terdiam dia menatap Sophia.
"Maaf-maaf Pak, bapak sedikit berantakan makan nya." ucap Sophia. dia langsung menurun kan tangan nya dan melanjutkan makan.
Setelah selesai makan mereka pun berjalan kembali ke mobil yang cukup jauh dari tempat mereka makan.
Sophia berjalan di belakang Gerwyn, mereka tidak ada percakapan apapun sampai ke dalam mobil.
Sesampainya di hotel Gerwyn mematikan mesin mobil nya dia melihat Sophia yang sudah tidur di samping nya. Mungkin karena sudah kenyang dia jadi ketiduran.
Gerwyn menghidupkan klakson mobil, Sophia langsung terkejut.
"Sudah sampai yah pak? Maaf saya ketiduran." ucap Sophia langsung turun dari mobil. Gerwyn menggeleng kan kepala nya melihat tingkah Sophia yang membuat dia melupakan Masalah hati nya yang sangat kacau.
"Humm saya baru tau kalau ada orang yang tidak pandai berenang." ucap Gerwyn mengawali pembicaraan saat berjalan ke atas ke kamar mereka.
__ADS_1
Sophia menatap Gerwyn.
"Aku sudah belajar tapi tetap saja tidak bisa, bahkan sudah beberapa kali aku hampir meninggal belajar dengan Ayah." ucap Sophia.