
Gerwyn melihat ke kamar, Sophia tidak lagi menyadari nya masuk karena sudah fokus mengerjakan tugas nya. Gerwyn duduk di kasur bersandar ke kasur sambil melihat Sophia yang terlihat sangat fokus sekali.
"Kalau kamu sudah lelah jangan di paksain, istirahat lah sebentar." ucap Gerwyn mengambil kan Air untuk Sophia.
"Bapak istirahat lah terlebih dahulu, aku harus menyelesaikan ini." ucap Sophia. Gerwyn menghela nafas panjang dia duduk di meja belajar Sophia dia mengambil Buku Sophia.
Sophia menatap Gerwyn sambil menghela nafas.
"Janggal ganggu aku dulu pak, guru Akan marah kalau aku tidak menyiapkan nya." ucap Sophia.
"Kapan kamu akan berhenti memanggil dengan sebutan itu? saya ada suami kamu!" ucap Gerwyn. Sophia Menatap Gerwyn.
"Bukan kah dulu bapak yang meminta aku memanggil seperti ini." ucap Sophia. Gerwyn menutup buku Sophia.
"Itu adalah dulu, sekarang saya benci dengan panggilan itu." ucap Gerwyn.
"Aku harus panggil dengan apa lagi?" tanya Sophia.
"Bisa panggil yang lebih manis dari situ?" tanya Gerwyn. , Sophia mencoba mencari panggilan apa yang cocok.
"Bagaimana panggilan Mas saja?" tanya Sophia.
"Huff kamu terdengar sangat kampungan." ucap Gerwyn.
"Lalu mau di panggil apa? Panggilan bapak sangat Cocok pada bapak." ucap Sophia.
Gerwyn mendekati wajah Sophia.
"Saya adalah suami kamu, bukan atasan kamu." ucap Gerwyn. "Dulu Ibu dan Ayah saya sangat romantis. Ibu ku memanggil mas pada Ayah dan ayah memanggil ibu pada ibu ku." ucap Sophia.
"Humm baiklah-baiklah, terserah kamu saja,. dari pada panggilan bapak itu membuat saya terlihat sangat tua.' ucap Gerwyn. Sophia tersenyum melihat wajah Gerwyn.
"Mas hari ini bertingkah sangat aneh tau, apa yang terjadi?" tanya Sophia, Gerwyn menggeleng kan kepala nya.
"Aku hanya lelah dan di rumah sangat sepi ketika kamu dengan Ano tidak ada." ucap Gerwyn.
"Kenapa tidak berangkat kerja saja? Biasa nya mas selalu lupa waktu karena bekerja." ucap Sophia. "Saya sudah sangat lelah, saya butuh istirahat." ucap Gerwyn.
"Kalau begitu istirahat lah, ini sudah larut malam."
__ADS_1
Gerwyn menarik tangan Sophia. Sophia menurut saja Gerwyn menarik nya.
"Temanin saya Tidur." ucap Gerwyn. Sophia naik ke kasur dan dengan manja nya Gerwyn meminta Sophia memeluk nya dengan sangat erat. Gerwyn menenggelamkan wajahnya di dada Sophia.
Sophia tersenyum melihat tingkah Manja Gerwyn. Dia mengelus rambut Gerwyn Sampai dia tertidur. Setelah Gerwyn tidur Sophia mau bangun melanjutkan tugas nya namun di tahan oleh Gerwyn.
"Humm, jangan pergi."' ucap Gerwyn semakin mempererat pelukannya. Sophia akhirnya menunggu Gerwyn lebih nyenyak lagi.
Keesokan harinya Alarm berbunyi, Sophia terbangun.
"Ya ampun aku ketiduran, ini sudah pagi aku belum menyelesaikan tugas ku." ucap Sophia dia langsung turun dari kasur.
Dia melihat buku nya sudah rapi setelah Membuka dan memeriksa semua nya sudah selesai.
"Kok udah selesai aja? semalam baru satu yang selesai." batin Sophia. Dia melihat kertas kecil.
"Saya berangkat pagi-pagi karena ada pekerjaan mendesak, mungkin saya pulang larut malam. Jangan khawatir. Tidur lah sebelum saya Pulang.' isi surat itu.
Sophia langsung tau siapa yang melakukan itu, dia tersenyum. "Terimakasih yah." Sophia mengirim kan pesan pada suami nya.
Dia pun langsung siap-siap untuk berangkat. Kali ini dia tidak Masak sarapan lagi untuk Adek dan suami nya karena bangun telat namun dia menyempatkan untuk memasak mengisi bekal suami nya.
Sophia bertemu dengan Hena di lobby.
"Selamat pagi nona Gerwyn, seperti nya suasana hatinya kamu hari sangat baik, dari semenjak keluar dari mobil kamu terlihat tersenyum dan Wajah kamu terlihat lebih berseri." ucap Hena.
Sophia tersenyum. "Enggak ah biasa aja." ucap Sophia. Hena tersenyum.
"Oh iya Hen, tugas kamu sudah selesai belum?" tanya Sophia. "Udah dong, kamu sendiri bagaimana? kalau belum selesai kamu bisa lihat punya aku kok, di jamin semua nya benar." ucap Hena.
"Huff kamu menjadikan uang segala nya sekarang Tampa mau bekerja keras." ucap Sophia.
"Tidak ada cara lain lagi sophia." ucap Hena. "Sudah lah jangan di bahas lagi, ayo kita masuk ke dalam." ajak Sophia.
"Sophia." Hena menahan tangan Sophia.
"Kenapa?" tanya Sophia.
"Seperti nya aku mau keluar aja deh dari Club itu," ucap Hena. "Lah kenapa?" tanya Sophia.
__ADS_1
"Ngapain kalian di sini? Semua nya lanjut bekerja!" ucap atasan melihat mereka di lobby. Mereka pun langsung ke ruangan kerja nya.
Di tempat lain Gerwyn dengan Vano sedang dalam perjalanan ke lapangan kerja. Gerwyn ada proyek baru pembelian tanah di salah satu kota yang bisa di bilang masih sepi penduduk. .
Sementara Sophia baru saja keluar kerja jam dua siang. Hari ini cepat pulang karena tidak ada lagi yang Akan di selain selain itu mereka harus ke sekolah.
Saat perjalanan ke sekolah ponsel Sophia berdering panggilan dari Gerwyn.
"Ha-halo mas." ucap Sophia se-dkit gugup.
"Halo, kamu sudah pulang?" tanya Gerwyn. "Aku masih di perjalanan mau ke sekolah pak." ucap Sophia.
"Oohh, hati-hati lah di jalan." ucap Gerwyn.
"Ngomong-ngomong makasih yah sudah menyiapkan tugas ku." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.
"Sama-sama." ucap Gerwyn.
"Aku sedang dalam perjalanan, panggilan nya akan aku matikan, mas juga bisa langsung bekerja." ucap Sophia. Gerwyn seperti nya mau ngomong namun Sophia sudah langsung mematikan nya.
"Dia sama sekali tidak mempunyai perasaan yang peka, baru saja pagi tadi aku memandangi wajah nya sangat lama, namun kenapa sekarang aku sangat ingin melihat nya lagi." batin Gerwyn.
"Bapak berbicara pada saya?" tanya Vano. Gerwyn menggeleng kan kepala nya.
"Lebih baik kamu fokus pada pekerjaan kamu." ucap Gerwyn. Vano mengangguk dia pun kembali fokus pada pekerjaan nya.
Sementara di tempat lain Sophia senyum-senyum sendiri, mendengar suara Gerwyn membuat jantung nya tidak aman.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sekolah. Setelah pulang dari sekolah Hena mengajak Sophia ke Club malam untuk main-main tapi bukan ke Club tempat nya bekerja.
Sophia yang merasa Bosan hanya di rumah saja menginyakan karena Gerwyn juga pulang larut Malam hari ini.
Sophia tidak pulang ke rumah dia menukar pakaian di tempat Hena. Karena kalau pulang Adek nya pasti Bertanya-tanya dia mau kemana.
"Bagaimana sudah cantik belum?" tanya Hena.
"Kamu terbuka sekali pakaian nya Hen, kamu gak takut terjadi apa-apa di luar sana sama kamu?" ucap Sophia.
"Tidak ada Lagi yang harus aku jaga Sophia, aku sudah pasrah dengan apa yang terjadi, aku hanya Akan menjalani nya saja." ucap Hena sambil tertawa.
__ADS_1