Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 258


__ADS_3

"Namun mas Gerwyn bilang kalau ini tidak akan membuat aku berhenti mengejar keinginan aku, cita-cita ku adalah tujuan ku." batin Sophia.


Dia langsung duduk di pinggir kasur sambil memeriksa kembali hasil pemeriksaan tadi.


"Kalau Sekolah tau aku hamil. Habis lah aku." batin Sophia.


"Untung saja sekarang tidak harus ke sekolah, namun tetap saja aku harus pandai menyembunyikan ini." batin Sophia.


"Sedangkan aku tidak tau saja aku hamil semua orang sudah curiga." Batin Sophia.


Dia membuka ponsel nya mau menelpon Hena namun panggilan nya langsung di tolak.


"Apa-apaan ini? Kenapa dia menolak panggilan ku?" ucap Sophia kesal, dia menelpon balik namun tidak di jawab.


Di tempat lain Hena sedang menyiapkan diri untuk masuk ke ruangan itu. Vano yang melihat itu hanya diam.


"Apa yang mau ia lakukan?" ucap Vano.


Hena masuk ke dalam. Dia melihat Bu Linda dan mamah nya Vano sedang berbicara serius.


"Maaf, saya mengganggu yah." ucap Hena. "Oh enggak kok, ayo masuk saja." ucap Bu Linda.


Mamah nya Vano menatap Hena dengan tatapan tidak suka. Vano dan Om Davit datang di belakang Hena.


"Saya sudah bilang kalau saya tidak menerima wanita seperti kamu di keluarga saya." ucap Mamah Vano.


"Saya minta maaf atas semua kesalahan saya pada ibu." ucap Hena.


"Tidak ada gunanya meminta maaf, saya sudah telanjur membenci kamu, tidak ada restu Untuk kamu berhubungan dengan anak saya."


"Mah." ucap Vano. "Jangan mencoba membujuk mamah! Mamah bilang tidak yah tidak."


"Hena bukan lah selingkuhan Papah, dia hanya papah angkat jadi anak. Karena papah sangat kasihan kepada nya, papah tidak ada hubungan seperti yang mamah pikirkan dengan Hena!" ucap Om Davit.


"Mamah tidak mau mendengar kan apapun lagi, lebih baik sekarang keluar dari sini." ucap Mamah Vano lagi-lagi dia mengusir mereka.


"Terutama untuk kamu wanita pelacur!" ucap Mamah Vano ketika Hena mau lanjut berbicara.

__ADS_1


Hena langsung terdiam. Dia merasa tidak ada lagi harapan untuk hubungan mereka.


Dia menatap wajah Vano dan juga wajah Om Davit.


"Keluar dari sini!" ucap Mamah Vano. "Tenang kan diri kamu dulu, semua masalah ada jalan keluar nya. Aku percaya kok pada Suami dan juga Hena kalau mereka tidak mempunyai hubungan seperti yang kita pikirkan selama ini." ucap Bu Linda.


Dia mencoba menengahi walaupun dia benar-benar sangat kaget sekali. Dia sangat anti dengan hal seperti itu, namun sekarang situasi nya Vano sangat mencintai Hena dan juga Hena sudah minta maaf.


"Kamu tidak akan mengerti perasaan aku yang sangat hancur Linda. Kamu memiliki anak yang baik, menantu yang baik, dan juga suami yang setia. Berbeda dengan ku."


"Dia sudah merebut suami ku dulu, namun sekarang dia mencoba mendekati anak ku." menunjuk Hena. Bu Linda sangat bingung.


Di antara lain dia tidak tau apa yang terjadi sebenarnya.


"Baiklah kalau ibu tidak mau memaafkan aku. Aku bersumpah kalau aku sama sekali tidak memiliki hubungan seperti yang ibu pikir kan dengan Om Davit." ucap Hena.


"Aku juga sangat mencintai Vano. Namun kalau ibu tidak merestui nya aku sama sekali tidak keberatan. Aku tidak akan pernah datang dan mengganggu keluarga ibu lagi." ucap Hena.


"Apa yang kamu katakan Hena?" ucap Vano kaget. Hena menghapus air mata nya menatap Vano.


"Aku tidak bisa melanjutkan hubungan Tampa restu orang tua, aku harus sadar diri kalau aku tidak pantas berada di samping kamu. Aku bukan lah wanita yang baik, aku sudah sangat kotor dan juga dari keluarga miskin." ucap Hena.


Hena berontak dia Sam sekali tidak mau dan setelah berhasil lepas dia langsung pergi.


Vano menatap mamah nya.


"Puas mah? Mamah sudah membuat Hena pergi, dia tidak pernah main-main dengan kata-kata nya. Sekarang mamah puas kan?" ucap Vano menahan sesak di dada nya.


"Mamah membuat Hati orang yang aku sayang sakit dan pergi lagi. Yang pertama mamah membuat nya pergi hanya karena satu kesalahan sepele dan sekarang hanya karena kesalah pahaman mamah membuat nya pergi." ucap Vano.


"Kamu sadar gak sih Vano? Dia itu adalah perempuan murahan! Wanita seperti itu tidak Akan pernah beres hidup nya." ucap Mamah nya.


"Jaga bicara kamu Mah!" ucap Om Davit pada istri nya.


istri nya langsung diam. Bu Linda memilih untuk keluar diam-diam dari tadi dan mengejar Hena.


"Hena! Hena!" panggil Bu Linda.

__ADS_1


Hena berhenti dia terisak-isak. Bu Linda mendekati nya dan memegang tangan nya.


"Sudah jangan nangis." ucap Bu Linda memeluk Hena.


Hena menangis di pelukan Bu Linda. "Mamah nya Vano mungkin belum siap menerima nya, kamu jangan menyerah." ucap Bu Linda.


"Tapi Mamah nya Vano sudah tidak suka kepada ku Bu, apa yang harus aku lakukan?" ucap Hena.


"Kamu harus berusaha untuk mendapatkan hati nya, jangan menyerah dan menyakiti hati masing-masing. Kamu jangan mengorbankan hubungan Kalian." ucap Bu Linda.


Cukup banyak Bu Linda menasehati Hena.. Walaupun sebenarnya hati nya bertolak belakang. Namun dia tau hati Hena sangat hancur dan dia sangat sedih. Dari situ juga Bu Linda mengerti sedikit demi sedikit tentang hal yang di benci nya.


"Assalamualaikum Mbak." Ano sudah pulang. Sophia yang sedang menonton TV melihat Ano.


"Kamu sudah pulang? Pulang sama siapa?" tanya Sophia.


Ano menyalim Tangan Sophia namun tiba-tiba Mengelus perut Sophia.


Tingkah Ano membuat Sophia terkejut. "Apa yang kamu lakukan?" tanya Sophia.


"Aku sudah menebak dari awal kalau mbak hamil, dan ternyata beneran, sebentar lagi aku akan mempunyai teman bermain." ucap Ano.


"Siapa yang bilang?" ucap Sophia.


"Tadi kak Gerwyn jemput aku,. tapi dia ngaterin nya sampai di parkiran dan Balik lagi ke kantor, dia juga menitipkan makanan untuk mbak, biar bayi nya gak kelaparan." ucap Ano.


Sophia tersenyum melihat adiknya.


"Kamu bisa saja. "Tapi mbak mohon jangan beri tahu siapa pun tentang Mbak hamil yah." ucap Sophia.


"Iyah mbak, aku paham kok." ucap Ano, Sophia tersenyum.


"Ya udah kamu bersih-bersih badan tukar pakaian dan ayo makan sama-sama." ucap Sophia. Ano menganguk.


Sophia menelpon suami nya ketika Ano masuk ke kamar mandi, namun telpon nya tidak di jawab.


"Huff awas saja kalau kamu pulang!" ancam Sophia kesal.

__ADS_1


Dia membuka makanan nya. Namun tiba-tiba perut nya lagi-lagi mual.


__ADS_2