Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 291


__ADS_3

"Malam juga Yana." jawab Mamah nya Bibi.


"Silahkan di minum." Yana memberikan jus kepada mereka.


Yana melihat Bibi yang hanya diam.


"Ini anak Om dan Tante yah?" tanya Yana.


"Oh iya kenalin nama nya Bibi." Yana tersenyum ke arah Bibi yang membuat Bibi ingin pingsan rasanya.


"Kenalin nama aku Yana. Aku adalah pelayan disini." ucap Yana. menjulurkan tangannya.


"Pelayan?" batin Bibi kaget. Dia menjabat y


tangan Yana dan setelah itu Yana pergi.


Bibi melihat Yana menawarkan minus kepada para tamu yang datang.


"Cantik bukan?" tanya mamah nya pada Bibi. Bibi langsung sadar dia menatap Mamah nya.


"Cantik banget mah." ucap Bibi. Mamah dan papah nya tersenyumlah. "Humm bukan gitu mah, maksud ku cantik yah karena dia perempuan." ucap Bibi.


"Jarang banget loh kamu muji perempuan cantik. Mamah saja jarang kamu bilang cantik." ucap Mamah nya.


"Maksud aku bukan gitu Mah," ucap Bibi.


"Tapi kamu harus lihat dulu putri nya pemilik acara ini." ucap mamah nya. Mereka membawa Bibi masuk ke dalam. Bibi melihat dari kejauhan ada duduk wanita yang begitu elegan dan sudah pasti itu adalah putri teman papah nya.


"Pasti ini orang nya," batin Bibi.


"Haiii.. Bibi kan?" ucap wanita itu. Bibi tersenyum.


"Kamu Lita kan?" ucap Bibi. Wanita itu tersenyum.


"Ternyata Kalian sudah saling kenal yah." ucap Orang tua nya.


"Aku, Bibi dan juga Gerwyn pernah satu universitas." ucap Lita. "Wahh kebetulan banget." ucap mamah nya Bibi.


Bibi dan Lita duduk di meja yang sama sambil berbincang-bincang seru.


"Apa benar Gerwyn sudah menikah? Aku belum tau." ucap Lita.


"Sudah, hanya saja pernikahan nya tidak begitu di publik itu sebabnya tidak banyak yang tau." ucap Bibi.


"Oohh." ucap Lita.


Bibi melihat Yana lewat lagi membawa minuman dan makanan.


"Dari tadi kamu memerhatikan dia, kamu suka sama dia?" tanya Lita. "Dari mana orang tua kamu mendapat pelayan yang cantik seperti wanita luar seperti itu?" tanya Gerwyn.

__ADS_1


"Huff selera kamu tetap blasteran, pantesan saja kamu sampai sekarang jomblo." ucap Lita.


"Sebenarnya dia bukan pelayan di sini, dia adalah keponakan papah ku. Dia memiliki sifat yang unik dan juga dia baik kok." ucap Lita.


"Lalu kenapa dia mengakui menjadi pelayan?" tanya Bibi lagi.


"Dia Bosan mungkin menjadi putri. Dia juga ingin merasakan menjadi rakyat biasa." ucap Lita.


"Hufff aku serius." ucap Bibi.


"Dia baik, dia suka bantu-bantu gitu, tapi kamu tenang saja. Kamu tidak akan rugi mendekati dia." ucap Lita.


"Siapa coba yang mau mendekati dia? aku ke sini mau kenalan sama wanita yang baru saja pulang dari luar negeri dan ternyata teman ku sendiri." ucap Bibi.


"Kamu lihat pria bule yang duduk di Sana?" ucap Lita menunjuk pria yang begitu ganteng dan sangat putih.


"Dia adalah kekasih mu?" ucap Bibi. Lita menganguk.


"Setau ku Yang namanya Bibi dan Gerwyn tidak Akan berpacaran dengan teman nya." ucap Lita. Bibi menghela nafas panjang.


Bibi melihat Yana sudah istirahat duduk di pinggir acara itu.


"Permisi, aku ke sana sebentar." ucap Bibi. Lita tersenyum melihat Bibi menghampiri Yana.


"Aku minta satu." ucap Bibi mengambil minuman dari tadah Yana.


Yana menganguk dan tersenyum.


"Aku sudah menduga itu, mana mungkin ada pelayan secantik kamu." ucap Bibi.


"Banyak kok." ucap Yana. "Tapi kamu tidak Cocok menjadi pelayan." ucap Bibi. "Lalu cocok nya jadi apa?" tanya Yana.


"Cocok nya menjadi Istri ku." ucap Bibi. Yana tersenyum.


"Kamu bisa saja." ucap Yana.


"Kamu sudah punya pacar?" tanya Bibi langsung. Yana menggeleng kan kepala nya.


Bibi tersenyum dia langsung memberikannya ponsel nya kepada Yana.


"Tulis lah nomor mu di sini, saya akan membawa kamu jalan-jalan hari Minggu." ucap Bibi.


Yana menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak memberikan nomor telepon kepada orang yang baru kukenal." ucap Yana.


"Saya tidak akan melakukan apapun pada nomor mu, saya hanya menelpon kamu." ucap Bibi.


Yana terdiam sejenak.


"Apa saya perlu membeli nya?" tanya Bibi.. Yana masih ragu-ragu.

__ADS_1


"Yana sini deh." panggil orang tua nya Lita. Bibi menghela nafas panjang.


"Aku di panggil, aku ke sana dulu yah." ucap Yana meninggalkan Bibi.


Lita menghampiri Bibi. "Bagaimana? Kamu berhasil?" tanya Lita.


"Dia tipe ku sekali Lita, dia membuat ku jatuh cinta hanya karena pandangan pertama, bantu aku mendekati nya." ucap Bibi.


Lita hanya tersenyum melihat Bibi yang seperti nya benar-benar sangat serius.


"Kamu tau wanita yang membuat laki-laki penasaran itu jauh lebih menarik perhatian." ucap Bibi.


"Kamu harus tau kalau Yana tidak mau berpacaran, dia sangat benci kepada pria yang banyak omong dan berbicara tidak ada sopan." ucap Lita.


Bibi menghela nafas panjang.


"Itu sebab nya kamu bantuin aku bagaimana cara mendapatkan dia." ucap Bibi.


"Lihat Pria dan wanita yang paruh baya bersama orang tua ku? Itu adalah orang tua nya, dia adalah anak tunggal kalau kamu bisa mendekati kedua orang tua nya kamu akan dapat bonus." ucap Lita.


"Bonus apa? Aku hanya ingin mendekati Yana bukan orang tua nya." ucap Bibi.


"Orang tua nya melarang Yana berpacaran, jadi otomatis kalau kamu dapat restu dari mereka kamu bisa berpacaran dengan Yana." ucap Lita.


"Oohh begitu, baiklah." ucap Bibi. Lita hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat keberanian Bibi. Bibi yang tidak mengenal kata menyerah.


Keesokan harinya...


"Pagi mas, kamu sudah bangun? Dokter akan datang membuka infus dan memeriksa kesehatan kamu." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.


"Kemari lah." ucap Gerwyn. Sophia bingung namun dia mendekati suami nya.


Gerwyn mengelus perut istri nya. Mendoakan nya dan mengajak berbicara.


Sophia tersenyum. Gerwyn mencium kening istrinya.


"Apa pagi ini Masih mual-mual?" tanya Gerwyn. Sophia menganguk.


"Gak apa-apa kok mas, itu sudah hal biasa." ucap Sophia.


"Oohhh." ucap Gerwyn. Sophia memeluk suaminya.


"Ada apa?" tanya Gerwyn karena tidak biasa nya Sophia seperti ini.


"Gak tau, aku tiba-tiba ingin memeluk kamu." ucap Sophia.. Gerwyn mengelus rambut istri nya.


Tiba-tiba dokter datang.


"Maaf saya mengganggu waktu nya, saya mau Memeriksa keadaan pak Gerwyn." ucap dokter. Sophia melepaskan pelukannya dan membiarkan dokter memeriksa nya.

__ADS_1


Bu Linda juga baru datang bersama Enjel. Ternyata Enjel datang Kemarin dia dan bisa datang di pagi hari.


"Keadaan pak Gerwyn sudah baik, harus banyak istirahat, tidak boleh banyak bergerak dan. kerja berat." ucap dokter.


__ADS_2