
"Aku tau di balik masker dan juga topi itu bapak menatap menatap ku dengan tajam, Bapak pasti gak sabaran karena aku berbicara Cukup lama." ucap Sophia.
"Banyak omong! Apa kata dokter? kapan tangan saya bisa di buka?"
"Sabar dulu pak, kata dokter nya masih lama."
Gerwyn menghela nafas panjang.
"Tuh kan kalau sakit itu sangat menyiksa kita sendiri, lain kali kalau berkendara harus hati-hati agar tidak terjadi seperti ini lagi, karena bapak harus tau kekayaan kita adalah kesehatan kita sendiri." ucap Sophia.
"Bawel! Lebih baik kita pulang saya terlalu banyak mendengar ocehan kamu membuat kepala saya sakit." ucap Gerwyn.
"Iyah-iyah!" ucap Sophia dia mengambil tas Gerwyn dari pangkuan nya dan mendorong Kursi roda.
"Walaupun bapak jarang makan tetap sangat berat yah." ucap Sophia.
"Jangan banyak ngeluh, saya bayar kamu untuk mengurus saya." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.
Setelah sampai di mobil Gerwyn turun dari kursi roda mau pindah ke mobil."
Sophia membantu nya untuk pindah. Dia merangkul pundak Sophia dan dia bisa mencium aroma wangi yang di timbulkan oleh rambut Sophia.
Jantung nya langsung berdetak dengan cepat.
"Bapak tunggu sebentar yah." ucap Sophia menutup pintu.
Gerwyn bingung kenapa tiba-tiba Sophia meninggalkan nya.
Dia melihat Sophia berlari mengejar pria yang tidak asing menurut nya dan ternyata itu adalah Adit.
"Adit! Adit!" panggil Sophia.
"Sophia! Kamu di sini juga? kamu sakit?" tanya Adit khawatir langsung memeriksa seluruh tubuh Sophia.
"Aku gak apa-apa kok, justru yang nanya kenapa kamu bisa di sini?" tanya Sophia.
"Aku lagi Jengukin Mamah aku sakit,"
"Hah! Mamah kamu sakit?" ucap Sophia. Adit mengangguk.
Namun tiba-tiba klakson mobil Gerwyn bunyi.
"Kamu sama siapa ke sini?"
"Sama Bos aku, aku gak bisa lama-lama kalau ada waktu luang aku akan mengabari kamu, aku pergi dulu yah." ucap Sophia mencium singkat pipi Adit.
Adit melihat Sophia yang lari-larian.
"Jangan lari-lari!" Sophia mengangguk sambil tersenyum.
Dia masuk ke dalam mobil.
"Di saat kamu bekerja dengan saya, jangan mengurus hal-hal yang lain itu sangat merugikan saya!" ucap Gerwyn.
"Baik pak saya minta maaf, saya sudah lama tidak bertemu dengan nya." ucap Sophia. Gerwyn diam mereka pun langsung pulang ke rumah.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Buk Linda langsung menghidangkan makanan yang dia masak tadi untuk Gerwyn.
"Buk Linda meminta Gerwyn makan dia pun langsung makan berbeda dengan Sophia yang sudah membujuk Gerwyn menahan emosi namun Gerwyn tetap tidak mau.
"Kelihatan nya Pak Gerwyn sangat penurut pada Tante Linda kenapa kemarin buk Linda meminta aku membujuk oak Gerwyn makan yah." batin Sophia.
"Mbak ayo makan." ajak Ano. Sophia langsung menggeleng kan kepala nya.
"Mbak sudah makan tadi, kamu bisa makan duluan aja." ucap Gerwyn.
Sophia langsung ke kamar untuk mandi.
"Ano ayo makan sama-sama." ajak Buk Linda.
Gerwyn melihat ke belakang.
"Loh Sophia mana?" tanya Gerwyn.
"Mbak Sophia kata nya sudah makan." ucap Ano.
"Makan?" ucap Gerwyn kebingungan karena dari tadi mereka belum ada makan siang.
Tidak beberapa lama Sophia keluar dari kamar nya. Dia melihat Gerwyn dan ibu nya duduk di ruang tamu.
"Mau kemana kamu rapi seperti ini?" buk Linda.
"Ee.. aku mau Keluar sebentar Tante."
Sophia menoleh ke arah Gerwyn.
"Huff untung saja bisa lolos, lagian penting banget yah Tante Linda tau aku mau kemana?" ucap Sophia.
Dia berangkat ke tempat magang nya.
Sementara di rumah lama Sophia kakak nya datang mengunjungi rumah Bibik dan paman nya.
"Liam apa kamu tau sekarang Sophia tinggal di mana?" tanya paman nya.
"Aku tidak perduli Paman, terserah mereka saja mau tinggal di mana, aku yakin dia sudah jadi simpanan om-om di luar sana." ucap Liam.
"Apa akhir-akhir ini Ayah memberikan kabar?" tanya Paman nya, Liam menggeleng kan kepala nya.
"Ayah sudah tiada, untuk apa bertanya tentang dia." ucap Liam lagi.
"Oh iya bagaimana hasil penjualan Rumah dan tanah itu? Apa sudah cair?" Tanya Liam.
"Belum ada kejelasan dari PT nya, kata nya di undur selama satu bulan dulu, kamu sabar lah sedikit." ucap Paman.
Liam menghela nafas panjang.
"Aku tidak memegang uang sama sekali paman,"
"Ambil saja dulu ini." ucap Paman memberikan uang pada Liam.
Paman dan Bibik nya memang sangat baik dan tidak perhitungan sama sekali dengan Liam.
__ADS_1
berbeda dengan Sophia dan adik nya
Satu Minggu kemudian Sophia bangun karena handphone nya berdering.
"Halo.." Sophia menjawab dengan nada Suara yang sangat serak.
"Halo selamat pagi, atas nama Mbak Sophia?"
Sophia langsung sadar karena yang menelpon nya adalah dokter Gerwyn.
"Iyah selamat Pagi pak."
"Hari ini jadwal Kontrol Pak Gerwyn yah mbak." ucap dokter itu. Sophia melihat ke arah kelender.
"Baik pak, terimakasih banyak sudah mengingatkan." ucap Sophia panggilan pun langsung mati.
"Ya Allah badan ku sakit-sakit semua." ucap Sophia sambil memijat-mijat badan nya.
Karena Tiga hari ini dia harus menemani Gerwyn untuk bertemu beberapa klien nya. dia harus menghabiskan tenaga mengurus suami Cacat nya itu.
Dia menoleh ke arah kasur, ternyata Gerwyn masih tidur.
"Pak! Pak Gerwyn!" panggil Sophia dengan pelan membangun kan suami nya namun Gerwyn sama sekali tidak merespon.
"Huff kelihatan nya dia masih ngantuk, lagian ini masih sangat pagi." ucap nya.
Dia membuka Gorden agar cahaya masuk. Gerwyn melihat cahaya sedikit saja langsung bergeliat.
"Hoammm!! ini masih sangat pagi tutup Gorden itu!" ucap Gerwyn namun tidak Membuka mata nya.
"Bapak harus bangun! hari ini bapak harus kontrol," ucap Sophia.
Gerwyn membuka mata nya menatap Sophia.
"Apa hari ini benda menyebalkan ini di lepas?" tanya Gerwyn sambil mengangkat sedikit tangan nya.
Sophia mengangguk.
"Huff akhirnya, lebih baik kamu bantuin saya siap-siap," ucap Gerwyn langsung.
"Bapak ngapain ke kamar mandi?" tanya Sophia karena Gerwyn berjalan ke arah jam mandi.
"Saya mau mandi lah."
"Bapak belum bisa mandi, masih tetap harus di lap." ucap Sophia.
Gerwyn menghela nafas panjang.
"Badan saya tidak puas hanya dengan lap saja."
"Kalau dokter bilang sudah bisa mandi baru bapak mandi, kalau belum ada ijin jangan mencoba nya." ucap Sophia.
Akhirnya Gerwyn pun di lap oleh Sophia. Sophia melihat Gerwyn yang semakin kurus.
"Obat dokter itu sama sekali tidak berpengaruh, pak Darel sama sekali belum mau makan banyak." batin Sophia.
__ADS_1