Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Apakah Gerwyn akan tetap mengingat masa lalu dan balas dendam


__ADS_3

Gerwyn kembali ke ruangan buk Linda di rawat.


Dia melihat ke arah ibu nya yang masih belum sadar.


"Pak saya minta maaf, saya tidak bermaksud untuk membuat Tante Linda seperti ini," ucap Sophia pada Gerwyn.


Gerwyn menatap tajam kearah Sophia.


"Kamu hampir saja menghilangkan nyawa Mamah saya! Apa menurut kamu saya masih bisa memaafkan kamu?" tanya Gerwyn mengertak Sophia.


Sophia terdiam sambil menunduk dia sangat takut dengan suara Gerwyn.


"Gerwyn..!!" Buk Linda bangun.


"Iyah mah, kenapa? Apa yang sakit? Mamah jangan banyak fikiran dulu." ucap Gerwyn.


"Jangan marah pada Sophia nak, dia tidak salah." ucap Buk Linda. "Sudah mah jangan pikir kan orang lain, fokus pada kesehatan Mamah." ucap Gerwyn.


Buk Linda diam. Gerwyn mengelus kepala buk Linda.


"Sophia! sini." ucap buk Linda memanggil Sophia ke dekat nya.


Sophia mendekati buk Linda.


"Aku minta maaf Tante, aku tidak tau kalau akan seperti ini." ucap Sophia sangat merasa bersalah. Buk Linda tersenyum.


"Sudah tidak apa-apa! Tante sudah merasa Pusing dari tadi pagi namun kumat nya pas kita berbicara." ucap buk Linda.


Sophia memasang wajah sedih. "Dan buat kamu Gerwyn, jangan marahin istri kamu." ucap buk Linda.


Gerwyn diam.


Tiba-tiba handphone Sophia berdering.


"Aku keluar sebentar yah Tante." Ucap Sophia. dia menjawab telepon keluar.


"Tuh lihat istri kamu sampai takut mengangkat wajah nya. Dia tidak salah Mamah yang pertama membahas nya." ucap Buk Linda.


"Ayo perduli sama Mamah, namun mamah membela dia, kalau Mamah seperti ini aku yang repot mah, aku yang harus tanggung jawab wajar saja jika aku marah pada nya." ucap Gerwyn.

__ADS_1


"Maafin Mamah sudah merepotkan kamu." ucap buk Linda.


"Aku sudah lelah selama tiga tahun mamah sakit, aku sudah lelah mah, jadi jangan mencoba untuk mengabaikan kesehatan Mamah." ucap Gerwyn.


"Aku sudah merasa lega selama dua tahun ini Mamah Sehat, tapi kenapa sekarang kambuh lagi? Apa Mamah tidak kasihan pada ku? Aku juga ingin hidup seperti orang biasa nya." ucap Gerwyn.


Gerwyn langsung pergi keluar, Sophia melihat Gerwyn Keluar langsung mengakhiri telepon nya dia mengikuti Gerwyn.


"Pak! Bapak mau kemana?" tanya Sophia menahan tangan Gerwyn.


Gerwyn menepis tangan Sophia.


"Jangan ikut campur! Ini semua karena kamu." ucap Gerwyn. Namun Sophia tidak mau menyerah dia menahan tangan Gerwyn dan langsung memeluk Gerwyn sangat erat.


"Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian di dalam, kalau bapak pergi seperti ini buk Linda Akan semakin terpukul, kemungkinan dia akan sangat sulit untuk sembuh." ucap Sophia.


Gerwyn seketika terdiam. Sophia yang memeluk nya sangat erat membuat nya tidak bisa pergi.


Gerwyn sudah tidak berontak Sophia melepaskan pelukannya namun tiba-tiba Gerwyn memeluk Balik Sophia yang berbadan kecil sehingga Gerwyn sedikit membungkuk.


Sophia Heran namun dia tidak berontak dia membiarkan Gerwyn memeluknya.


"Buk Linda akan segera sembuh, aku berjanji akan membantu menjaga dan merawat nya." ucap Sophia.


Tiba-tiba Gerwyn melepaskan pelukannya dia mendorong Sophia dengan kasar.


Dia seperti orang marah namun tidak menatap mata Sophia dia langsung pergi meninggalkan Sophia.


"Pak! Pak! Bapak mau kemana lagi?" tanya Sophia mengejar sampai ke dalam mobil namun ternyata dia tidak bisa mengejar Gerwyn.


"Kenapa harus dia? Kenapa harus Sophia anak pembunuh itu, Ketika merasa pelukan nya aku merasa tenang, aku merasa ada teman aku nyaman, tapi karena Ayah nya aku merasakan ini semua." ucap Gerwyn.


Dia mengingat di saat dia mencari papah nya ke gedung, dari bawah dia mendengar suara tembakan yang begitu besar. Setelah sampai di atas dia melihat Papah nya sudah jatuh di lantai dengan berlumuran darah. Gerwyn melihat orang berjaket hitam berlari meninggalkan tempat kejadian.


Dia mengejar nya namun tidak dapat, dia hanya mendapatkan Kartu nama pria itu. Setelah beberapa lama di cari tidak tau di mana pria itu, akhirnya Gerwyn memutuskan untuk mencari keluarga nya.


"Sophia di Mana Gerwyn? Kenapa dia belum balik ke sini?" tanya buk Linda. Sophia yang dari tadi duduk di sana bingung mau jawab karena dari tadi dia bilang kalau Gerwyn hanya keluar sebentar.


"Gerwyn mungkin ada kerjaan tiba-tiba atau urusan Tante." ucap Sophia. "Seperti dia sangat marah pada Tante." ucap Buk Linda, Sophia tidak berani untuk menjawab nya karena takut hal yang sama terjadi lagi akhirnya dia menenangkan Buk Linda.

__ADS_1


Empat hari kemudian, Sophia baru pulang dari tempat kerja nya dia langsung ke rumah sakit, karena hari ini waktu nya buk Linda pulang dari rumah sakit.


"Hay Tante, bagaimana keadaan Tante sudah baikan? Apa sudah siap mau pulang?" tanya Sophia.


"Tante sudah Rindu rumah, kenapa kamu datang sendirian?" tanya buk Linda.


"Humm Gerwyn kerja Tante." ucap Sophia.


"Bukan itu yang Tante tanya, apa Ano tidak ikut?" tanya buk Linda. Seketika Sophia terdiam.


"Kenapa malah diam?" tanya buk Linda.


"Oohh Ano di rumah Tante, aku meminta nya untuk rajin belajar karena sebentar lagi Akan masuk ke sekolah." ucap Sophia.


"Oohhh begitu, pantesan saja dia tumbuh jadi anak yang pintar dan cerdas ternyata kamu mendidik nya sangat baik." ucap buk Linda.


Sophia Heran kenapa selama di rumah sakit buk Linda tidak bertanya kenapa Gerwyn tidak datang sama sekali untuk menjenguk nya.


Di perjalanan pulang buk Linda terlihat sangat senang.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.


Buk Linda langsung istirahat di temani Ano sementara Sophia mau masak makanan untuk mertua nya itu.


"Non Sophia mau Masak apa?" tanya Bibik.


"Masak makanan yang sehat untuk buk Linda bik."


"Oohh, saya bantuin yah Non."


"Oh iya bik Gerwyn belum ada Pulang ke rumah yah?" tanya Sophia karena Tiap hari dia tidur di rumah sakit.


"Pulang kok non." ucap Bibik.


"Oh iya saya mau nanya, kan Bibik sudah lama di sini, kenapa Yah selama buk Linda di rumah sakit Gerwyn tidak datang?" tanya Sophia.


."Oohhh itu sudah hal biasa Non, Den Gerwyn tidak akan pernah datang karena dia orang yang sangat pemarah dia mungkin takut tidak sabar untuk menghadapi sifat Mamah nya." ucap Bibik.


Seketika Sophia mengingat sifat buk Linda di rumah sakit sangat menguji kesabaran nya, Sophia sama sekali tidak bisa istirahat. Dia paham kalau Gerwyn berusaha untuk tidak menyakiti perasaan ibu nya atau memarahi nya.

__ADS_1


__ADS_2