
Sophia hanya diam saja ketika Ano berbicara seperti itu. Dia Gerwyn melihat Sophia yang hanya diam saja.
"Kamu tau sendiri kan Mbak Sophia sudah magang sekarang tidak seperti dulu Lagi." ucap Gerwyn. Ano langsung diam dia tidak lagi menjawab dan memasang wajah kesal.
"Sudah mas biarkan saja, ayo pulang." ajak Sophia. Gerwyn mengangguk. Mereka pun meninggalkan Sekolah itu. Sampai di rumah Sophia duduk di ruang tamu.
"Ano langsung ganti baju dan tidur siang." ucap Sophia. Ano hanya diam saja.
"Ano jawab mbak kamu yang lagi ngomong." ucap Gerwyn.
"Iyahh kak, Tampa di suruh juga aku sudah melakukan nya." ucap Ano langsung pergi ke atas.
Gerwyn duduk di kursi depan Sophia. "Mungkin Ano merasa kamu tidak perduli pada nya karena kamu sibuk." ucap Gerwyn.
Sophia Menatap wajah Gerwyn.
"Seperti nya dia sudah lebih sayang pada orang lain dari pada sama aku." ucap Sophia. "Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Gerwyn.
"Tidak ada, aku hanya berfikir seperti itu, aku mau istirahat dulu." ucap Sophia. Gerwyn mengikuti ke atas.
"Seharusnya kamu gak ikut ngambek juga sama seperti anak kecil. Kamu berusaha dong biar Ano tidak berbicara seperti itu." ucap Gerwyn.
"Aku lebih tau adik ku seperti apa, dia akan selalu marah ketika aku tidak ada waktu untuk nya. nanti juga reda sendiri marah nya." ucap Sophia masuk ke kamar.
Gerwyn Menghela nafas panjang.
Dia juga masuk dan melihat Sophia berbaring di kasur.
"Saya akan berangkat ke kantor lagi, kamu jangan kemana-mana hari ini." ucap Gerwyn. Sophia hanya mengangguk saja. Setelah itu Gerwyn pun pergi.
Gerwyn sampai di kantor dia langsung rapat sebentar membicarakan pekerjaan dengan para karyawan nya setelah itu dia kembali ke ruangan nya.
"Permisi Pak." Vano datang mengantarkan Bibi.
"Kamu ngapain ke sini?" tanya Gerwyn pada Bibi.
"Hari ini pemain DJ kesukaan kamu tampil di Club Mami, sangat jarang ada momen ini, kita tidak boleh melewatkan momen ini, ayo segera ke sana." ajak Bibi.
Gerwyn terlihat sangat bersemangat dia langsung mengumpulkan semua nya.
__ADS_1
"Vano tolong selesaikan ini, dan setelah itu antar kan ke rumah saya." ucap Gerwyn meninggalkan Vano yang kebingungan.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai.
Namun ternyata belum mulai mungkin sekitar satu jam lagi namun Gerwyn terlihat sangat bersemangat.
Satu jam kemudian DJ wanita terseksi dan tercantik serta DJ nya yang bagus mantep mampu membuat Gerwyn jatuh cinta.
"Huuuuuu!!!!" Sorak Gerwyn, dia melepaskan Jas dan dasi nya. Seketika jiwa Pemimpin nya hilang ketika DJ sudah di hidup kan.
Mereka berdua sangat suka dengan DJ itu, mereka berdua juga yang paling bersemangat di antara mereka semua.
"Wahhh seru banget." ucap Bibi. Gerwyn minum sambil berjoget. Bibi mengambil video dan mengirim kan pada Sophia.
Sophia yang baru saja selesai mandi Sore dia langsung membuka ponsel nya dia melihat Gerwyn yang sedang berjoget-joget dengan wanita malam di Club itu.
"Dia melarang ku Keluar namun dia malah pergi mabuk." ucap Sophia.
Tiba-tiba bel berbunyi, Bibik langsung membukanya.
"Permisi buk." ucap Vano datang.
"Saya mau mengantar kan ini Buk, tolong di sampai kan pada pak Gerwyn." ucap Vano, Sophia mengangguk.
"Baik lah, saya akan memberikan nya nanti." ucap Sophia.
Vano berdiri terdiam seperti memikirkan sesuatu.
"Apa aku berbicara langsung pada buk Sophia saja yah? Tapi apa dia akan marah?" batin Vano.
"Kamu duduk saja Dulu kalau mau istirahat, kalau mau pulang juga tidak masalah, atau mau menunggu Mas Gerwyn pulang? Saya rasa dia tidak akan pulang sore ini karena dia sedang asik dengan wanita malam." ucap Sophia.
Vano duduk di sofa.
"Saya mau membicarakan tentang hal yang penting, apa ibu tidak masalah saya meminta waktu nya sebentar?" tanya Vano.
"Seperti nya sangat serius, apa ini tentang Mas Gerwyn?" tanya Sophia. Vano menggeleng kan kepala nya.
"Lalu apa?" tanya Sophia.
__ADS_1
"Tentang Sahabat Ibu yang bernama Hena." ucap Vano.
"Ada apa dengan dia?" tanya Sophia.
"Maaf sebelumnya kalau saya membahas ini pada ibu, tapi saya ingin ibu membantu saya." ucap Vano, Sophia semakin heran apa yang di maksud oleh Vano namun dia terus menunggu Vano berbicara yang ragu-ragu.
"Hena berpacaran dengan papah saya." ucap Vano, Sophia langsung terdiam. Dia sangat kaget.
"Jangan bilang Pria tua yang sering bersama Hena itu adalah papah kamu?" tanya Hena, Vano langsung menunjukkan foto nya, Sophia semakin kaget sekali.
"Mungkin sebelum nya saya dengan Hena ada konflik karena masa lalu waktu Pak Gerwyn masuk penjara, saya memaksa nya untuk mencabut laporan, tapi saya minta maaf soal itu." ucap Vano.
"Lalu kamu mau saya bantu apa?" tanya Sophia.
"Saya mau Ibu berbicara pada Hena agar meninggalkan papah saya, kasihan mamah saya lumpuh di rumah harus selalu di kabar kan dengan aib papah saya." ucap Vano.
"Tapi sebelum nya saya pernah bertemu dia bilang dia Duda dan hanya mempunyai anak satu. Dan anak nya juga sudah menikah." ucap Sophia.
"Tidak mungkin saya berbohong Buk, saya mempunyai foto keluarga." ucap Vano, Dia menunjukkan pada Sophia. Sophia pun akhirnya percaya.
"Mamah kecelakaan karena tabrakan Saat pergi dengan papah, dia lumpuh total papah Perlahan berubah dia mulai sibuk berpacaran dengan wanita-wanita muda." ucap Vano.
Sophia tidak tau harus ngomong apa lagi, dia sangat malu menatap Vano karena itu juga teman nya.
"Bukan nya saya tidak mau, sebelum nya saya sudah pernah melarang nya namun dia tidak mendengar kan nya." ucap Sophia.
"Tapi kamu jangan khawatir, saya pasti akan memperingati dia." ucap buk Sophia. Vano mengangguk dan tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi yah buk, terimakasih banyak Atas bantuan ibu." ucap Vano dia pun langsung keluar meninggalkan Rumah bos nya itu.
Sophia menelpon Hena namun tidak di jawab.
"Kenapa kamu jadi seperti ini sih Hen? Aku juga jadi malu kalau seperti ini." ucap Sophia.
"Kalau Mas Gerwyn tau dia pasti sangat mengira kalau kamu murahan termasuk aku, dia pasti marah." batin Sophia mencoba terus menelpon Hena.
Namun Hena tidak menjawab dia pun mengirim pesan untuk menemui diri nya di Tempat biasa mereka nongkrong dekat hotel agar bisa berbicara.
Tidak terasa hari sudah malam, Sophia ke kamar Ano karena Ano tidak turun untuk makan malam.
__ADS_1
"Tok.. Tok.. yok makan Malam Ano." ucap Sophia sambil mengetuk pintu kamar. Namun Ano tidak membuka nya, kebetulan pintu tidak di kunci akhirnya dia pun masuk Tampa ijin.