Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Sandiwara Lisa


__ADS_3

"Tidak semudah itu, aku sudah menaksir dia begitu lama, bahkan aku rela pindah pertemanan kepada mereka, namun semua nya sia-sia." ucap Riki.


"Tidak ada yang sia-sia Bro, jangan putus asa seperti itu. Kamu adalah laki-laki sejati yang sudah mengutarakan perasaan kamu pada nya, di tolak atau di terima itu adalah bonus, intinya loe laki-laki pemberani. Biarkan dia bahagia dengan kekasih nya." ucap teman nya lagi.


Sophia dan Hena baru saja sampai di pinggir pantai.


Hena berdiri di pinggir pantai sambil memandangi ombak yang menyapu pasir pantai.


Angin yang membuat suasana semakin bagus.


"Hena!" panggil Sophia. Hena kembali ke tempat duduk mereka di bawah payung besar itu.


"Minum dulu." ucap Sophia memberikan kelapa pada Hena.


"Makasih." ucap Hena.


"kamu kelihatannya memikirkan sesuatu, kamu memikirkan apa sih?" tanya Sophia.


"Enggak kok, gak ada." ucap Sophia.


"Humm.. Pasti mikirin hubungan kamu dengan Vano kan?" tanya Sophia.


Hena menatap wajah Sophia. Sophia tersenyum.


"Aku tidak tau mau memberikan saran apa sama kamu. Tapi kalau jodoh tidak akan kemana, contoh nya sama seperti aku dengan Mas Gerwyn." ucap Sophia.


"Aku di benci oleh Mamah nya Vano karena dia tau semua nya Sophia, dan lagi Om Davit pasti tidak akan menerima hubungan kami ini." ucap Hena.


"Kamu benar sih, secara kamu sudah di anggap seperti anak sendiri. Yang mengartikan kamu jadi saudara Vano." ucap Sophia. Hena menganguk.


"Tapi ngomong-ngomong mamah nya Vano tau dari mana tentang kamu?" tanya Sophia.


"Ucap Vano dari Enjelita. wajar saja jika dia tidak menerima orang yang dia sayang di hianati," ucap Hena.


"Enjelita?" ucap Sophia. Hema menganguk.


"Oh iya Hen, kamu pernah dengar gak sih sebelum nya kalau Vano memiliki hubungan dengan Enjelita? mereka terlihat sangat dekat sekali." ucap Hena.


"Hayo kamu cemburu yah?" ucap Sophia. Hena diam.


"Aku sih gak tau yah, seharusnya kamu tanya kejelasan nya pada Vano deh." ucap Sophia.

__ADS_1


Karena sudah jam tiga sore waktu nya pulang. Tidak beberapa lama Sophia sampai di rumah.


"Assalamualaikum mamah." ucap Sophia yang baru saja pulang. Walaikumsalam." Bu Linda datang menghampiri Sophia.


"Bagaimana ujian nya, lancar?" tanya Bu Linda.


"Alhamdulillah Mah." ucap Sophia. "Alhamdulillah, ya udah ayo cicip kue buatan mamah dulu yok." ajak Bu Linda.


"Loh Mamah masak?" tanya Sophia kaget. Karena Gerwyn tidak mengijinkan ibu nya itu masak.


"Enggak kok, Mamah hanya bantu-bantu saja, Lisa yang Masak." ucap Bu Linda.


Sophia melihat Lisa yang duduk di meja makan.


"Ayo nak." ajak Bu Linda lagi.


"Humm.. Aku sangat lelah aku mau istirahat dulu yah." ucap Sophia. "Oohh begitu. Ya udah, nanti Mamah minta Bibi nganterin ke kamar." ucap Bu Linda. Sophi tersenyum.


Sophia mau naik ke Atas dia melihat Ano yang sedang main di ruang tv.


"Mbak Sophia sudah pulang? kenapa mbak gak bangunin aku sih? Aku jadi gak sekolah hari ini." ucap Ano.


Ano terdiam. Wajah Sophia sangat marah berbicara dengan Ano yang biasa nya sangat lembut sekarang sangat kasar. Gerwyn kebetulan baru pulang dia terdiam mendengar istri nya.


Ano menundukkan kepalanya karena merasa bersalah, sementara Bu Linda hanya diam saja melihat Menantu nya masuk ke kamar.


"Lebay banget sih, padahal hanya sekali-sekali saja dia langsung marah-marah gak jelas." ucap Lisa.


"Udah deh gak usah di pikirkan, ayo Makan kue sama-sama." ajak Lisa menarik tangan Ano dan Gerwyn.


"Ini untuk kamu." ucap Lisa memberikan kue pada Gerwyn.


"Gerwyn lain kali kalau istri kamu meminta untuk tidur yah tidur, itu juga demi kesehatan kamu." ucap Bu Linda.


"Kenapa Tante jadi Marahin Gerwyn sih? Justru Sophia yang berlebihan sekali." ucap Lisa.


"Sudah Lisa kamu tidak perlu ikut campur." ucap Bu Linda. Lisa langsung memasang wajah cemberut.


"Karema Ano ikut-ikut kamu dia jadi nya kena marah." ucap Bu Linda. "Iyah mah aku salah, aku minta maaf." ucap Gerwyn.


"Aku ke kamar dulu yah mah." ucap Gerwyn. "Loh kue nya gak di cicip dulu?" tanya Lisa. Gerwyn menggeleng kan kepala nya dia langsung naik ke atas.

__ADS_1


"Kamu juga minta Maaf gih sama mbak Sophia, janji gak ngilangin lagi." ucap Bu Linda pada Ano. Ano menganguk dia meninggal kan Meja makan.


Lisa menghela nafas panjang. Bu Linda menatap nya.


"Sebaiknya kamu kembali ke rumah kamu deh Lisa. Sophi kurang nyaman ada kamu di sini." ucap Bu Linda.


Lisa terdiam sejenak dia menatap wajah Bu Linda.


"Tante mengusir aku demi Sophia?" ucap Lisa.


"Bukan seperti itu maksud Tante, tapi Tante merasa begitu, Sophia yang biasa nya sangat ceria sekarang banyak diam, bahkan sudah sangat jarang di rumah atau ikut ngobrol dengan Tante." ucap Bu Linda.


"Tante gak sayang aku lagi." ucap Lisa.


"Bukan seperti Lisa, Tante sangat sayang sama kamu, tapi Tante gak mau karena ini hubungan Tante, Gerwyn dan Sophia rusak." ucap Bu Linda.


"Tante menuduh aku penghancur rumah tangga? Aku tidak seperti itu Tante, kenapa Tante sangat jahat menuduh ku seperti itu." ucap Lisa.


"Bukan seperti itu Lisa. Maksud Tante kamu boleh nginap di sini hanya sesekali, kalau kamu mau datang tidak ada larangan, tapi jangan tinggal di sini." ucap Bu Linda.


"Tante sangat jahat sekali. Padahal Tante yang meminta aku untuk menginap di sini." ucap Lisa.


"Tante hanya meminta beberapa malam saja karena Tante merindukan kau, sekarang kangen Tante sudah terobati." ucap Bu Linda.


Tiba-tiba Lisa menangis. Bu Linda teringat di saat kedua orang tua Lisa Masih ada mereka menitipkan Lisa kepada nya.


"Tante sudah tidak sayang sama aku lagi. Tante sangat jahat mengusir ku demi Sophia." ucap Lisa.


Melihat Lisa menangis Bu Linda juga tidak tega.


"Maafin Tante nak. Tante gak ingin kamu pergi, maafin Tante." ucap Bu Linda memeluk Lisa.


Lisa menangis namun sambil tersenyum.


"Tante sangat sayang sama kamu. Tante tidak bisa melupakan kebaikan kamu dulu sama Tante. Tetap lah di sini bersama Tante." ucap Bu Linda.


"Huff akhirnya tidak sia-sia aku memaksa Air mata ku keluar. Aku juga tidak akan membiarkan Sophia lebih lama di sini." Batin Lisa, sambil tersenyum tipis namun terlihat sangat licik.


Bu Linda mengelus rambut Lisa.


Di depan kamar Ano dan Gerwyn saling bertatapan. Mereka tidak berani masuk ke dalam.

__ADS_1


__ADS_2