
"Bagaimana perjalanan kamu hari ini menyenangkan?" tanya Gerwyn pada Sophia. "sangat menyenangkan, namun aku sangat lelah." ucap Sophia.
Gerwyn tersenyum.
"Setidaknya kamu bisa menghilangkan stress kamu saat pergi tadi." ucap Gerwyn.
"Humm." ucap Sophia.
"Di mana Ano? Dia pulang dengan siapa ketika kamu pergi?" tanya Gerwyn. "Dia di jemput oleh supir mas " ucap Sophia berbohong karena tidak mungkin Bilang yang jemput Frans.
"Oohhh." ucap Gerwyn.
Namun tiba-tiba Klakson mobil berbunyi di luar, sophia melihat ternyata itu adalah Frans.
"Ya udah kalau begitu aku mau mandi dulu, mas juga hati-hati di perjalanan pulang." ucap Sophia.
"Kenapa sangat terburu-buru? Kita baru saja berbicara." ucap Gerwyn. "Setelah selesai mandi aku mau istirahat." ucap Sophia.
"Baiklah kalau begitu." ucap Gerwyn. Panggilan pun terputus.
"Mbak ayo buruan." ajak Ano.
"Iyah bentar mbak siap-siap dulu." ucap Sophia.
Tidak beberapa lama sudah siap dia langsung turun ke bawah.
"Huff sebenarnya aku sangat lelah, namun aku sudah janji dan kak Frans juga sudah baik membantu menjemput Ano dan menjaga nya." batin Sophia.
"Sudah siap, ayo kita berangkat." ajak Sophia. Frans mengangguk sambil tersenyum. Sophia melihat penampilan Adik nya.
"kamu pakai baju Siapa?" tanya Sophia pada Ano.
"Tadi baju ganti Ano tidak ada, jadi saya memberikan baju saya yang kecil dulu." ucap Frans. Sophia tersenyum melihat nya, karena masih kebesaran pada Ano.
Mereka pun masuk ke dalam mobil.
"Pasti perjalanan kamu sangat seru." ucap Frans. Sophia tersenyum. "Sangat seru, namun tidak ada jaringan di sana." ucap Sophia.
Frans tersenyum. "Kita mau kemana?" tanya Sophia.
"Kita akan ke mall." ucap Frans. Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga.
"Biasa nya mamah nya kakak suka apa?" tanya Sophia.
"Saya juga bingung, karena tidak ada barang-barang favorit mamah." ucap Frans.
__ADS_1
"Bagaimana dengan baju? pakaian seksi?" tanya Sophia. Frans menggeleng kan kepala nya karena merasa itu tidak cocok dengan mamah nya.
Dia sudah menawarkan banyak barang-barang namun Frans sama sekali tidak Ada yang menurut nya cocok dengan ibu nya.
"Mbak beli itu. Beli itu." ucap Ano menarik tangan Sophia menunjuk ke arah penjual alat-alat untuk melukis.
"Kamu suka melukis?" tanya Frans. Ano mengangguk.
"Tidak hanya aku saja yang suka menulis om, Mbak Sophia juga sangat pandai melukis wajah." ucap Ano. Frans menatap Sophia.
"Apa itu benar?" tanya Frans. Sophia mengangguk.
"Bagaimana kalau aku melukis Mamah kakak saja. Anggap saja sebagai hadiah ulang tahun dari ku dan juga dari Ano." ucap Sophia.
"Boleh juga, Mamah sangat suka dengan lukisan pemandangan, tapi dia pasti sangat beruntung jika seseorang bersedia mau melukis wajah nya.
Akhirnya mereka membeli papan lukisan dan juga semua alat-alat nya. Setelah selesai berbelanja alat lukis, Frans membeli beberapa barang-barang yang tentunya Akan di berikan pada Mamah nya nanti.
"Kamu mau Makan apa?" tanya Frans pada Sophia..
"Humm mau makan Mie pangsit saja." ucap Sophia. Frans membawa Sophia ke Cafe.
Mereka makan dulu sebelum pulang.
"Melukis nya di tempat ku gak apa-apa kan kak? Kalau kakak ingin melihat datang lah sekali-kali, karena membuat nya cukup lama." ucap Sophia.
Tidak beberapa lama Sampai di rumah Sophia.
"Jangan lupa mengirimkan Foto Mamah kakak yang paling cantik pada ku." ucap Sophia.
Frans mengangguk sambil tersenyum.
"Ya udah kalau begitu terimakasih banyak yah sudah mau bantuin saya, saya permisi pulang."
"Sampai jumpa Besok om." ucap Ano. "Besok?" ucap Sophia Heran.
"Besok Om Frans janji mau nganterin ke sekolah." ucap Ano.
"Jangan merepotkan Om Frans seperti itu dek." ucap Sophia.
"Gak apa-apa kok. Saya senang kalau Ano juga menyukai Saya." ucap Frans. Sophia jadi sedikit tidak enak.
Frans pun pergi.
"Humm ternyata kamu tidak terlalu memihak pada kak Gerwyn yah? Kamu di kasih Makan yang enak sama Om Frans langsung nempel saja." ucap Sophia.
__ADS_1
"Gak apa-apa kalau aku, kalau mbak gak boleh! Harus jaga jarak karena mbak sudah punya Kak Gerwyn." ucap Ano. Sophia Menghela nafas panjang.
"Pokoknya aku gak setuju mbak pacaran sama Om Frans walaupun dia baik." ucap Ano langsung masuk ke dalam.
Sophia menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum melihat kelakuan Adik nya itu.
"Bagaimana mbak bisa suka sama Kak Frans sementara hati mbak sudah dimiliki oleh mas Gerwyn." ucap Sophia. Dia pun membawa semua Barang-barang ke dalam.
"Non Sophia akhirnya pulang juga. Biar saya bantu non." ucap Bibik. Sophia mengucap kan terimakasih tapi dia bisa sendiri.
Sampai di kamar Sophia langsung tergeletak di kasur, dia sudah sangat lelah dan tidak sanggup lagi untuk membersihkan badan nya atau merapihkan barang-barang nya.
Dia tertidur dalam beberapa menit.
Keesokan harinya...
Sophia sudah berada di kamar Ano untuk memulai untuk melukis.
Sebelum melukis dia terlebih dahulu membuat kopi kesukaan nya, Membuka jendela agar lebih tenang.
Dia sudah selesai masak bahkan Ano juga sudah berangkat ke sekolah bersama Frans.
"Sophia memakai Pakaian yang seksi karena sudah kebiasaan nya dari dulu kalau melukis harus berpakaian yang mini.
Baru saja membuat sketsa nya ponsel nya berdering, panggilan Video dari Gerwyn. "Kenapa tiba-tiba mas Gerwyn menelpon pagi hari? Panggilan video lagi." ucap Sophia.
Namun dia langsung menjawab nya. Namun dia sangat terkejut karena melihat di Panggilan video adalah rumah dia tempati. Awalnya dia bingung namun dia langsung meletakkan ponsel nya dan berlari keluar.
"Mas Gerwyn." ucap Sophia berlari terus ke bawah sampai di teras dia melihat Gerwyn sudah berdiri di dekat mobil nya.
Gerwyn kaget melihat Sophia lari namun dia juga tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya.
Sophia melompat kepelukan Gerwyn.
"Kenapa mas pulang tidak mengabari aku?" tanya Sophia.
"Kejutan." ucap Gerwyn. Gerwyn memeluk erat-erat Istri nya itu.
"Kenapa kamu berpakaian seperti ini?" tanya Gerwyn. Sophia baru sadar ternyata dia belum menukar pakaian nya.
Wajah nya langsung panik, Saat mau melepaskan pelukannya, Gerwyn langsung memeluk nya dengan Erat.
"Tidak apa-apa, saya suka kok." ucap Gerwyn. Sophia memukul Pinggang Gerwyn. "Dasar pria mesum!" ucap Sophia. Gerwyn tertawa.
"Kamu merindukan saya?" tanya Gerwyn, Sophia mengangguk. "Saya juga sangat merindukan kamu." ucap Gerwyn mereka lagi-lagi berpelukan dengan erat.
__ADS_1
"Ayo masuk, tidak enak di lihat banyak orang di sini." ucap Gerwyn. Sophia mengangguk. Gerwyn duduk di ruang tamu sementara Sophia membuat kan Kopi.
"Mas pasti sangat lelah, minum dulu kopi nya setelah itu istirahat." ucap Sophia. Dia duduk di sofa yang berbeda dengan Gerwyn, namun Gerwyn meminta nya duduk di samping nya.