
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai juga di Club dia langsung di hampiri oleh Mbak Menejer.
"Sophia! Kamu dari mana saja sampai telat seperti ini?"
"Maaf kan saya Mbak," Sophia hanya bisa minta maaf.
"Ya udah buruan kerja sama."
Sophia permisi dia pun langsung masuk.
"Hay Sophia, tumben banget kamu telat?" ucap teman nya.
"Aku ada urusan tadi jadi telat deh, maaf yah karena aku pasti Mbak Menejer marah sama yang lain juga."
"Udah gak apa-apa."
"Oh ini anak baru itu?" tanya wanita cantik yang baru saja masuk ke ruangan ganti.
"Iyah, kenalin nama ku Sophia."
Namun dia di abaikan, Siska melihat Sophia dari atas ke bawah.
"Kamu masih muda tapi sudah mau bekerja di sini? Dan kamu juga kan yang menolak dan membuat pak Gerwyn rugi."
Sophia terdiam.
"Kamu harus tau yah kamu di sini sebagai apa, tidak ada wanita yang bekerja di sini hanya untuk jadi pelayan sekedar memberikan minuman namun harus melayani permintaan tamu-tamu." ucap Siska.
"Itu kesalahan saya, saya minta maaf dan tidak akan mengulangi nya lagi." ucap Sophia karena dia memang salah itu sebabnya dia minta maaf.
"Siska! Pak Gerwyn sudah menunggu kamu." ucap seseorang. Siska mengangguk setelah itu dia pun pergi.
"Selamat menikmati belaian pak Gerwyn." ucap Teman nya itu pada Siska.
"Sabar yah." ucap Teman Sophia mengelus punggung Sophia.
"Siska adalah senior di sini semua kita harus menghormati orang yang berpengalaman tinggi, intinya kita tidak boleh melawan kalau tidak kita akan dapat masalah."
Sophia diam dia hanya merasa lega saja bukan dia yang di cari oleh pak Gerwyn.
"Sophia! Sophia! kenapa kamu diam saja?"
"Eh sorry! aku mau langsung kerja yah." ucap Sophia keluar dari ruangan itu.
Teman nya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Sophia melihat Gerwyn sedang di goda oleh Siska.
"Huff aku heran dengan wanita yang mau di tiduri oleh pria seperti dia!" umpat Sophia.
"Hay kamu Sophia kan?" ucap Pria yang baru saja duduk di depan Sophia.
"Iyah Kak,"
"Kenalin nama saya Ebi, kamu bisa panggil saya kakak saja." ucap pria itu.
__ADS_1
Sophia langsung paham dia mengenal kan diri nya dan juga menemani pria itu untuk minum.
Sophia sudah terbiasa dan tidak canggung lagi menemani tamu-tamu. Dia hanya risih ketika tamu nya mencoba menyentuh badan nya.
Kebetulan Gerwyn lewat bersama Siska dia pun langsung menyembunyikan wajahnya di balik punggung pria itu, namun Gerwyn Sadar.
"Ternyata mereka bersekongkol menyembunyikan kehadiran Sophia." batin Gerwyn.
"Pak Gerwyn kenapa kamu dari tadi diam saja?" tanya Siska setelah sudah di kamar.
"Aku sangat marah pada mu karena libur terlalu lama." ucap Gerwyn.
"Maafkan aku, aku sedang datang bulan."
"Karena kamu sudah membuat ku lama menunggu aku tidak akan memberikan ampun dan menghukum kamu!"
Siska tersenyum dia menarik dasi Gerwyn.
"Aku tidak keberatan jika di hukum sama kamu," ucap Sophia dan mencium bibir Gerwyn.
"Permisi Pak!" seseorang datang masuk mengetuk pintu.
Tiba-tiba mereka menghentikan aksi nya dan melihat ke arah pintu.
"Barang yang bapak minta." ucap Sophia!
Sophia tidak tau kalau itu adalah ruangan Gerwyn.
"Kamu!!" Gerwyn mau menahan Sophia namun tiba-tiba Siska mengambil barang dari Sophia.
Sophia Menghela nafas panjang.
"Hufff Alhamdulillah lolos lagi."
Sophia kembali ke ruangan istirahat.
Tidak terasa Waktu nya jam pulang kerja bagi Sophia dia mengemasi semua barang-barang nya.
"Aku pulang sama siapa yah? Mana gak ada taksi lagi." Sophia melihat jam sudah jam Tiga.
"Oh iya kata mami akan ada yang nganterin pulang." ucap Sophia sambil menelpon nomor yang di berikan oleh mami.
Namun tiba-tiba mobil berhenti di depan nya.
"Huff akhirnya datang juga, mungkin ini adalah mobil yang nganterin aku pulang, tapi kenapa mobil mewah yah." batin Sophia.
"Ah bodoh amat lah yang penting aku pulang, aku sudah sangat capek dan ngantuk, Besok ada ulangan." batin Sophia langsung masuk ke dalam mobil itu.
"Ayo langsung pulang yah pak." ucap Sophia pada supir yang memakai topi dan masker hitam.
Sophia membuat maps pembaca jalan dan memberikan pada supir.
Supir pun jalan, Sophia karena ngantuk dia ketiduran.
Keesokan harinya dia bangun jam lima pagi, namun tiba-tiba dia kaget karena tangan sama Kaki nya tidak bisa bergerak.
__ADS_1
"Apa ini?" ucap Sophia kaget.
"Tolong ² lepas kan aku."
"Akhirnya kamu bangun juga." seseorang datang membuka pintu. Sophia sangat kenal suara siapa itu.
"Pak Gerwyn! Lepaskan saya! Lepaskan!" ucap Sophia berteriak.
"Kamu sangat mudah mengenali saya, bagus lah kalau begitu ikatan mata kamu tidak perlu di buka." ucap Gerwyn.
"Lepaskan saya! Saya mau sekolah. dasar pria berengsek."
"Kamu kabur dari apartemen saya sama saja kamu membuat saya emosi dan tidak akan memberikan ampun sama sekali."
Sophia berusaha memberontak namun ikatan di tubuh nya sangat Erat.
Gerwyn dengan kasar menarik ikatan di mata Sophia.
"Berengsek!" Sophia memaki Gerwyn.
Gerwyn memegang rahang Sophia.
"Semakin kamu melawan semakin kamu terjerat dan tidak ada ampun untuk wanita tidak tau sopan santun seperti kamu!" ucap Gerwyn.
"Salah saya apa pak? Kenapa bapak melakukan ini pada saya? saya tidak menggangu kehidupan Bapak."
"Menikah dengan saya!" ucap Gerwyn.
"Saya tidak mau! saya tidak mau. Saya tidak Sudi menikah dengan pria seperti anda."
"Jangan munafik Sophia! Kamu butuh uang kan? Kalau kamu menikah dengan saya kamu tidak perlu kerja di sana lagi dan saya akan membayar berapa gaji kamu di Club itu!"
Sophia terdiam.
"Besok kamu harus menemui orang tua saya, dan katakan kalau kita Akan menikah."
"Aku tidak mau! Bapak dengar tidak saya tidak mau!"
"Saya akan membayar kamu dua juta sekali pertemuan dengan ibu Saya."
Sophia terdiam.
"Kita hanya perlu menikah sementara saja, kamu bebas mau melakukan apa saja setelah menikah kamu bisa seperti biasa tidak ada larangan." ucap Gerwyn.
"Saya tetap tidak mau, karena saya masih sekolah dan masih sangat muda untuk menikah."
"Kalau kamu tidak mau adik kamu akan menanggung semua nya." ucap Gerwyn sambil menunjuk kan video bahwa Gerwyn memantau Adik nya yang sedang berjalan sendirian.
"Kurang ajar! Apa sih yang mau Bapak lakukan? Jangan ganggu adik Saya!"
"Saya tidak akan membawa-bawa dia kalau kamu menuruti semua permintaan saya!" ucap Gerwyn.
Sophia sadar kalau Gerwyn bukan manusia sembarangan.
"Berikan saya waktu untuk memikirkan nya." ucap Sophia.
__ADS_1
"Saya tidak percaya dengan wanita licik seperti kamu! Keputusan nya harus sekarang kalau tidak, kamu akan tetap terikat di sini dan adik kamu dalam bahaya.