Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Om Ganteng


__ADS_3

Gerwyn menatap tajam ke arah Frans. Namun tiba-tiba Sophia melepaskan tangan mereka kedua nya.


"Acara nya sudah mau Mulai tidak ada kesempatan mau keluar lagi." ucap Sophia dan kembali duduk di kursi nya.


Gerwyn dengan mudah nya Duduk di samping Sophia dia tidak perduli siapa yang punya kursi tersebut. dia langsung duduk Tanpa Ijin sama sekali.


"loh kok pak Gerwyn duduk di sana sih?" ucap buk Ena. Dia jadi Duduk sendiri karena tinggal oke Gerwyn.


Acara pun di mulai mereka menonton dengan sangat serius pertunjukan anak-anak yang di atas panggung.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. Gerwyn menarik tangan Sophia ke WC Umum sekolah itu.


"Mas apa yang mas lakukan?" tanya Sophia.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Gerwyn.


"Aku tidak melakukan apapun." ucap Sophia. Gerwyn memegang rahang Sophia.


"Kamu menyukai Frans kan?" tanya Gerwyn. Tiba-tiba Sophia menampar wajah Gerwyn. "Mas duluan yang membuat aku cemburu, mas meninggalkan aku dan mendaftar diri dengan buk Ena." ucap Sophia.


Gerwyn Menghela nafas panjang.


"Jadi kamu sengaja melakukan itu membalas saya?" ucap Gerwyn. Sophia diam.


Gerwyn menatap wajah Sophia.


"Saya tidak bisa menolak ajakan buk Ena, karena dia sangat menjaga Ano di sekolah." ucap Gerwyn.


Sophia Menghela nafas panjang.


"Itu sudah tugas dia menjaga Ano, bukan karena itu mas harus menuruti semua keinginan dia." ucap Sophia.


"Aku minta maaf." ucap Gerwyn. Seketika dia tersenyum.


"Kenapa mas tersenyum?" tanya Sophia.


"Saya sangat suka ketika melihat wajah cemburu kamu, kamu terlihat sangat imut.' ucap Gerwyn memegang pipi Sophia.


"Huff mas baru saja mengancam ku dengan memegang rahang ku sekarang sudah bermain dengan pipi ku.' ucap Sophia.


"Saya tidak menyakiti kamu kan? Saya terlanjur emosi melihat Frans menahan kamu, sepanjang acara dia berusaha mendekati kamu." ucap Gerwyn.


"Sophia mengalungkan tangannya di leher Gerwyn.


"Bagaimana cara aku balas dendam berhasil kah?" tanya Sophia. Gerwyn menatap wajah Sophia.


"Jangan melakukan itu lagi, karena nyawa Frans akan habis di tangan saya." ucap Gerwyn sambil memeluk Sophia.

__ADS_1


Sophia memeluk Gerwyn.


"Aku ingin mencium kamu." ucap Gerwyn.


"Aku sedang memakai riasan dan tidak membawa lipstik." ucap Sophia.


"Saya tidak akan membuat bibir kamu pucat." ucap Gerwyn. Sophia kebingungan. Gerwyn mencium bibir Sophia dengan singkat.


"Sebenarnya seperti ini tidak cukup membuat saya puas, tapi setidaknya saya bisa mencium kamu." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.


"Aku melihat wajah kamu sepanjang acara sangat datar dan terlihat sangat marah, namun sekarang mas seperti anak-anak yang memohon minta mainan." ucap Sophia.


Gerwyn merasa malu dia menyembunyikan wajahnya di dada Istri nya.


Tiba-tiba ada yang masuk ke dalam kamar mandi membuat mereka langsung keluar dari sana, untung saja anak kecil, kalau orang dewasa mereka bisa berfikir aneh-aneh.


"Kak bagaimana cara aku mengaji tadi bagus kan?" tanya Ano pada Gerwyn sambil di suapin oleh Sophia.


"Sangat Bagus sekali, kakak akan memberikan hadiah untuk kamu." ucap Gerwyn sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong nya.


"Apa ini Kak?" tanya Ano di berikan satu kertas dan pena.


"Kamu bisa menulis apa saja yang kamu mau di sana, nanti kakak pasti belikan, asal kan dengan satu syarat kamu harus semakin semangat lagi belajar nya." ucap Gerwyn.


Ano melihat ke arah Sophia.


"Humm baik lah kalau begitu, kakak akan menepati janji kakak untuk jalan-jalan hari ini." ucap Gerwyn. "Tapi kakak harus istirahat, aku juga harus istirahat. Lebih baik besok-besok Saja." ucap Ano.


Gerwyn menatap Sophia dia sudah tau kalau Ano pasti di nasehati oleh istri nya.


"Apa yang kamu katakan pada Ano Sophia?" tanya Gerwyn.


"Tidak ada." ucap Sophia. Gerwyn Menghela nafas panjang.


"Ya udah deh kalau gitu, kamu juga gak mau kemana-mana kita nonton saja di rumah." ucap Gerwyn.


Ano tersenyum sambil mengangguk.


"Mas gak Makan?" tanya Sophia.


"Suapin juga dong mbak." ucap Ano.


Sophia melihat ke sekitar mereka Masih ramai.


"Jangan ah, malu." ucap Sophia.


Ano dan Gerwyn tersenyum.

__ADS_1


"Halo om ganteng, tadi anak saya nangis mau kenalan sama om. Boleh yah Oma kenalan." ucap ibu-ibu yang datang membawa anak perempuan nya.


Gerwyn langsung menyalim tangan wanita itu.


"Halo Gadis cantik, siapa nama kamu?" tanya Gerwyn. "Nama aku Fitri Om. Aku suka banget sama om. Om ganteng banget." ucap Fitri.


"Makasih yah, tapi Om sudah punya istri." ucap Gerwyn merangkul pundak istri nya.


"Yahh kok sudah nikah sih Om." ucap ibu anak itu.


Gerwyn hanya tersenyum saja.


"Wahh kak Gerwyn ternyata banyak yang suka yah, aku jadi pengen seperti kak Gerwyn." ucap Ano.


"Tidak boleh sama, kamu harus jadi pria yang sejati." ucap Sophia.


Gerwyn Sadar kalau istri nya menyindir dia. "Humm kamu mulai lagi Sophia.' ucap Gerwyn.


"Aku sangat suka Om, Om sangat ganteng." ucap Sophia berbicara seperti meledek, Gerwyn melihat istri nya tersenyum.


Dia sudah greget melihat istrinya namun dia harus menahan sebelum sampai di rumah.


Setelah selesai acara mereka pun langsung pulang. Frans dan Sophia berpapasan. Ano tidak lagi menyapa Enjel seperti biasa nya, dia langsung duluan ke dalam mobil.


Gerwyn juga menyusul Ano. Enjel melihat Ano langsung pergi dia hanya bisa diam saja.


"Aku akan mengantar kan lukisan nya nanti malam pada kakak.' ucap Sophia.


"Besok pagi saja, nanti malam saya ada pekerjaan.' ucap Frans.


"Baiklah." ucap Sophia.


"Humm kalau begitu saya akan pulang duluan. Seperti nya Ano kelelahan. Permisi kak." ucap Sophia.


Frans dan Enjelita hanya bisa melihat mobil Gerwyn yang pergi begitu saja.


"Ayo om antar pulang ke rumah papah kamu." ucap Frans pada Enjelita.


"Aku mau ke rumah Om aja, papah Masih lama pulang nya." ucap Enjelita. "Oohh ya udah kalau begitu kita ke tempat om yah." ucap Frans.


Gerwyn dan Sophia melihat Ano yang hanya diam saja.


"Seperti nya ada yang galau nih." ucap Sophia. "Mbak jangan godain aku dulu, aku sedang gak mood untuk berbicara." ucap Ano.


"Perasaan permasalahan kamu sama Enjel belum juga siap, kamu malah mengabaikan nya, tidak baik seperti itu." ucap Sophia.


"Kak Frans bilang kalau perempuan itu gak suka sama kita lebih baik gak usah di kejar lagi dan Harus di lupakan." ucap Ano.

__ADS_1


"Oohh pantesan buk Ena tadi bilang sama kakak kalau Ano yang biasa nya nakal suka gangguin Enjel sekarang sudah menyerah." ucap Gerwyn. Ano Menghela nafas panjang.


__ADS_2