
"Enggak kok, aku hanya memikirkan kalau Mamah kamu sekarang sangat membenci ku, di keluarga kamu aku sudah sangat buruk sekali, aku juga harus sadar diri kalau aku tidak pantas bersama kamu." ucap Hena.
Tiba-tiba Vano mencium bibir Hena. Hena langsung diam.
"jangan berbicara seperti itu Hena. Kalau kita saling mencintai dan ingin memperjuangkan hubungan ini. pasti akan ada jalan nya." ucap Vano.
"Aku rasa ini tidak akan mungkin, aku sudah di benci oleh Mamah kamu." ucap Hena. Vano memeluk Hena. "Jangan berbicara seperti itu Hena. Saya akan melakukan apapun agar kita bersama." ucap Vano.
Hena menatap wajah Vano. "Saya mohon untuk bersama saya, jangan memilih orang lain." ucap Vano.
Hena menunduk kan kepala nya namun Vano meminta agar Hena menatap nya. "katakan kalau kamu ingin bersama saya Hena. Saya mencintai kamu." ucap Vano.
"Aku butuh waktu untuk memikirkan nya Vano, kasih aku waktu." ucap Hena. Vano menggeleng kan kepala nya.
"Aku butuh jawaban nya sekarang, kalau saya melepaskan kamu, kamu akan berfikir untuk menolak saya." ucap Vano.
Hena terdiam.
"Jawab saya Hena." ucap Vano. Menatap wajah serius dan sangat tulus milik Vano membuat nya luluh karena tidak biasa Vano menatap nya seperti itu.
Hena mengangguk. "Iyah aku mau bersama kamu." ucap Hena. Vano terdiam sejenak dia berusaha untuk Kalem namun tidak bisa dia langsung tersenyum.
"Jadi sekarang kita resmi berpacaran?" tanya Vano. Hena menganguk.
"Huu!!!!" Seketika Vano bersorak sambil melompat. Hena terkejut. "pelan-pelan. Tetangga nanti terganggu."' ucap Vano.
Tiba-tiba pintu ada yang mengetuk.
"Pak kalau berantem jangan keras-keras yah, anak-anak saya sedang tidur." ucap wanita yang di Balik pintu.
"Maaf Bu, saya minta maaf." ucap Vano.
Hena tersenyum melihat kelakuan kekasih nya itu. Vano menatap wajah Hena dia merentangkan kedua tangannya. Hena langsung memeluk Vano.
Vano mencium kepala Hena. "Terimakasih sudah mau menerima saya setelah kejahatan yang saya lakukan pada kamu." ucap Vano.
"Semoga Vano mencintai ku memang tulus dari hati, aku tidak ingin gagal lagi, aku tidak ingin salah memilih seseorang lagi." batin Hena.
Saat nyaman berpelukan Tiba-tiba ponsel Vano berdering.
"Siapa?" tanya Hena. "Ini seperti nya orang Kantor yang akan memberikan laporan. Aku jawab sebentar dulu yah." ucap Vano.
Vano menjawab panggilan dari Tobi itu.
"Ada apa Tobi?" tanya Vano.
__ADS_1
"Aku ingin kamu mengikuti ku Besok. Kamu bisa kan?" tanya Tobi. "Ada apa? Besok saya ada pekerjaan di kantor." ucap Vano.
"Saya sudah membicarakan nya pada Pak Gerwyn dia memberikan kamu Ijin untuk ikut dengan saya." ucap Tobi.
"Baiklah kalau begitu. Sampai jumpa besok pagi." ucap Vano. panggilan pun langsung mati. "Ada apa yah? Atau jangan-jangan Tobi sudah menemukan pembunuh papah nya pak Gerwyn." batin Vano.
"Ada Apa sih? Tumben banget malam-malam seperti ini kamu membahas pekerjaan?" tanya Hena. "Enggak kok. Kamu istirahat sekarang yah, aku harus pulang." ucap Vano.
"Kamu pulang? Kamu tidak menginap di sini?" tanya Hena.
"Aku tidak enak kalau menginap di sini, kamu juga harus istirahat dengan tenang. Aku akan mengabari kamu Besok." ucap Vano.
"Ya udah deh, kamu hati-hati di Jalan yah." ucap Hena.
"Baiklah lah pacar ku," ucap Vano mengelus kepala Hena.
Dia meninggal kan rumah Hena.
Hena melambaikan tangan nya kepada mobil Vano yang meninggal kan teras rumah nya.
"Semoga saja hubungan ku dengan Vano baik-baik saja." ucap nya dia langsung menutup pintu dan masuk ke kamar nya untuk istirahat.
Di dalam perjalanan Vano kefikiran dengan Tobi.
"Dan jika ingin memberikan pembalasan yang setimpal aku rasa itu tidak mungkin karena kalau Sophia tau dia pasti sangat sedih." batin Vano.
"Pak Gerwyn sudah menyelidiki kasus ini begitu lama namun Pak Putra cukup pandai menyembunyikan identitas nya. Bahkan sudah beberapa kali tertipu oleh nya." batin Vano.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah nya, dia tidak kembali ke rumah Mamah nya seperti biasa karena sudah ada Enjelita di sana.
Di kamar Gerwyn...
"Terimakasih yah sayang, Maaf kalau membuat kamu kesakitan." ucap Gerwyn pada Sophia. Sophia tersenyum dia mencium pipi Gerwyn.
"Sama-sama Mas." ucap Sophia. Mereka berpelukan sampai akhirnya mereka tidur. Namun baru saja mata Gerwyn terlelap tiba-tiba ponsel nya berbunyi.
"Vano? Ada apa dia menelpon ku?" ucap Gerwyn.
"Seperti nya dia mau mengucapkan kan terima kasih. Lebih baik Besok saja Vano saya sangat mengantuk." ucap Gerwyn langsung mematikan ponsel nya.
Vano melihat telpon nya di matikan.
"Ah sudahlah lebih baik aku ikuti saja perintah nya, Lagian aku juga tidak paham." ucap Vano.
Dia pun berbaring di kasur nya. Tidak beberapa lama akhirnya dia pun tertidur di kasur nya karena sudah sangat Lelah.
__ADS_1
Keesokan harinya.
"Good morning sayang..." Ucap Gerwyn memeluk Sophia dari belakang yang sedang membuat kopi untuk nya.
Sophia tersenyum. "Pagi juga." jawab Sophia.
"Hari ini mas sudah berangkat kerja yah?" tanya Sophia. Gerwyn Mengangguk.
"Ini sangat pagi sekali kenapa kamu sangat cepat meninggalkan tempat tidur?" tanya Gerwyn. "Aku harus Masak sarapan." ucap Sophia.
Gerwyn memegang pinggang Sophia.
"Jangan lakukan itu mas sangat geli sekali." ucap Sophia.
Gerwyn tertawa kecil.
"Ekhem-Ekhem.." Lisa baru saja masuk ke dapur namun sudah melihat momen itu. Sophia meminta Gerwyn melepaskan pelukannya.
"Aku mau ngambil minum." ucap Lisa.
Sophia menganguk. Gerwyn tidak perduli dia mengambil Kopi dari tangan Hena dan membawa nya ke depan.
"Selamat pagi semua nya." tiba-tiba Bu Linda masuk ke dapur.
"Pagi juga mah. / Pagi juga Tante." jawab mereka bersamaan. "Kalian sangat kompak sekali." ucap Bu Linda.
Sophia tersenyum. "Bagaimana keadaan Mamah? sudah baikan kan?" tanya Sophia. "Alhamdulillah sudah baikan." ucap Bu Linda.
"Mamah dengan Lisa mau olahraga pagi. Kamu mau ikut?" tanya Bu Linda. "Olahraga pagi? seperti nya belum bisa mah." ucap Sophia.
"Oh iya yah kamu harus mengurus Suami kamu dan juga Ano." ucap Bu Linda. Sophia tersenyum.
"Istri yang sangat baik." ucap Bu Linda.
"Ya udah yok Tante kita berangkat saja." ucap Lisa. "Mamah mau di Masakin apa?" tanya Sophia.
"Seperti biasa nak, Mamah makan apa saja yang kamu Masak." ucap Bu Linda. Sophia tersenyum.
"Mamah mau kemana?" tanya Gerwyn.
"Kami mau olahraga, kamu mau ikut sekalian?" tanya Lisa.
"Mamah yakin mau olahraga?" tanya Gerwyn. Bu Linda menganguk.
"Mamah boleh pergi Tapi jangan sampai mamah kecapean yang berlebihan yah." ucap Gerwyn.
__ADS_1