
"Heh siapa itu!" ucap Bu Linda. Dia mengejar masuk ke kamar Gerwyn. "Berhenti di tempat." ucap Bu Linda ketika melihat orang itu di kamar Gerwyn.
"Ampun Bu, saya adalah supir tuan Gerwyn." ucap supir. "Ya Allah pak, apa yang bapak lakukan di sini?" ucap Bu Linda.
"Saya di suruh oleh pak Gerwyn mengambil pakaian nya." ucap supir.
"Kenapa kamu tidak ijin sama saya? Kamu masuk seperti pencuri." ucap Bu Linda.
"Maaf kan saya Bu," ucap supir itu. "Kamu pasti di perintahkan oleh Gerwyn masuk diam-diam bukan?" ucap Bu Linda.
"Bu-bukan Bu." ucap supir itu.
"Kamu tidak perlu berbohong. Di mana Bos kamu?" tanya Bu Linda. "Di penginapan Bu, dia memiliki bisnis yang harus di jalan kan." ucap Supir. "Jangan berbohong kepada saya Pak. Sekarang beri tahu yang sebenarnya!" ucap Bu Linda.
"Kamu pasti menyembunyikan Sesuatu dari saya," ucap Bu Linda lagi. Supir itu mau berbicara namun tiba-tiba handphone nya bunyi.
"Halo Tuan." jawab supir. "Bapak di Mana?" tanya Gerwyn. Tiba-tiba Bu Linda merampas Handphone nya.
"Gerwyn kamu di Mana? Kamu kan yang meminta supir kamu masuk seperti pencuri. sangat mencurigakan sekali, kamu ada di mana sekarang?" ucap Bu Linda.
"Aku terpaksa menginap di luar mah, ada bisnis yang harus ku jalan kan. Namun ada kejadian sehingga membuat aku harus menukar pakaian dengan cepat." ucap Gerwyn.
"Aku mohon bantu supir untuk mendapatkan beberapa pasang pakaian untuk ku." ucap Gerwyn. Bu Linda menghela nafas panjang.
"Baiklah kalau begitu." ucap Bu Linda langsung mematikan telepon itu. Dia mencari kan pakaian untuk anak nya.
"Pergi lah, lain kali jangan mengulangi kesalahan yang sama!" ucap Bu Linda pada supir itu. "Baik Bu saya minta maaf sekali lagi, saya permisi." ucap supir.
"Aaaahh akhirnya lepas juga. Lagian Tuan Gerwyn ada-ada saja." ucap supir itu. Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai juga di penginapan.
"Permisi Tuan ini yang Tuan minta." ucap supir itu. Gerwyn Mengambil nya dan mengucap terima kasih.
"Kamu. bisa pulang hari ini, tinggalkan kunci mobil pada saya." ucap Gerwyn.
"Bapak tidak bekerja Besok?" tanya Supir. Gerwyn Menggeleng kan kepala nya. "Kamu bisa cuti." ucap Gerwyn. Supir itu terlihat sangat senang sekali dia langsung ijin pergi dari sana.
__ADS_1
Gerwyn masuk. Sophia menoleh ke arah Gerwyn.
"Saya Akan berpakaian dulu." ucap Gerwyn. Sophia menganguk.
Gerwyn melihat semua pakaian yang di bawa adalah pakaian untuk kerja. "kenapa mas?" tanya Sophia.
"Pakaian yang di pilih Mamah hanya Pakaian khusus kerja." ucap Gerwyn.
"Tapi tidak ada pilihan lain, saya tetap harus memakai ini." ucap Gerwyn. Sophia menoleh ke arah Ano. "Ano sudah tidur mas, tidak perlu menukar nya lagi. Mas juga tidak Akan bisa tidur nyenyak kalau berpakaian seperti itu." ucap Sophia.
"Kamu serius gak apa-apa?" tanya Gerwyn, Sophia menganguk. Gerwyn kembali naik kekasur.
"Ini sudah larut malam, kenapa kamu belum tidur?" tanya Gerwyn pada Sophia.
"Seharian aku tidur. Aku sekarang tidak mengantuk." ucap Sophia. Gerwyn memegang tangan Sophia. "Baiklah kalau begitu." ucap Gerwyn.
Sementara Hena dan Vano malam ini memilih untuk pergi jalan-jalan menghabiskan waktu bersama, menonton bioskop.
"Sayang!" panggil Hena pada Vano yang duduk di pinggir danau. Vano menoleh ke arah Hena.
Hena menganguk.
"Aku senang banget deh bisa keluar seperti ini sama kamu setelah pacaran." ucap Hena. "Aku juga kok." ucap Vano. Hena tersenyum dia berdiri di pinggir Danau itu.
"Tunggu sebentar yah, saya ada sesuatu untuk di beli." ucap Vano. "Mau kemana?" Tanya Hena kaget ketika mau di tinggal Kan.
"Sebentar saja." ucap Vano. Hena pun membiarkan nya.
Setelah beberapa lama Hena baru sadar kalau Vano sudah pergi cukup lama.
"Vano Kemana sih? Dia sudah pergi sangat lama sekali." batin Hena. Dia menoleh ke belakang nya dan dia sangat terkejut sekali melihat Vano berdiri di belakang nya sambil memegang Kue yang sudah ada lilin hidup di atas nya.
"Selamat ulang tahun Sayang. Walaupun sebenarnya kamu besok ulang tahun nya, namun beberapa jam lagi sudah waktunya. Aku mau yang pertama mengucap kan selamat ulang tahun untuk kamu." ucap Vano.
Hena tersenyum. "Ya Allah, kamu Niat banget." ucap Hena. Vano tersenyum.
__ADS_1
Sebelum menyanyikan lagu happy birthday. Vano meminta Pacar nya memakai topi yang sama persis seperti yang dia pakai dan bernyanyi bersama. sebelum meniup lilin mereka berdoa sama-sama.
Setelah selesai berdoa dan meniup lilin. Hena terlihat sangat senang sekali sampai air mata nya keluar.
Vano tiba-tiba mengeluarkan bunga dari belakang nya dan memberikan pada Hena.
Bunga mawar yang cantik dan terlihat Masih sangat segar sekali.
"Ya Ampun ini bunga nya benar-benar sangat cantik sekali.. Terimakasih sayang." ucap Hena langsung memeluk Vano.
"Selamat ulang tahun Sayang. Di umur kamu yang 19 sekarang, kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan selalu ada di samping ku." ucap Vano.
"Amin." ucap Hena. Dia melepaskan pelukannya dan menatap wajah Vano. "Kamu gak malu kan pacaran sama aku yang masih kecil ini, bahkan di umur 19 aku. baru bisa menyelesaikan sekolah ku." ucap Hena.
"Cinta tidak pernah memandang umur. jangan pernah membahas ini lagi." ucap Vano. Hena tersenyum.
"Humm sebenarnya aku sangat mengharapkan hadiah dari kamu. Tapi di kasih bunga mahal seperti ini sudah membuat ku sangat senang sekali. Terimakasih." ucap Hena.
"Kamu mau hadiah dari aku?" tanya Vano, Hena menganguk.
"Cup." ciuman.
"Ini adalah hadiah untuk kamu dari aku." ucap Vano. Hena tersenyum.
"Kamu tidak akan pernah mendapat kan hadiah yang begitu spesial seperti ini dari orang lain." ucap Vano langsung mencium bibir Hena dengan sangat romantis sekali.
Sudah cukup larut malam akhirnya mereka pun pulang ke apartemen Vano. "Kamu seperti nya sangat suka bunga itu." ucap Vano baru keluar dari kamar mandi namun melihat Hena mengambil gambar Bunga nawar itu.
"Suka banget, tapi ini sudah mulai layu." ucap Hena. "Mawar nya memang sudah layu, namun cinta ku tidak akan pernah layu." ucap Vano.
"Humm kamu bisa saja, ya udah tidur yok, aku masih tetap kesekolah besok." ucap Hena. Vano menganguk. setelah mereka tidur bersama.
Namun kali ini Hena tidak menggunakan pembatas lagi di antara mereka, dia tidur di pelukan Vano. Tempat untuk istirahat bagi nya.
Tidak beberapa lama akhirnya dia tertidur dengan sangat nyenyak. Sementara Vano belum bisa tidur.
__ADS_1