
Dia menghidupkan TV namun dia juga bosan.
"Sebenarnya mbak Sophia kemana sih? Kalau dia dengan kak Gerwyn dia pasti tidak melupakan aku." ucap nya
"Gerwyn!" panggil Buk Linda masuk tanpa mengetuk pintu kamar.
Gerwyn yang tengah menonton di kamar menoleh ke arah Ibu nya.
"Mamah dapat laporan dari orang suruhan kamu untuk jagain Adik istri kamu." ucap buk Linda sambil duduk di pinggir kasur.
"Kenapa mah?"
"Dia sendirian di sana, Mamah khawatir dia tidak bisa masak dan kelaparan, gimana kalau mamah jemput saja ke sini?" ucap buk Linda.
Gerwyn yang tadi nya Cuek seketika menatap ibunya.
"Tumben banget ibu perduli pada orang lain apalagi itu adalah adik Sophia." ucap Gerwyn.
"Yah dia kan adik ipar Kamu, kan Mamah sudah bilang Mamah ingin ada teman di rumah." ucap Buk Linda.
"Iyah aku tau Mah, tapi mamah yakin dia gak ngerepotin Mamah?". Buk Linda Langsung menggeleng kan kepala nya.
"Dia sangat berbeda dengan istri kamu yang pemalas itu!" ucap buk Linda langsung.
"Terserah Mamah deh kalau gitu, biar saja pengawal yang membawa dia ke sini." ucap Gerwyn.
"Tapi ngomong-ngomong kenapa mereka tinggal di kontrakan sederhana seperti itu? Kemana orang tua mereka, kemarin kan baru datang ke acara."
Gerwyn seketika gugup.
"Mungkin mereka sibuk bekerja mah, mereka tidak tinggal di Indonesia, Mamah sendiri yang tidak mau tau banyak tentang mereka." ucap Gerwyn.
"Ah sudahlah Mamah tidak mau tau, pokoknya Mamah percaya sama kamu." ucap Buk Linda, Gerwyn tersenyum tipis.
"Kamu gak lagi nyebunyiin sesuatu kan dari Mamah? Kenapa menurut Mamah tentang identitas istri kamu terlihat sangat rahasia." ucap buk Linda.
"Itu tidak penting Mah, lagian Sophia wanita baik-baik, kalau dia bukan perempuan baik-baik aku tidak Akan mau sama dia." ucap Gerwyn.
"Sekarang tujuan ku hanya satu memberikan Cucu Sama Mamah." ucap Gerwyn.
"Tapi mamah gak mau punya Cucu dari wanita itu, bagaimana kalau Cucu mamah sama seperti dia pemalas, dan juga pelawan."
Gerwyn menghela nafas panjang..
"Terserah Mamah saja deh, aku bingung sama Mamah, kemarin mau Cucu sekarang sudah tidak mau." ucap Gerwyn.
"Susah Ngomong sama kamu, kamu tidak pernah dengerin kata-kata mamah. Mamah mau nya kamu sama Nadya bukan sama Sophia. Dia perempuan miskin yang hanya ingin uang kamu "
Gerwyn hanya menghela nafas panjang.
"Ah sudahlah mamah mau masak spaghetti kesukaan Ano." ucap buk Linda dan segera keluar.
Tidak beberapa lama Ano pun datang buk Linda sudah menunggu nya di depan pintu.
__ADS_1
"Ano!! Ibu sangat kangen." ucap buk Linda memeluk Ano.
"Mbak Sophia mana Buk?" tanya Ano langsung.
"Loh dia gak ke rumah dulu sebelum berangkat kerja?"
"Enggak buk."
"Huff Mbak kamu sama sekali tidak bertanggung jawab, bisa-bisa nya dia pergi tanpa mengingat adik nya." ucap Buk Linda.
"Ayo masuk dulu yok, kita makan." ucap buk Linda.
Setelah selesai makan Ano ingin melihat Gerwyn.
sebelum masuk dia mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Permisi Kak," sapa Ano. Gerwyn menoleh ke arah pintu.
"Ngapain kamu ke sini? Sophia belum pulang!" ucap Gerwyn.
"Ibu nitip ini untuk kakak." ucap Ano meletakkan Obat di atas meja.
Gerwyn bangun.
"Masih sangat sakit yah kak?" Gerwyn berusaha untuk duduk benar, dia mau menuangkan air langsung di Bantu oleh Ano.
"Aku akan gantiin mbak Sophia jagain Kakak di sini." ucap Ano. Gerwyn menatap Ano.
"Aku bisa membersihkan kamar kok kak, aku bisa bantuin kakak ke kamar mandi dan mengambil kan nasi." ucap Ano.
Namun tidak sengaja Ano menyentuh sebagian luka Gerwyn.
"Sssstt!!" Ano langsung terdiam.
"Kamu sama saja seperti mbak kamu, sangat ceroboh!" Gerwyn kesal.
"Maaf kak, aku hanya ingin membantu kakak, karena mbak Sophia masih lama pulang." ucap Ano.
Karena dari tadi buk Linda selalu menyalah kan Sophia.
"Lebih baik kamu keluar sekarang sebelum saya marah." ucap Gerwyn.
"Saya menemani kakak di sini sampai mbak Sophia datang."
"Keluar saya bilang! Keluar!" Gerwyn membentak Ano.
Namun ternyata Sophia sudah datang dia melihat Gerwyn pada adik nya.
"Kenapa bapak membentak nya?" tanya Sophia.
"Bawa dia keluar! Kamu sama Adik kamu saja sama-sama Membuat emosi."
"Bapak boleh memarahi saya dan memaki saya sesuka bapak, tapi jangan pernah bentak adik saya sekali pun." ucap Sophia membawa Ano keluar.
__ADS_1
"Ada apa nih ribut-ribut? Tadi diam-diam saj kenapa pas kamu datang jadi ribut." ucap buk Linda.
Sophia tidak bisa mengatakan apapun dia langsung keluar.
"Tante kami lebih baik pulang."
"Tidak bisa! Kamu tidak boleh pulang." ucap Gerwyn pada Sophia.
Sophia menghela nafas panjang.
"Bapak Belum puas untuk memarahi adik ku? Atau bapak Akan memaki-maki ku?" tanya Sophia.
"Sebenarnya kalian ada apa sih? kenapa kamu memanggil suami kamu sendiri dengan sebutan bapak?" tanya buk Linda.
Sophia baru sadar, dia tidak bisa mengontrol emosi nya.
"Maaf kan saya Tante, saya hanya kesal saja Gerwyn marah pada Ano. Kalau panggilan bapak sudah terbiasa sebelum nya karena Gerwyn tua dari saya."
Buk Linda tetap memasang wajah curiga.
"Ah sudahlah bicarakan saja masalah Kalian, yok Ano kita keluar." ajak Buk Linda.
Sophia menatap Gerwyn. Namun Gerwyn diam.
Sophia membersihkan lantai yang kotor karena Obat berserakan dia juga menyimpan piring keluar namun dia kaget karena melihat Ano dan buk Linda membaca buku bersama.
"Mbak Sophia!" sapa Ano..
"Iyah dek kenapa?" tanya Sophia.
"Teman-teman ku sudah sibuk membahas sekolah SMP di mana, padahal aku belum tau sama sekali di Mana." ucap Ano.
"Kan masih lama Dek, nanti kalau hari libur Mbak ajak kamu lihat-lihat sekolah SMP yang bagus." ucap Sophia.
"Hore!! Sama kak Adit yah mbak." ucap Ano.
Sophia menoleh ke arah buk Linda yang melihat ke arah mereka.
"Iyahh nanti yah." ucap Sophia.
"Gerwyn belum mau makan dari tadi, lebih baik kamu bujuk dia makan dulu." ucap buk Linda pada Sophia. Sophia pun mengangguk.
Tidak beberapa lama Sophia kembali ke kamar, namun melihat Gerwyn sudah tidur.
"Ini sudah jam empat sore kenapa dia tidur?" batin Sophia.
Dia mendekati Gerwyn.
Dia melihat luka Gerwyn yang di bagian kaki, mungkin itu yang di senggol oleh Ano sampai berdarah. Darah nya sudah kering Sophia berniat mau membersihkan nya namun Gerwyn tiba-tiba bangun.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Gerwyn.
"Perban nya harus di ganti, ini akan sedikit sakit." ucap Sophia. Dia membersihkan nya mengunakan Air hangat, mungkin sangat pedih sampai Gerwyn mencengkram bahu Sophia.
__ADS_1