
"Maaf buk, maaf, saya tidak sengaja." ucap Sophia langsung mengumpulkan kertas-kertas itu.
"Sophia kamu kenapa?" tanya Hena. Sophia menghela nafas sambil duduk di lantai.
"Kalau kamu memang belum bisa fokus kerja, lebih baik jangan di paksain." ucap Hena.
"Aku semakin pusing kalau di rumah Hen, aku tidak bisa melupakan nya, aku berfikir bekerja bisa menghilangkan rasa sedih ku ternyata tidak." ucap Sophia.
Hena duduk di samping Sophia.
"Yang sabar yah, aku yakin suatu saat nanti ada keajaiban untuk kamu " ucap Hena. "Tapi seperti nya itu tidak mungkin, mungkin aku harus bersiap untuk penderitaan apa yang akan terjadi Besok." ucap Sophia.
Hena mengelus punggung Sophia.
"Aku yakin kamu adalah wanita kuat, kamu tidak Akan menyerah begitu saja, semangat yah." ucap Hena.
Waktu nya istirahat siang Sophia duduk di kursi karena merasa sangat penat, badan nya sangat Lemas tidak berdaya.
"Sophia! Kamu sudah di tungguin di bawah." ucap Teman nya, Seketika Sophia langsung berdiri, dia berfikir itu adalah Adit karena biasanya Adit selalu menunggu di bawah.
Namun setelah melihat Gerwyn yang menunggu nya membuat nya berhenti, semangat nya hilang begitu saja, tadi nya sangat senang sekarang menjadi sangat malas.
"Kenapa kamu sangat lama turun?" tanya Gerwyn, Sophia mendekati Gerwyn.
"Apa yang bapak lakukan di sini?" tanya Sophia.
"Menjemput kamu, Masuk lah ke dalam!" ucap Gerwyn menunjuk mobil.
Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak akan kemana-mana, aku mau beristirahat." ucap Sophia mau pulang.
"Jemput Ano!" ucap Gerwyn. Sophia berfikir sejenak sambil melihat jam tangannya.
"Baiklah." ucap Sophia masuk ke dalam mobil.
"Kamu makan siang apa? Kamu seperti orang tidak makan, lemas, pucat dan sangat layu." ucap Gerwyn.
"Aku tidak mau makan apa-apa, aku tidak berselera." ucap Sophia.
"Apa karena dengan saya? Kalau sendiri kamu pasti mau Makan kan?" tanya Gerwyn. Sophia Menatap Gerwyn yang menyetir.
"Ini semua karena bapak! Aku tidak Akan pernah memaafkan bapak, aku benci mengenal orang seperti bapak." ucap Sophia marah.
__ADS_1
Gerwyn melihat ke arah Sophia.
"Untuk apa kamu menyalah kan saya? Ini semua sudah takdir kamu, lagian kamu tidak cocok dengan pria seperti dia." ucap Gerwyn.
"Lebih baik bapak diam, aku tidak mau mendengar suara bapak, aku membenci bapak." ucap Sophia. Gerwyn mau berbicara namun langsung di suruh dia oleh Sophia.
"Kalau bapak masih cerewet, aku Akan turun dari mobil." ucap Sophia mengancam. Gerwyn menghela nafas panjang.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan sekolah Ano.
"Nah itu dia jemputan kamu sudah datang nak." ucap Guru pada Ano yang menunggu Gerwyn dan Sophia dari tadi.."
"Maaf yah Bu, sudah membuat lama menunggu." ucap Sophia. Mereka pun membawa Ano pulang.
"Ano mau makan siang apa?" tanya Gerwyn.
"Aku mau Makan Sup ayam." ucap Ano.
"Baiklah, kakak akan berhenti." ucap Gerwyn, mereka berhenti di sebuah Restoran.
"Ayo buruan turun." ajak Gerwyn, namun Sophia tak juga turun.
"Mbak Sophia gak turun? Mbak Sophia gak lapar?" tanya Ano. Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Mbak tidak selera, kamu saja yang makan yah." ucap Sophia.
Sampai di mobil Sophia ternyata ketiduran. Lama Gerwyn memerhatikan wajah nya ingin rasanya Gerwyn menyentuh nya namun dia tidak mempunyai keberanian yang banyak.
Setelah sampai di rumah, Gerwyn membangun kan Sophia. "Sophia kita sudah sampai, ayo turun." ajak Gerwyn. Namun Sophia tidak menanggapi nya, Gerwyn menyentuh tangan Sophia dan ternyata Sophia demam.
Dia langsung turun, dan Menggendong Sophia masuk ke dalam, sementara Ano yang duduk di ruang tamu melihat Sophia di gendong membuat nya Heran.
Gerwyn membaringkan Sophia.
"Jangan ganggu aku, aku tidak mau di ganggu." ucap Sophia.
"Badan kamu hangat, jangan banyak membantah." ucap Gerwyn. Dia melonggar kan dasi Sophia karena sangat ketat.
Gerwyn mengambil air untuk di pada Sophia, setelah itu mengompres nya dengan air dingin namun panas nya tak juga kurang-kurang, Gerwyn menelpon dokter keluarga nya.
Setelah selesai di periksa Gerwyn memberikan Sophia minum obat namun Sophia Masih setengah sadar sehingga tidak sadar kalau Gerwyn memeluk nya dari belakang agar dia bisa duduk.
Setelah selesai minum obat Sophia mau tidur lagi, namun dia memeluk Gerwyn. "Dingin.." ucap Sophia menggigil padahal tidak menghidupkan AC sama sekali.
__ADS_1
Badan Gerwyn yang hangat Mampu membuat nya nyaman.
Gerwyn menepuk-nepuk Pundak Sophia agar lebih nyaman, setelah tidak beberapa lama akhirnya dia tertidur.
"Apakah dia masih berharap pada pria itu? Sudah jelas-jelas tidak ada lagi harap untuk hubungan mereka!" batin Gerwyn.
"Dan aku tidak pernah main-main dengan kata-kata ku, aku tidak Akan membiarkan kamu di miliki oleh orang lain, karena hanya aku bisa memiliki kamu." ucap Gerwyn.
Dia memeluk Sophia dengan erat.
Namun tidak terasa hari sudah malam, Sophia mulai terbangun dia merasa sudah lebih baik, dia melihat Gerwyn memeluk nya, dia juga memeluk Gerwyn, dia kaget ingin langsung melepaskan nya namun takut Gerwyn terbangun.
Namun saat mau beranjak dia merasa sangat pusing dia memegang kain yang ada di kepala nya.
Dia mencoba mengingat apa yang terjadi.
Setelah sadar dia sakit dan di gendong bahkan di urus oleh Gerwyn membuat nya berani menatap wajah Gerwyn.
"Apa dia benar-benar melakukan itu? Apa dia yang sekarang memeluk ku?" batin Sophia.
Karena merasa Sophia bergerak Gerwyn langsung bangun.
"Apa yang sakit? Apa masih sakit? Masih dingin yah?' tanya Gerwyn.
Mata mereka bertemu. Gerwyn tidak melepaskan pelukannya. Tatapan mereka semakin dalam.
"Kamu demam tinggi, kamu kedinginan sehingga saya memberikan Selimut yang tebal." ucap Gerwyn.
Sophia diam saja, mata Gerwyn tertuju pada Bibir Sophia yang kering sehingga membuat Sophia payah untuk berbicara.
"Saya akan membantu kamu." ucap Gerwyn dia mencium bibir Sophia. Dia membasahi bibir Sophia dengan mulut nya, Sophia terkejut namun dia tidak melakukan apapun selain diam.
Gerwyn sangat menikmati nya, dia mencium bibir Sophia perlahan-lahan, Sampai dia berada di atas Sophia.
"Jangan melakukan itu." ucap Sophia menahan Gerwyn ketika mau melanjutkan ciuman nya.
"Maaf." ucap Gerwyn langsung bangun.
"Aku haus." ucap Sophia dengan suara serak. Gerwyn mengambil air dan memberikan nya pada Sophia.
"Kamu kalau lapar bilang saja. Saya mau keluar dulu, kamu lanjut lah Istirahat." ucap Gerwyn.
"Humm aa.. aku lapar." ucap Sophia.
__ADS_1
"Kamu mau Makan apa?" tanya Gerwyn. "Bawa aku ke bawah saja." ucap Sophia mau turun namun di tahan oleh Gerwyn.
"Biar saya minta Bibik membawa nya ke sini." ucap Gerwyn.