
Tidak beberapa lama Mereka akhirnya pulang. "Assalamualaikum." ucap Sophia.
"Walaikumsalam!" ucap Gerwyn yang berdiri di depan pintu.
"Kamu bikin aku terkejut saja mas." ucap Sophia.
Gerwyn menatap istrinya.
"Saya sudah meminta dari tadi untuk kamu membawa Mamah pulang, namun kenapa baru pulang jam segini?" tanya Gerwyn.
"Mamah belanja ini, lagian di rumah mamah juga bosan." ucap Bu Linda. Gerwyn diam ketika mamah nya berbicara.
"Nih tadi mamah beli beberapa makanan, kamu makan lah. Mamah mau istirahat dulu yah." ucap Bu Linda meninggal kan mereka di ruang tamu.
"Ano pergi mandi gih." ucap Sophia. Ano mengangguk.
"Aku minta maaf kalau gak ijin terlebih dahulu, karena aku takut Mamah menunggu lama selesai mas mandi." ucap Sophia.
Gerwyn menatap istrinya.
Dia mau mendekati Sophia namun Sophia menjauh.
"Aku ke kamar Dulu." ucap Sophia langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.
Gerwyn duduk di sofa sambil memakan hamburger yang di beli oleh Mamah nya. Dia mengingat kejadian di ruang tamu tadi.
Setelah selesai makan Gerwyn kembali ke kamar.
Dia melihat Sophia yang tengah duduk bersandar di sandaran Kasur membaca buku nya.
Sophia melihat Gerwyn datang Gerwyn menutup pintu. Perlahan dia berjalan mendekati kasur. "Sophia.." ucap Gerwyn.
"Ada apa mas?" tanya Sophia.
"Soal tadi sore saya minta maaf kalau sudah membentak kamu." ucap Gerwyn. Sophia menutup bukunya. "Tidak apa-apa, aku juga kok yang salah." ucap Sophia.
Gerwyn Sadar kalau nada berbicara Sophia tidak seperti biasanya.
Gerwyn naik ke kasur. Dia mengambil buku Sophia meletakkan nya di atas meja.
"Bagaimana ujian kamu hari ini?" tanya Gerwyn.
"Semua nya baik-baik saja." ucap Sophia dengan singkat.
"Oohhh." Gerwyn terlihat bingung sekali karena Sophia menjawab dia dengan singkat.
"Aku sudah ngantuk ayo tidur mas." ucap Sophia dia langsung tidur membelakangi Gerwyn.
Gerwyn hanya bisa diam ketika istri nya mengabaikan dia.
__ADS_1
"Sophia sebenarnya..." ucap Gerwyn lagi. Namun Sophia tidak merespon lagi, akhirnya dia pun ikut tidur. Dia melihat punggung Sophia.
"Usianya masih sangat muda berbeda dengan ku, dia lebih mudah marah, ngambek atau sakit hati gara-gara perlakuan ku, seharusnya aku tidak berbicara seperti itu pada nya." ucap Gerwyn dalam hati.
"Selamat tidur Sophia." ucap nya mencium pipi Sophia.
Di sebuah Cafe
"Kamu di sini sama siapa?" tanya Riki melihat Hena duduk sendirian.
"Tadi nya sama teman, namun mereka sudah pada pulang, aku hanya ingin duduk di sini sebentar lagi." ucap Hena.
"Ini adalah pertama kalinya aku bertemu dengan kamu di luar seperti ini, kamu sungguh berbeda sekali." ucap Riki.
Sebenarnya Hena bertemu dengan Riki bukan pertama kali saat di luar namun dia mencoba untuk menghindar saja.
Hena tersenyum pada Riki.
"Kamu sendiri dari mana? Ini sudah tengah malam loh." ucap Hena. "Justru pertanyaan seperti ini untuk kamu." ucap Riki.
"Pakaian terbuka seperti ini, Tengah malam duduk di tempat seperti ini, lihat semua pria itu menatap ke sini dengan penuh nafsu." ucap Riki.
Hena tersenyum. "Aku hanya ingin mencari udara segar di sini. Di rumah saja membuat ku bosan." ucap Hena.
"Besok kita ada ujian, bagaimana kalau kamu telat bangun?" tanya Riki. "Enggak kok, kamu tenang saja aku mempunyai alarm yang bisa membangun kan ku." ucap Hena sambil tersenyum.
Riki menghela nafas panjang.
"Aku bisa pulang sendiri." ucap Hena.
Riki Membuka jaket nya dia memberikan pada Hena.
"Pakailah," ucap Riki. Hena akhirnya memakai jaket itu menutup badan nya terbuka.
"Seandainya sekolah tau kamu seperti ini Tengah malam, mungkin akan di berikan nilai yang tidak bagus." ucap Riki.
"Aku mohon jangan beritahu siapa pun." ucap Hena.
Riki diam saja, dia membuka pintu dan meminta Hena masuk.
Mereka meninggalkan Cafe itu. Saat melewati rumah sakit Riki Sadar kalau Hena melihat terus ke arah rumah sakit.
"Kenapa kamu melihat rumah sakit itulah terus? Apa keluarga kamu ada di sana?" tanya Riki. Hena Menggeleng kan kepala nya.
Sebenarnya Jam Delapan tadi dia ke rumah sakit untuk menemui Vano. Namun di sana Ada Mamah nya. Hena mau masuk tapi gak berani akhirnya dia memilih untuk menunggu di Cafe dekat sama berharap Mamah nya pulang, namun ternyata menginap di sana.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Hena.
"Makasih yah sudah nganterin aku." ucap Hena.
__ADS_1
"Sama-sama." ucap Riki. Hena langsung masuk begitu saja ke dalam. Riki juga langsung pulang ke rumah nya.
Keesokan harinya.
"Pagi Mah, Mamah baru bangun?" ucap Sophia yang sedang menata makanan di atas meja.
"Jam segini kamu sudah Masak sarapan?" tanya Bu Linda.
"Iyah mah, soalnya aku harus berangkat sekolah untuk ujian." ucap Sophia.
"Oohhh. seharusnya kalau kamu sedang ujian tidak perlu Masak, kan ada bibi." ucap Bu Linda.
"Gak Apa-apa kok mah, Lagian biasa nya aku tidak masak kok, aku hanya ingin Masak karena Mamah sudah di sini." ucap Sophia.
Gerwyn turun. "Ada apa mah? Kenapa kelihatan nya Sedang membahas hal yang serius?" tanya Gerwyn.
"Ini loh istri kamu, kalau sedang ujian tidak perlu menyiapkan makanan pagi-pagi. Kan sudah ada Bibik. Dia harus menyiapkan diri untuk ujian nanti." ucap Bu Linda.
Gerwyn menatap istrinya.
"Ya udah kamu siap-siap gih." ucap Bu Linda pada Sophia. Sophia mengangguk.
"Ini kopi mas Gerwyn, ini Susu tulang untuk Mamah." ucap Sophia.
"Terimakasih menantu Mamah yang cantik." ucap Bu Linda. Sophia pun naik ke atas. Dia memeriksa Ano sudah siap-siap apa belum.
Tidak beberapa lama kemudian mereka sudah rapi dan kumpul di Meja makan untuk sarapan.
Setelah selesai sarapan mereka berangkat.
"Aku akan berangkat sendiri mas ." ucap Sophia. Gerwyn Menggeleng kan kepala nya.
"Tidak bisa! Kamu harus berangkat dengan saya." ucap Gerwyn.
"Kamu pasti Telat Tiap hari kalau mengantar kan aku terlebih dahulu ke sekolah, jarak nya cukup jauh." ucap Sophia.
"Kalau kamu kebanyakan protes saya semakin lama sampai di kantor." ucap Gerwyn.
Sophia pun masuk kedalam mobil.
"Saya sudah bilang minta maaf sama kamu. Namun kenapa sampai sekarang kamu masih mengabaikan saya?" tanya Gerwyn. Sophia menoleh ke arah Gerwyn.
"Siapa bilang aku masih marah?" tanya Sophia.
"Kamu mengabaikan saya dari tadi malam. Bahkan kamu tidak mau di antar oleh saya." ucap Gerwyn.
Sophia diam.
"Sophia.." ucap Gerwyn memegang tangan istri nya.
__ADS_1
"Saya hanya trauma dengan penyakit Mamah. Saya tidak ingin itu terjadi lagi." ucap Gerwyn.
Sophia menatap wajah suaminya yang sangat dekat pada nya. "Aku hanya sedih ketika aku sadar kalau aku belum bisa memberikan yang terbaik untuk kamu. Tidak ada hal lain." ucap Sophia.