
Riki menggeleng kan kepala nya lagi.
"Enggak juga. aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja, aku sangat mengkhawatirkan kamu." ucap Rafi. Hena terdiam sejenak.
"Ma-maksud kamu apa? Jadi aneh seperti ini. Apa kamu sakit?" tanya Hena Memeriksa suhu badan Riki.
"Normal kok." ucap Hena. Namun tiba-tiba Riki memegang tangan Hena yang membuat Hena terkejut.
Riki menatap mata Hena yang sangat tegang sekali.
"Apa kamu sedang ada masalah?" tanya Hena. Riki Menggeleng kan kepala nya lagi.
"Aku sebenarnya mau jujur sama kamu, tapi aku takut kamu akan menjauhi ku setelah ini." ucap Riki. "Jujur tentang apa? Tentang Sophia yah?" ucap Hena.
"Aku tau sudah lama kalau kamu menyukai Sophia. Tapi aku tidak bisa melakukan apapun untuk membantu cinta kamu Sama dia." ucap Hena.
"Bukan Hena. Aku tidak mencintai Sophia, aku menyukai kamu." ucap Riki. Hena langsung terdiam. Dia menatap Wajah Riki dengan sangat serius sekali. "Kamu bercanda kan? Itu tidak mungkin." ucap Hena.
"Aku tidak bercanda, aku sudah menyukai kamu cukup lama." ucap Riki. Hena melepaskan tangan Riki dari nya.
"Kamu pasti bercanda." ucap Hena lagi.
"Dengan cara apa aku mengatakan kalau aku mencintai kamu? Aku harus membuktikan dengan cara apa?" tanya Riki.
Di Meja lain ternyata dari tadi Vano memerhatikan mereka.
"Apa yang sedang di bicarakan oleh mereka?" ucap Vano.
Namun tiba-tiba ponsel nya berdering telepon dari perusahaan nya.
"Hena aku mencintai kamu, aku sudah lama mengangumi kamu, bukan Sophia yang aku suka tapi kamu." ucap Riki..
Vano mendengar itu dengan sangat jelas tiba-tiba dia merangkul pundak Hena yang membuat Hena juga sangat terkejut.
"Seperti nya kamu salah orang untuk mencintai kekasih saya. Banyak wanita di luar sana kenapa kamu harus mencintai kekasih saya?" ucap Vano dengan sangat percaya diri.
Hena terkejut dengan kata-kata Vano.
"Tidak mungkin. Aku tau kalau Hena tidak memiliki kekasih." ucap Riki.
__ADS_1
"Kamu butuh pembuktian?" ucap Vano, dia langsung mencium bibir Hena di depan Riki. Riki Yang melihat itu benar-benar sangat hancur sekali.
"Kamu sudah melihat nya?" ucap Vano.
"Aku mau mendengar dari mulut kamu sendiri Hena, kamu tidak mengenal Pria ini kan?" ucap RIki.
Hena menatap wajah Vano.
"Sayang katakan pada nya kalau kamu tidak bisa menerima cinta nya karena kamu sudah memiliki kekasih." ucap Vano.
Hena menatap wajah Riki.
"Aku minta maaf Ki, aku tidak bisa menerima cinta kamu, aku berterimakasih kalau kamu sudah menyanyangi aku." ucap Hena.
"Tuh sudah dengar sendiri kan?" ucap Vano. Riki merasa sangat sedih dia langsung meninggalkan mereka di sana. Tiba-tiba Hena mendorong Vano menjauh dari nya.
"Apa yang kamu lakukan?" ucap Hena dengan sangat marah dan kesal. "Kenapa kamu begitu marah pada ku? Aku sudah menyelamatkan kamu dari pria seperti itu." ucap Vano.
"Tidak perlu mengatakan kamu adalah kekasih ku, karena aku tidak memiliki kekasih seperti kamu." ucap Hena langsung meninggalkan Vano.
Vano menghela nafas panjang.
"Apa yang aku lakukan? aku seharusnya tidak perlu ikut campur." batin Vano.
Dia pun langsung membayar makanan nya dan setelah itu langsung kembali ke perusahaan.
Di Rumah Sophia baru saja bangun tidur siang karena ponsel nya Berdering. "Saya sudah meminta ponsel kamu di matikan, namun kamu sama sekali tidak mendengar nya." ucap Gerwyn yang merasa terganggu.
"Aku minta maaf. Tapi ini dari Hena aku jawab dulu yah " ucap Sophia. Gerwyn menghela nafas panjang.
"Di sini saja!" ucap Gerwyn memeluk pinggang Sophia.
"Iyah Halo Hena." ucap Sophia.
"Sophia aku mau bertemu dengan kamu, aku mau membicarakan hal yang sangat serius, kamu ada di mana?" tanya Hena.
"Aku ada di rumah, emang nya ada masalah apa?" tanya Sophia.
"Ini sangat penting sekali, kamu harus cepat tau tentang ini." ucap Hena.
__ADS_1
"Kalau ketemu di luar seperti nya tidak bisa, lebih baik kamu datang ke rumah aku deh." ucap Sophia.
"Ya udah gak apa-apa, aku langsung ke sana yah." ucap Hena.
"Ada apa?" tanya Gerwyn. "Hena mau ke sini mas, kata nya ada hal yang penting mau di bicarakan, gak apa-apa kan?" tanya Sophia.
"Humm tidak apa-apa, seperti nya sangat penting sehingga berbicara dia tidak memiliki jeda." ucap Gerwyn. Sophia turun dari kasur namun tiba-tiba di tahan oleh suami nya.
"Mas biar kan aku turun." ucap Hena. "Hena masih lama ke sini, kita Masih bisa menghabiskan waktu untuk bersama beberapa menit lagi." ucap Gerwyn.
Sophia tersenyum dia menatap wajah suaminya. "Manja banget seperti anak kecil saja." ucap Sophia. Gerwyn tidak perduli dia menyembunyikan wajahnya di perut istri nya.
Tidak beberapa lama pintu ada yang mengetuk. "Non Sophia teman Non menunggu di luar." ucap Bibik dari luar.
Gerwyn menghela nafas panjang.
"Aku keluar dulu yah." ucap Sophia. Gerwyn memasang wajah cemberut, Sophia hanya bisa tersenyum melihat wajah istri nya itu.
Dia mencium singkat wajah Gerwyn dan setelah itu langsung keluar, namun Gerwyn tidak betah jika di kamar sendiri, akhirnya dia memilih untuk keluar.
Dari atas Sophia melihat Hena yang duduk di sofa sendirian.
"Apa yang sedang kamu pikirkan Hena? Kamu kenapa terlihat banyak fikiran?" tanya Tanya Sophia.
"Akhirnya kamu turun juga Sophia." ucap Hena langsung memeluk Sophia. "Ada apa? Coba jelaskan dulu." ucap Sophia.
Hena duduk di samping Sophia. "Riki mengatakan kalau dia mencintai aku," ucap Hena.
Sophia terdiam sejenak karena dia juga terkejut. Dia juga berfikir awalnya kalau Riki itu suka pada nya namun dia berusaha untuk terus menghindar.
"Lalu bagaimana?" tanya Sophia.
"Aku menolak nya karena tiba-tiba Vano datang berpura-pura menjadi pacar ku." ucap Hena.
"Vano?" ucap Sophia. Hena mengangguk. Waktu itu Riki terlihat sangat kecewa dia menangis meninggalkan tempat itu." ucap Hena.
"Aku sangat menghawatirkan Riki sekarang." ucap Hena.."Kenapa kamu mengkhawatirkan dia? apa kamu mencintai dia?" tanya Sophia.
Hena menggeleng kan kepala nya. "aku hanya khawatir dia sedih dan melakukan hal yang tidak baik karena aku." ucap Hena.
__ADS_1
"Tidak mungkin, kamu tidak perlu mengkhawatirkan dia, dan sekarang kamu dengan Vano bagaimana?" tanya Sophia.
"Aku marah pada nya, aku sangat kesal karena dia mencium ku dan memeluk ku di tempat umum, di tambah lagi dia mengaku sebagai pacar ku." ucap Hena.