
sophia menatap suaminya dengan tatapan bingung.
"sebenarnya apa sih yang di pikirkan mas gerwyn? kenapa dia tiba-tiba mau pindah ketika mamah nya kembali ke rumah ini?" ucap sophia.
"padahal aku tau dia mau menikah karena ingin ada yang menemani mamah nya di sini." batin sophia. setelah selesai makan gerwyn pun pamit untuk berangkat kerja.
Setelah Gerwyn pergi Sophia kembali masuk ke dalam.
"Mbak hari ini Enjelita mau datang. Gak apa-apa kan?" tanya Ano.
"Oohh gak apa-apa." ucap Sophia.
"Tapi Dengan kak Frans." ucap Ano. Sophia menoleh ke arah Ano.
"Kak Frans mengajak untuk main keluar. Gak apa-apa kan Mbak?" tanya Ano.
"Tin!! Tin!!" bunyi klakson di Depan.
Mereka pun melihat keluar.
"apa kabar Sophia?" tanya mamah nya Frans yang ternyata ikut juga. Sophia menyalim tangan mamah nya Frans.
"Alhamdulillah baik Tante, Tante bagaimana kabarnya?" tanya Sophia. "Mamah baru saja keluar dari rumah sakit karena Sakit nya Kambuh lagi. Itu sebab nya dia ingin jalan-jalan hari ini." ucap Frans.
"Loh Tante sakit apa?" Tanya Sophia. "Yah biasa lah, nama nya juga sudah Tua." ucap mamah nya Frans.
"Ayo Ano kamu sudah siap?" tanya Frans. Ano mengangguk.
"Sophia gak ikut? Kamu gak ada kegiatan di rumah kan? ayo sekalian ikut saja. Tante juga ingin kamu ikut." ucap mamah nya Frans.
"Gak usah Mah, mungkin dia ada kerja yang harus di kerjakan." ucap Frans.
"Tapi Tante sangat ingin kamu ikut. Ayo ikut sekali ini saja." ucap Mamah nya Frans.
Sophia tidak enak jika menolak. akhirnya dia pun mau ikut.
"Oohh ternyata kamu kerja dengan Pak Gerwyn? Tante Tidak tau sama sekali." ucap mamah nya Frans.
"Loh bukannya mamah nya kak Frans sudah tau kalau aku istri nya mas Gerwyn?" batin Sophia.
__ADS_1
Dia jadi bingung. Padahal dari cerita nya Mamah nya Frans Sophia bisa menyimpulkan kalau dia tau banyak tentang Frans karena persahabatan anak mereka.
Akhirnya mereka pun meninggalkan rumah Gerwyn.
Sebelum kemana-mana ternyata Mamah nya Frans harus check up dulu.
Setelah selesai memeriksa kesehatan nya mereka segera menuju tempat yang di sukai oleh Ano dan juga Ano.
Setelah itu mereka pergi belanja. Dan mamah nya Frans banyak membelikan baju pada Sophia.
Sophia sebenarnya tidak enak, namun Mamah nya Frans langsung membeli nya begitu saja. Saat sedang asyik makan tiba-tiba ponsel Sophia berdering.
"Bentar yah Tante, aku jawab telpon dulu." ucap Sophia dia pun pergi dari meja makan itu.
"Kamu Sama Sophia tidak dekat lagi yah?" tanya mamah nya pada Vano. "Jangan membahas itu lagi mah, aku tidak mau membahas nya." ucap Vano.
"Baiklah, Mamah minta maaf."
"Halo Mas." ucap Sophia.
"Kamu lagi dimana?" tanya Gerwyn langsung. Mendengar nada Gerwyn yang cukup tegas membuat nya terdiam sejenak.
"Aku sedang keluar bersama Ano mas, Emang nya Kenapa?" tanya Sophia sedikit takut.
"Apa hanya dengan Ano saja?" tanya Gerwyn. Sophia menginyakan. "Apa kamu yakin bersama Ano saja?" tanya Gerwyn.
"Huff aku lupa kalau suami ku adalah CCTV 24 jam ku, walaupun dia sedang bekerja dia pasti tau aku ada di mana." batin Sophia.
"Aku sedang keluar bersama Mamah nya kak Frans." ucap Sophia. "Yakin hanya dengan Mamah nya Frans?" tanya Gerwyn lagi. Sophia menghela nafas panjang.
"Maafin aku mas, aku tidak jujur, aku juga tidak pamit karena kamu pasti gak ngijinin." ucap Sophia. "Saya suami kamu, seharusnya kamu tau untuk menghargai perasaan saya, menghormati saya." ucap Gerwyn langsung mematikan ponsel nya.
Gerwyn melempar kan ponsel nya dengan rasa kesal ke atas Meja.
"Apa di berengsek itu tidak menasehati Adik nya dengan baik?" ucap Gerwyn memaksudkan kakak nya Frans. Dia akhirnya menelpon dia. Gerwyn marah-marah namun teman nya itu dengan santai Bilang kalau Gerwyn takut kena saingi.
Gerwyn semakin kesal, dia mau marah namun teman nya itu tidak Akan perduli sama sekali.
Sophia melihat Frans yang duduk sendirian di luar restoran sambil merokok. "Kak Frans." ucap Sophia. Frans menoleh ke arah Sophia.
__ADS_1
"Tadi kakak saya mengabari kalau suami kamu marah-marah, lebih baik kamu pulang saja, saya akan berbicara dengan Mamah, soal Ano saya akan mengantar kan nya pulang nanti." ucap Frans.
"Kakak sudah tau aku istri nya mas Gerwyn?" tanya Sophia. Frans diam.
"Sebenarnya kalau kamu sudah mempunyai pasangan kamu tidak boleh menutupi nya sampai orang terjebak oleh kebohongan Kamu itu." ucap Frans.
"Saya bukan bermaksud seperti itu kak, saya hanya tidak ingin sekolah saya bermasalah, karena sebelumnya saya menikah dengan mas Gerwyn sangat lah di rahasiakan." ucap Sophia.
"Kamu sudah membuat harapan palsu kepada saya. Saya terjebak oleh kamu. Saya mencintai istri orang lain. Yang melainkan orang itu adalah teman kakak saya sendiri." ucap Frans.
"Saya minta maaf. saya sama sekali tidak berniat seperti itu, awal nya saya berfikir tidak akan seperti ini. Saya tidak tau kalau kakak benar-benar suka sama saya." ucap Sophia.
Frans diam. "Saya tidak bisa lama-lama di sini, saya harus segera pulang." ucap Sophia.
Frans membiarkan Sophia pergi.
"Seandainya aku tidak Telat, kamu sudah menjadi milik saya." ucap Frans dalam hati.
"Tidak pantas wanita sebaik, dan sepolos kamu menikah dengan pria seperti kak Gerwyn. Dia adalah pria yang sangat brengsek." ucap Frans karena dia tau tentang Gerwyn dari kakak nya sendiri.
Sophia di dalam mobil mencoba mengabari suami nya kalau dia akan ke kantor Gerwyn. Namun Gerwyn sama sekali tidak menjawab nya.
"Siapa sih yang cepuin aku Sama mas Gerwyn? Huff sangat menyebalkan sekali." ucap Sophia. Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai.
"selamat siang Bu Sophia. Mau bertemu dengan Pak Gerwyn?" tanya Staf menyambut Sophia.
"Iyahh betul." ucap Sophia.
"Tapi Pak Gerwyn dari tadi sudah keluar Bu. Ada jadwal Makan Siang bersama rekan kerja nya." ucap Staf.
"Oohhh, kalau begitu saya Akan menunggu di lobby." ucap Sophia.
"Baik Bu, mari saya antar." ucap Staf.
Tidak beberapa lama Gerwyn kembali.
"Pak di lobby Bu Sophia menunggu bapak." ucap wanita yang menghampiri Gerwyn. Gerwyn mengangguk. namun dia bukan nya Ke lobby melainkan langsung ke ruangan nya.
Saat fokus dengan komputer nya tiba-tiba Sophia masuk.
__ADS_1
"Assalamualaikum mas." ucap Sophia. Gerwyn menoleh ke arah Sophia. "aku menunggu kamu di lobby, kenapa mas tidak datang menghampiri aku ke sana?" tanya Sophia.