
"Nih untuk mas Gerwyn sama Ano. Milik Vano ada pada Hena." ucap Sophia.
Hena memberikan minum Vano. "Terimakasih." ucap Vano. Hena mengangguk.
Mereka Makan bersama dengan sangat bahagia. Mereka terlihat tidak ada kecanggungan sama sekali karena Ano dan Sophia tidak berhenti membuat suasana menjadi sangat hangat.
"Mbak ayo main ke sana, ada permainan nya." ucap Ano.
"Tunggu saya ikut." ucap Gerwyn ikut dengan istri dan Adik iparnya.
Mereka bergandengan tangan seperti pasangan muda yang membawa anak nya bermain.
"Aku ke toilet dulu yah." ucap Hena. Namun Vano langsung menahan tangan Hena.
"kamu baru saja dari toilet mU ke toilet lagi. Kamu sengaja menghindari saya kan?" tanya Vano.
Hena duduk kembali dia duduk.
"Mamah saya marah karena dia merasa di bohongi Selama ini." ucap Vano.
"Maksud nya?" tanya Hena. "Aku sudah tau selama ini papah seperti apa namun tidak bercerita pada nya." ucap Vano.
Hena terdiam.
"Mamah saya sebelumnya sangat percaya pada papah dan juga anak-anak nya sehingga dia sangat kecewa sekarang." ucap Vano.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Hena.
Vano Menggeleng kan kepala nya.
"Kamu sudah janji untuk selalu ada untuk saya. Saya hanya meminta kamu untuk selalu ada untuk saya." ucap Vano.
Hena terdiam. "Bagaimana kalau suatu saat nanti orang tua kamu tau kita seperti ini?" tanya Hena.
"Mereka tidak akan tau." ucap Vano. Hena diam.
"Kamu tidak minum?" tanya Vano. Hena Menggeleng kan kepala nya.
"Loh bukannya biasa nya kamu sangat suka dengan minuman alkohol?" tanya Vano.
"Aku minum hanya karena bekerja Saja, aku takut tidak bisa memuaskan klien ku ketika aku sadar." ucap Hena dengan jujur.
Vano langsung paham apa yang di maksud oleh Hena.
__ADS_1
"Apa Saat tidur dengan saya kamu tidak sadar?" tanya Vano. Hena mengangguk. Vano menghela nafas panjang.
"Pria bisa saja mempunyai nafsu pada wanita yang tidak dia sukai namun berbeda dengan wanita. Dia tidak akan bernafsu kalau dia tidak menyukai pria tersebut." ucap Hena.
Vano diam. "Sebelum nya kamu bekerja seperti itu kenapa?" tanya Vano. "Aku rasa kamu tidak perlu tau, aku hanya setuju untuk selalu ada untuk kamu, bukan untuk menjawab semua pertanyaan kamu. Aku melakukan itu karena aku merasa bersalah karena kesalah pahaman ." ucap Hena. Vano diam.
"Aku mau menemui teman ku." ucap Hena. dia pindah Meja ke sebelah, Vano melihat nya dari jauh.
"Seandainya kamu tau kalau saya sudah mencintai kamu Hena, saya tidak tau apa yang membuat saya menyukai kamu." ucap Vano.
"Lagi lihatin apa?" tanya Gerwyn kembali membawa alkohol di gelas nya.
"Tidak ada pak." ucap Vano.
"Hena cukup banyak memiliki teman sehingga kamu di tinggal kan dia sini." ucap Gerwyn. Vano hanya diam saja.
"Ayo minum saja." ucap Gerwyn. Mereka pun akhirnya minum mumpung Sophia dan Ano tidak ada di sana.
Tidak beberapa lama Sophia, Ano dan Juga Hena kembali kemeja mereka.
"Ya ampun mas, pakai Mabuk segala lagi!" ucap Sophia kesal. "Mas Gerwyn." ucap Sophia. Gerwyn sadar dia langsung berdiri melihat istrinya.
"Ya ampun mas, kamu tadi bilang tidak Akan minum, namun sekarang malah minum." ucap Sophia. "Jangan marah-marah sayang " ucap Gerwyn.
"Loh kalau seperti ini yang membawa Vano pulang siapa?" tanya Hena.
"Kamu saja Hena, dia mau berduaan dengan kamu, ayo bawa dia pulang. Saya percaya pada kamu." ucap Gerwyn yang sudah Mabuk. Hena menghela nafas panjang dia melihat Vano yang sudah menyembunyikan wajahnya di lipatan tangan nya.
"Vano ayo aku antar pulang." ucap Hena. "Van.." panggil Hena namun Vano tidak mendengar nya dia mengangkat kepala Vano.
"Ayo pulang, aku antar." ucap Hena. "Saya tidak mau pulang, saya mau pulang ke apartemen saya." ucap Vano.
"Baiklah, sekarang sadar dulu, badan kamu tidak ringan untuk di bopong keluar." ucap Hena.
Vano berusaha untuk sadar namun dia tetap saja pusing, pandangan nya sangat buram sekali.
Hena dengan sekuat tenaga menopang r
Vano keluar.
Tidak beberapa lama Akhirnya mereka mendapatkan taksi.
Hena membawa ke rumah kontrakan nya sendiri karena kembali ke rumah Vano sangat Jauh. Dia juga sebenarnya sangat lelah.
__ADS_1
Sementara Sophia dan suami nya baru saja sampai di rumah. "Ano langsung ke kamar yah, istirahat." ucap Sophia pada Ano.
"Baik mba, aku pamit dulu. Assalamualaikum." Ano meninggalkan Sophia. "Walaikumsalam." jawab Gerwyn.
"Tidur nyenyak yah." ucap nya lagi.
"Lebih baik mas ngurus diri sendiri aja dulu. Ayo buruan ke kamar." ucap Sophia.
Dia membawa suami nya ke dalam kamar.
"Hufff..." Dia membaringkan tubuh suaminya di kasur.
"Sangat menyebalkan sekali!" ucap Sophia.
"Aku tidak mau mengurus mas yang mabuk seperti ini aku sangat membenci ini " ucap Sophia, dia mau meninggalkan Gerwyn namun Gerwyn menarik nya sehingga jatuh ke tubuh nya.
"Saya suami kamu, kamu tetap harus mengurus saya." ucap Gerwyn membuka mata nya sedikit. "Aku sudah bilang kalau aku marah kamu mabuk, aku mau ke kamar Vano saja." ucap Sophia.
"Tidak boleh!" ucap Gerwyn dia langsung menimpa badan Sophia. "Apa yang kamu lakukan mas? Aku tidak mau." ucap Sophia karena Gerwyn memaksa untuk membuka baju Sophia.
"Kamu harus tidur dengan saya." ucap Gerwyn. Dia menarik kemeja Sophia dengan mudah sehingga semua kancing nya terpelanting ke lantai.
"Kamu sangat cantik sekali Sophia. Saya sangat mencintai kamu." ucap Gerwyn mencium leher Sophia. Sophia berusaha untuk mendorong badan Gerwyn jauh dari nya.
Gerwyn tetap saja memaksakan untuk terus mencium istrinya. "Sangat bau mas, aku tidak suka." ucap Sophia menolak Terus.
Gerwyn tersenyum.
"Saya tidak bisa menahan untuk tidak meminum nya karena sudah lama saya tidak meminum nya. Saya mohon." ucap Gerwyn.
Sophia Menatap wajah suaminya yang tidak bisa menahan nya lagi.
"Aku melarang kamu untuk minum itu demi kebaikan kamu sendiri. Namun kamu sama sekali tidak mendengarkan nya." ucap Sophia.
"Aku minum saat ada kamu, tidak ada wanita lain." ucap Gerwyn. Sophia Menghela nafas panjang.
"Iyah juga sih. Tapi entah mengapa aku sangat tidak suka." ucap Sophia.
Gerwyn menatap wajah Sophia.
"Seandainya nanti ternyata pembunuh nya adalah pria itu, saya tidak akan tau bagaimana untuk menghadapi kehidupan kedepannya. saya sangat mencintai kamu." ucap Gerwyn.
Sophia heran dia menaikkan alis mata nya. "Maksud kamu apa mas?" tanya Sophia. Gerwyn memeluk Sophia dengan sangat erat sekali.
__ADS_1
"Saya berjanji tidak akan pernah meninggalkan kamu." ucap Gerwyn dengan lirih di telinga Sophia.